Keluarga Mandiri

Menuju Madani

Pada saat aku masih bekerja di Pekanbaru, suatu hari ada teman kerja yang mengajukan cuti, walaupun cuti adalah haknya tetaplah harus dicantumkan mau kemana dan apa tujuan cuti sebagai administratif. Tujuan cuti temanku ini adalah untuk mengantar istrinya yang sedang hamil tua ke rumah orang tuanya sebagai persiapan persalinan. Waktu itu aku bertanya kepadanya kenapa harus melahirkan di kampung, dia menjawab biar ada yang mengurusi istri dan bayinya. Tiga tahun sebelumnya temanku ini juga melakukan hal yang sama untuk persiapan persalinan anak pertamanya. Temanku ini menikah di usia 25 tahun yang kalau menurutku sudah memiliki kematangan dalam berumah tangga, hanya saja aku heran kenapa setiap istri melahirkan dia selalu melempar tanggung jawab kepada keluarga terutama orang tua istri. Dalam pengamatanku banyak teman-temanku yang melakukan hal yang sama ketika istri mereka hendak melahirkan, mengantarnya ke rumah orang tua atau menjemput ibu mertua untuk merawat istri dan bayi mereka.

Bukankah menikahi seorang…

View original post 566 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s