Operasi Gigi Impaksi di RS. Soeradji Tirtonegoro, Klaten

Sudah hari selasa, 29/12/2015 *ceritanya*
Pagi pagi jam 7 udah siap-siap ke Rs. Soeradji Tirtonegoro atau biasa disebut Rs. Tegalyoso. Ngantri pendaftaran BPJS. Kalau disini cukup bawa ktp, kartu bpjs, rujukan, sama kartu pasien RS. Soeradji Tirtonegoro asli semua. Lalu ambil antrian untuk poli/umum dan tunggu sampai nama kita dipanggil untuk penyerahan berkas. Setelah berkas diserahkan, lalu tunggu nama kita dipanggil untuk mendapatkan surat berobat, dan semua berkas kita dikembalikan. Setelah itu, kita ke poli tujuan dan memberikan berkas dari bpjs tersebut, untuk kemudian antri.
Agak lama dr. Spesialis bedah mulutnya datang. Begitu nama saya dipanggil, saya masuk ke ruangan lalu berkonsultasi.

image

Suasana poli bedah mulut bagian depan.
Dan akhirnya dijadwalkan operasi saya hari senin, 4 Januari 2016 jam 9 pagi. Dan saya mulai mondok hari sabtu 2 Januari 2016 di ruang Mawar no 5.
Here it is..

image

image

image

Dibanding kan dengan kamar vip mama dulu, perbedaannya hanya ruangannya lebih sempit, non ac, no sofa, plus fan.
Selama 4 hari di rumah sakit, saya cuma ketemu dr. Kusumawati Sp. BM di hari sabtu sebelum operasi dan saat operasi. Beda banget dengan vip mama dulu. Pagi dan sore selalu ada kunjungan dokter.
Hari sabtu dan minggu masih cuma tidur – tidur cantik and nothing to do.  Hari minggu sore baru dipasang jarum infus, tetapi botol infusnya baru dipasang senin pagi.
Dan senin pagi, semua penderitaan dimulai.. Ulala banget lah, yang namanya sakit itu ga ada enaknya sama syekali. Ga kayak di sinetron2 gt.. Hahaha..yaiyalah ya.
Kira-kira jam 6 infus mulai dipasang, lalu jam 7 saya disuntik antibiotik ceftri, skin test gitu critanya. Rasanya? Nyes, nylekit, panas dan menyengat lah. Stelah beberapa lama, ternyata timbul bercak merah di sekitar bekas suntikan.
Si perawatnya nanya, gatal ga mb? Enggak sih. Lalu dibiarkan dulu beberapa lama dan ilang. Tapi karena ragu akhirnya saya disuntik lagi di lengan kanan, alamak…

image

Tepat 4/1/2016 pukul 8 pagi wib tet tot, perawat ruang operasi menjemput saya dengan kursi roda. Wes, penampilanku acak abrut banget lah.
Sampai di ruang operasi, ganti baju dulu serba biru keijoan, gapake apapun kecuali selembar baju biru keijoan kedodoran dan celana dalam. Kan eike malu ya bo’. Setelah nunggu beberapa saat dan mama disuruh ttd beberapa berkas yang gw ga tau isinya apaan. Dokter menggiring saya ke ruang operasi yang sesungguhnya, yang tadi semacam ruang tunggu sebelum ruang operasi, lalu dimulailah disuntikan obat bius melalui infus, rasane kaya kamu mau ngantuk2 gitu lah. Dan ternyata saya memang alergi ceftri, akhirnya dokter berinisiatif ganti antibiotik saya, masih ingat sebelum pingsan, dr. Kusumawati bertanya apakah saya alergi amoxicilin. Saya cuma bisa jawab enggak, maunya jawab enggak tau, tapi saya sudah pingsan duluan.
Kata mama operasinya selama hampir 1 jam.
Ini keadaan saya selesai operasi masih dalam pengaruh obat bius.

image

Yang itu simbok saya, mungkin beliau sedang membayangkan dulu waktu beliau dioperasi juga. 3 bulan lalu.
Beberapa saat kemudian, tamponnya diambil, seharusnya hari itu saya sudah bisa pulang, tapi saya khawatir kalau – kalau ada hal yang tak terduga, jadi saya putuskan untuk tetap stay sampai esok hari. Hari itu saya cuma bisa minum susu dan makan bubur nestle cerelac beras merah *request*

Gigi saya yang nyempil di dekat sinus, utuh coy..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s