Sepucuk Doa

Terkadang kita terlalu erat menggenggam sesuatu yang nampak baik di mata kita. Berdoa ke Allah dengan ngotot pokoknya minta itu! Harus itu! Seolah – olah kita lebih tau dari Allah. Padahal ilmu kita sangat terbatas. Seperti beberapa minggu ini. Saya ngotot berdoa ke Allah, Pagi, siang, sore, malam, dhuha, tahajud, hajat semuanya nangis ke Allah. Minta supaya mama sembuh tanpa operasi. Seolah – olah harus tanpa operasi, seolah – olah itu adalah jalan terbaiknya, tapi menjelang H-1 operasi, sudah opname pula. Benjolan di leher mama belum juga kempes. Saya masih optimis, merengek kepada sang kuasa agar segera mengangkat penyakit mama. Ingin rasanya sangat teguh kepada kalimat “Allah sesuai prasangka hambanya” tapi, disisi lain ada kalimat bahwa Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi hambanya. Apakah operasi menurut Allah adalah jalan yang terbaik? Adakah Allah punya cerita lain dibalik semua peristiwa ini?
Ya Rabb, sebenarnya ujian ini masih kecil jika dibandingkan dengan ibu – ibu berbaju biru yang duduk di sebelah kami, seorang buruh serabutan penderita tumor ganas, dibandingkan dengan mereka yang harus kemoterapi karena kanker. Bukankah penyakit ini dari engkau dan engkaulah Yang memberikan kesembuhan. Engkaulah yang memegang kendali atas segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Engkau yang mengetahui apa – apa yang ada di belakang dan di depan kami, sedangkan kami tidak. Obat, dokter, operasi hanyalah kepanjangan kuasamu di bumi ini. Mereka bukan lah yang menyembuhkan. Mereka hanya lantaran atas kesembuhan yang engkau berikan. Hamba berpasrah padamu duhai pemilik langit, bumi dan seisinya. Jika memang operasi ini adalah jalan kesembuhan darimu, maka ikhlaskan hati kami, buanglah kecemasan – kecemasan kami. Lancarkanlah prosesnya, terangkanlah hati, jiwa dan pikiran para medis yang terlibat, Dan angkatlah segala penyakit yang bersarang di tubuh mama. Fatma yakin, jika engkau belum mengabulkan doa fatma untuk meminta kesembuhan mama tanpa operasi, maka engkau akan menggantinya dengan hal lain yang lebih baik. Atau kau angkat doa fatma ke langit, semoga itu bisa menjadi tabungan pahala bagi kami. Karena engkau selalu mendengar dan mengabulkan doa umatmu, permintaan seorang hamba yang datang kepadamu, mengadukan kesulitan hidup yang dihadapinya. Aamiin

image

H-1 sebelum operasi gondok di leher mama. Cepet sembuh ya ma.. Love u :*
19 Agustus 2015 11.30 VIP Mawar no 2 RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s