A lil thing called love

Tulisan ini adalah terimakasihku untuk Banyak hal kecil yang telah kau lakukan untukku, yang kadang terlewatkan dari perhatianku, yang sebenarnya sederhana namun istimewa, yang sering dan manis.
Menulis kali ini tak semudah seperti biasanya, banyakkkkkk sekali bantuan yang kau berikan dengan ataupun tanpa kuminta. Meski kadang kau menggodaku dulu, sampai – sampai aku cemberut… Aaa.. Tapi sebenarnya itu manis. Meski aku tau kau hanya bercanda dan menggoda.. tetap saja bibirku melengkung ke bawah karena kesal. Kamu nakalllll!!
Aku sering kesal dalam hati saat hampir senja kau belum juga nge wasap atau bbm. Aku tau kau sedang sibuk meeting atau sedang hectic dengan pekerjaan menumpuk. Apa dayaku, Aku hanyalah gadis yang tak bisa menahan rindu pada kekasihnya. Walau tidak sering, namun kau pasti menghubungiku di sela sibukmu, kau tak pernah absen pamitan. Meski itu hanya pergi ke tempat gym. Dan itu manis, aku merasa bahwa aku penting bagimu.. Terimakasih sayang.

image
Pamitan nge gym

Saat berjalan bersama, kau memintaku untuk mengamit lenganmu, kalau aku sedang kerepotan kau yang menggandengku. Jika aku lupa, dengan sedikit menggoda kau bilang, “jadi aku ga digandeng nih?” hahahaa.. Mengamit lengan katamu terlihat lebih dewasa. Dan aku setuju, menurutku itu seakan berkata “that you are mine” persis seperti yang Ibu Aini lakukan kepada Pak Habibi. Manis bukan?

image
I love to hold your arm.

Kau bangga memilikiku, begitu pula aku. Namun kita punya cara yang berbeda untuk menunjukan rasa itu. Darimu, hal itu kubaca dari sikapmu yang memperkenalkanku pada semua anggota keluargamu bahkan sebelum aku berkata ‘ya’ untuk menjadi kekasihmu. Itu adalah paksaan halus dan cara mencuri hati paling Manis.

image

kamu selalu membawaku di acara – acara mu bersama teman – temanmu, memperkenalkanku pada teman, atasan dan kolega mu, berusaha membuatku masuk dalam lingkaranmu.

image

Mungkin hal ini sepele, tapi aku berterimakasih padamu untuk ini, karena kutahu diluar sana banyak wanita yang disembunyikan pria nya dari keluarganya, ada gadis yang menyepi sendiri sementara sang lelaki pergi bersenang – senang dengan temannya. Aku dan kamu tau kapan waktu ‘kita’ ada dan kapan ‘me time’ tiba. Semenjak awal aku menjadi pilihanmu, aku perhatikan kau banyak berubah untuk belajar hal ini. Begitu pula aku. Bersama bukan berarti masing – masing dari kita kehilangan waktu kita untuk bercengkerama dengan keluarga maupun bercanda dengan teman – teman. Dan aku? Aku menjadikanmu tokoh utama di setiap tulisan roman indahku.

Kau dengan sigap mengulurkan tanganmu saat aku kerepotan dengan diriku sendiri. Membawakan apa yang memberatkan bagiku, Kau selalu membawa barang yang terberat saat kita mudik bersama, membawa backpack berisi bekal saat kita berpiknik. Dan hal itu membuat hati kakakku luluh. Karena ia tahu, bahwa kamu akan menjaga adiknya dengan baik. Kau bahkan tak malu membawa clutchku saat aku kerepotan dengan gaun panjangku di pesta. Walau mungkin itu hal kecil, tapi berarti besar bagiku,  kau bisa saja melenggang dengan enaknya tanpa peduli padaku, mungkin karena kerepotan mengangkat rokku dan membawa tasku, aku bisa saja jatuh kesrimpet. Tapi kau tidak melakukan itu, dan aku bisa dengan anggun menata gaunku sambil mengamit lenganmu.

image

image

Kau rela berdiri di antrian yang panjang untuk menukarkan pembatalan tiket kereta apiku, membunuh bosanmu dengan bermain smartphone, dan menyuruhku duduk menikmati sarapan yang kau buatkan.

image

image

tanpa kuminta kau juga langsung menguleg bumbu yang aku letakkan di atas layah batu, kau melakukan apa yang bisa kau lakukan untukku.

Kau selalu berdiri di sisi paling berbahaya untuk melindungiku.

Ada yang bilang, menemani wanita belanja adalah hal yang paling membosankan untuk para pria. Tapi kamu tidak. Kamu sangattttttt sabarrrrr untuk hal itu, keluar masuk banyak toko untuk mencari baju yang pas untukku di hari raya. Padahal di waktu waktu seperti itu kita puasa, cuaca panas, dan setiap toko pasti penuh sesak dengan pembeli. Bahkan saat aku menyerah dengan keinginanku yang tak ujung menemukan pilihannya, kau tetap saja melajukan kendaraanmu ke toko lain sampai aku dengan mantap menemukan fashion terbaikku. Bahkan, kau sendiri malah tak sempat membeli baju lebaranmu. It’s too sweet.

Kau juga fashion consultant terbaikku, walau kadang kita bentrok masalah selera, tapi kau tidak diam dan bilang ‘terserah’. Kau rela menungguku berganti – ganti model kerudung sampai kita merasa model itu pas di kepalaku..

image

Kau tak lupa berterimakasih untuk setiap masakan yang kubuatkan.

image

Belajar menyukai hal – hal yang kusuka.
Mebaca buku parenting misalnya.. Kita punya visi menjadi pasangan yang membahagiakan satu sama lain, orang tua yang baik bagi anak – anaknya, dan anak yang baik bagi orang tuanya. Dan banyak hal baik lainnya.

image

image

kadang aku kurang suka dengan pilihan katamu, walaupun masih sangat jauh dari kata kasar, hanya menurutku itu kurang baik saja. Dan kau dengan lapang dada menerima saranku dan aku tau kau berusaha untuk mencari kata baru yang lebih baik. Terimakasih, kau membuatku beruntung memilikimu.

Aku tak butuh orang lain untuk menentukan langkahku selanjutnya setelah aku mendapatkan dukunganmu dan orang tuaku. Dan kau selalu mendorongku untuk setiap cita – cita ku. Selain orang tuaku, Kau yang paling getol mengingatkanku untuk mengambil S2, kau rela berdiri di busway berjam – jam untuk mengantarku ke pameran beasiswa di balai kartini. Sambil membunuh lelah, kau bercanda, jika aku dapat beasiswa ke luar negri, kau akan segera membawaku ke kua.. Hahaha. Kau juga menemaniku memenuhi undangan kampusku untuk mengisi kuliah umum.

image

Terimakasih, aku mencintaimu dan masih selalu belajar menjadi yang terbaik untukmu. Menjadi yang disisimu, dan menghormatimu sebagai calon imamku. Aku menulis ini bukan berarti hubungan kita bukanlah hubungan tanpa pertengkaran. Tapi saat pertengkaran itu terjadi, kita tidak saling menjadi api. Ada yang diam mendengarkan karena menyadari kesalahannya lalu minta maaf, namun ada kalanya meminta maaf duluan bukan berarti kita kalah. Tapi kita cukup dewasa untuk menurunkan ego dan mempertahankan sebuah hubungan. Tulisan ini terinspirasi dari video Hujan setahun dihapus kemarau sehari oleh ustadz Syafiq Reza Basalamah. Beliau menceritakan kisah raja dan ratu di negeri yang besar. Sang raja, yang sangat mencintai istrinya, berusaha untuk selalu menyenangkan hati istrinya, Suatu hari sang ratu melihat sekelompok wanita miskin yang sedang mandi lumpur dengan ceria. Sang Ratu ingin sekali mandi lumpur, lalu ia ceritakan keinginannya pada sang Raja. Sang Raja berpikir, masak seorang Ratu mandi lumpur di sawah, bagaimana membuat keinginan sang ratu terwujud tanpa menurunkan derajat sang ratu. Akhirnya sang Raja meminta para pengawal membuatkan kolam lumpur yang berisi coklat untuk sang Ratu, sang Ratu pun bahagia, sang Raja lebih bahagia melihat kebahagiaan Ratu. Namun suatu hari mereka jatuh miskin dan hidup serba kekurangan. Sang Raja pun tak bisa selalu memenuhi keinginan sang Ratu, dan sang Ratu berkata. Memang, aku tak pernah merasa bahagia bersamamu. Sang Ratu lupa akan hal – hal baik yang telah dilakukan Raja untuknya. Termasuk kolam coklat itu. Kebaikan yang dilakukan terus menerus oleh Raja, seolah sirna dengan satu keburukannya, bagai Hujan setahun dihapus kemarau sehari. Dan untuk itulah aku membuat tulisan ini sebagai bagian dari #ALilThingCalledLoveProject ku. Rasa terimakasihku untuk banyak hal dan banyak cinta yang kau berikan untukku. Semoga kita selalu selamanya saling mengasihi, mencintai dan membahagiakan satu sama lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s