Lanjutan BePeJeEs

Hallo, akhirnya baru bisa nulis lagi setelah sekian lama vakum karena malas sibuk, baiklah.. Setelah dapat hasil rontgen di minggu berikutnya, Alhamdulilah dari dokter THT menyatakan diagnosa sinusitisnya negatif, tapi ada sedikit kelainan di maksila kanan, bisa jadi itu penyebab hidung aku berdarah. Akhirnya dirujuklah ke poli Gigi, dari Poli Gigi menyarankan untuk rontgen panoramic, karena di RS. Menteng Mitra Afia tidak ada fasilitas untuk Rontgen Panoramic, akhirnya dirujuklah ke RS. Ridwan meureksa daerah salemba. Disini, saya merasa pelayanannya lebih parah. Dari pegawai pendaftaran yang juteknya naudzubilleh. Lalu datanglah saya ke poli gigi untuk minta rujukan ke poli rontgen. Untung aja, mbak – mbak administrasi nya ramah. Tapi begitu saya ketemu dengan dokter giginya, betewe saya serasa dikeroyok loh. Semua dokter gigi yang ada nanyain kenapa. Ada yang ramah ada yang sinis gitu lah. Saya cerita kronologinya dari hidung berdarah sampai hasil rontgen sinus terakhir. Lalu seorang dokter wanita berambut pendek menulis rujukan untuk rontgen panoramic dan menyuruh saya untuk balik keesokan harinya guna pembacaan hasil rontgen.
Keesokan harinya saya membawa hasil rontgen gigi saya ke poli gigi, dan ketemu dengan dokter wanita berambut pendek itu, karena hanya akan melakukan pembacaan, maka saya tidak perlu melakukan pendaftaran. “Ibu fatmawati” nama saya dipanggil oleh petugas administrasi lalu hasil rontgen saya dibaca oleh dokter yang sama dengan yang kemarin. Tiba – tiba dia bilang, yang mana yang mau dicabut?
Deerrrrrr..
Hello???? Dicabut? Bu, saya aja belum dapat penjelasan dari ibu tentang kondisi saya, main mau cabut gigi aja.
Bingung dong saya, sambil tarik napas dalam saya berbicara dengan sangat lembut kepada sang dokter. Ibu, saya perlu tau kondisi saya dulu. Apa yang terjadi dengan saya. Dan sang dokter menjelaskan dengan sangat singkat. Ini ada gigi yang tumbuh di dekat hidung dan harus segera operasi, kalau enggak nanti jadi kista. Intinya dokter cantik itu menjelaskan dengan terlihat sangat buru – buru. Lalu saya disuruh tunggu sebentar untuk diperiksa dr. Sp BM. Sama saja, beliau juga irit ngomong, dan agak ehem nya dokter cantik yang berambut pendek td ngomong begini. Udah operasi aja. Mikirin apa sih mb, pakai bpjs kan?gratis juga..uwowowowowow.. Si dokter ih, cantik tapi omongannya gitu banget. Ilang loh kecantikannya. Bukan masalah gratis atau enggak. Tapi ini masalah operasi apa tidak, situ dokter pasti juga tau dong ya, setiap operasi punya resiko.  Yasudah lah.. Karena kurang puas, saya datang ke klinik cempaka putih untuk konsultasi dengan dokter disana. Beruntunglah saya, dokter di klinik Cempaka Putih sangat ramah dan informatif, many many thumbs up buat dokter – dokter disini. Jarang sekali saya jumpai dari dulu sampai sekarang dokter yang dengan begitu sabar dan telaten menjelaskan perihal keadaan pasien. Thanks drg. Namira. Hehe..
Seperti biasa saya ceritakan kronologi penyakit dan pengobatan saya dan saya serahkan rontgen panoramic saya. Penjelasan dari drg saya rangkum seperti ini. Jadi mb fatma ini ada gigi impaksi kaninus di maksila kanan. Yaitu gigi yang tidak erupsi/tumbuh keluar seperti gigi normal lainnya, nah gigi ini tumbuh keatas mendesak sinus maksila. Di pipi kanan dan kiri ada kantong sinus.bisa jadi gigi ini menembus sinus, atau hanya menempel atau bisa jadi menusuk tetapi tidak menembus. Nah, kalau misalnya menembus ada beberapa kemungkinan juga. Bisa jadi menembusnya itu rapat, jadi tidak membuat lobang di kantong sinus di sekitar gigi atau bisa jadi tidak rapat. Kalau ada lubang, ini kan saluran yang tidak seharusnya ada disitu. Dan dia tidak punya saluran keluar. Nah ini adalah daerah rawan antara saluran pernapasan dan mulut. Kenapa bisa terjadi kista, kista ini terbentuk sebagai akumulasi terakhir. Jadi, misal nih mb fatma makan, kadang ada uap yang masuk ke lubang tadi, atau mungkin ada sisa makanan yang nyangkut kalau mb fatma tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut. Karena lubang tadi ga punya saluran pembuangan, jadilah pembusukan di sekitar gigi yang impaksi, yang lama kelamaan bisa menjadi kista dan tumor. Kalau menurut saya, gigi impaksi itu memang sebaiknya diambil. Mumpung belum ada keluhan, dan mb fatma masih muda dan sehat, jadi nanti masa penyembuhannya juga cepat.
Okelah kalau begitu bu dokter, penjelasannya sangat membantu, saya akan pertimbangkan tindakan operasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s