Sabtu Bersama Bapak *sekelumit cerita

Novel yang bikin saya teriak NOVEL MACAM APA INI? berulang kali! novel yang menarik mata saya untuk memilikinya hanya gara – gara melihat selembar halamannya yang saya dapat dari postingan teman FB, lalu kepo dengan google, baca referensi kanan – kiri dan akhirnya sabtu kemarin langsung eksekusi. Novel karya kakang Adhitya Mulya ini bikin saya irit baca, ga mau segera sampai di halaman terakhir karena ceritanya yang ehemm..jadi ga mau cepat selesai.

11390519_10205902734824810_1080462239769102898_n

Mas, saya mau protes sama sampeyan! Ini bukan novel ya, novel itu hiburan tapi yang ini pembelajaran. Ini tuh rangkuman kitab parenting dan pernikahan yang dikemas pakai bahasa novel aja. Yang bikin pembaca tertawa terkekeh kekeh lalu hening sambil menganggukan kepala dan berkata “iya ya”

Saya berani bilang ini salah satu buku yang wajib dimiliki lelaki yang ingin menjadi bapak yang mempesona, suami yang tiada duanya. Makanya saya akan hadiahkan buku ini buat calon bapak dari anak – anak yang akan lahir dari rahim saya, lelaki yang akan menggenapi setengah dien saya. *haiyaaahhh*

Kata pertama yang menyihir saya adalah dialog Saka dan mamanya di halaman 17.

“Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat”

“Iya sih. Tapi mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya melarat”

See?? itu kata – kata yang cukup membuat wanita langsung melting. Haii boys ! Listen ! be a man please. A woman will not marry a boy. Dan kata – kata dari Saka itu adalah kata- kata yang keluar dari mulut dan hati pria dewasa. Kita bukan matre sih, wanita itu butuh ketentraman, assurance, jaminan bahwa sang suami  tidak akan membiarkan istri dan anak – anaknya kelaparan dengan begitu mudahnya. Walaupun kita juga tak keberatan merasa kelaparan saat sang suami pulang tanpa hasil, tapi setidaknya ia tahu bahwa sang suami telah berusaha sampai titik kemampuan terakhirnya, ia yakin bahwa suaminya juga tak akan tega melihatnya kelaparan.

Dan pak Gunawan, dia adalah sosok bapak yang berpikir jauh ke depan, seorang pria yang berpikiran panjang, seorang ayah yang penuh kasih sayang, seorang suami yang begitu mencintai sang istri, terlihat dari pribadinya yang mau belajar untuk menjadi sosok pria yang diidamkan wanita, dan untuk 1 wanita saja yaitu bu itje. Melihat realita saat ini, dimana banyak suami yang justru merasa berkuasa terhadap istrinya karena telah menafkahinya, yang justru enggan mendengarkan sang istri, padahal wanita itu adalah makhluk verbal, yang ia ingin didengarkan, bahwa wanita adalah makhluk perasaan, they need reassurance of love, contohnya bila sang suami kebanyakan diam, menyimpan masalahnya sendri, sibuk bekerja, terlalu banyak menghabiskan waktu senggang untuk dirinya sendiri atau sering disebut “me time” padahal mungkin kebanyakan pria memang seperti itu. Tapi bagi wanita ini adalah sebuah sinyal bahwa sang suami tidak mencintainya lagi. So how to show love to a woman? Tell her. Tell her that you love her. Say “ I Love You”  I warn you! do it before it’s too late. Lot of nonsexual touching, hugging and kissing. It can make a woman feel cherished and loved,untuk selengkapnya please liat video ini aja ya. Saya Cuma nyontek kata – kata  Shaykh Yasir Qadhi, pengajian saya tadi pagi.

Dan bagi kalian pria pria yang belum menikah, mau kan nikah dengan pujangga hati? u need to read carefully and deeply, nasehat dari pak Gunawan di halaman 18 – 21. Inilah dasar pemikiran yang membuat Saka bisa mengeluarkan kata-kata yang bikin melting akuhhh.

Hal 23 menggambaran kehidupan rumah tangga Satya kakak dari Cakra, gambaran seorang suami yang pemarah, yang selalu complain masakan istri, yang selalu marahin anak sulungnya karena matematikanya jelek, kenapa rumah kurang rapi, kenapa anak  bungsunya masih ngompol, dll. Dia marah karena merasa telah bekerja keras di kilang minyak tengah laut, merasa menghidupi keluarganya, tapi yang dilihat tidak sesuai harapannya. Dia merasa berhak mendapatkan masakan yang enak saat di rumah, istirahat yang tenang tanpa ada keributan dari anak – anaknya. Bukan mala disuguhi rumah yang berantakan, anak yang ga bisa jawab soal itungan matematika padahal bapak dan ibunya adalah sarjana cumlaude. Sampai – sampai sang istri mengirim email agar di liburan minggu depan ia tak usah pulang. You know man? Wanita itu adalah ciptaan Tuhan yang tak bisa menahan rindu, jadi bisa dibayangkan dong betapa kecewanya rissa pada sang suami. Hingga suatu hari ada perubahan dalam diri Satya. Apa? Mengapa? Bagaimana? Baca novelnya sendiri aja deh….hehehe

Jalan jarang ada yang lempeng terus, dari Jakarta ke Yogyakarta pasti ada masanya nglewatin jalan yang jelek, bolong – bolong, ga rata begitu pula rumah tangga yang jalannya dimulai dari janji di depan penghulu sampai nanti keduanya terpisah, entah oleh kematian ataupun pertengkaran. Di setiap pertengkaran pasti menyisakan pertanyaan, siapa yang akan minta maaf duluan? Bagi pak Gunawan, meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal, Wujud dari sadar bahwa seseorang cukup mawas diri bahwa dirinya salah, wujud dari kemenangan dia melawan arogansi, wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf.

Ayah, bunda tolong liat bagaimana hebatnya parenting pak Gunawan di halaman 102 – 106.  How to cheer up your child without intimidate.

“menjadi panutan adalah tugas orang tua untuk semua anak”

Ah iya, saya lupa cerita kalau si Saka itu masih Jomblo saudara, Ladies… sini merapat.hahaha.. tapiii akhirnya dia jatuh cinta, and he decided to change, make a lil bit differences on how he looked. Tapi ada satu nasihat dari sang bapak yang tetap membuatnya punya landasan yang kuat agar tak terseret arus “ do what people want”

“Harga diri kamu datang dari dalam diri kamu dan berdampak keluar, bukan dari barang/orang luar yang berdampak ke dalam hati”

Saka itu, culun cupu kaku di depan wanita, tapi akhirnya dia nembak Ayu. Apa yang dia katakana saat nembak Ayu?

Marry me? Terlalu sederhana…

Would u be mine? Terlalu to the point..

“Ayuu.. Terima saya jika kamu lihat bahwa saya adalah perhiasan dunia dan akhirat yang baik untuk kamu.

Karena..

Kamu adalah perhiasan dunia dan akherat untuk saya.”

Siapa coba yang ga langsung lemes lututnya???

Ada juga cerita tentang 4 suami.

Sudah ya pemirsa saya ngantuk. Kalau saya nulis lagi ini bisa sampai 12 lembar, nanti saya dimarahin kakang dhidit pula, karena bisa – bisa saya nyeritain semua isi nulis novelnya.

Kang, boleh nanya ga? Walaupun kakang sudah bilang bahwa buku ini ditulis selama 2 tahun dan pengalaman 36 tahun jadi anak. Tapi kang novel ini tuh kayaknya buutuh waktu lebih dari itu. Kang, jujur aja sama saya. Berapa banyak wanita yang jadi bahan riset akang?hehehe…piece kang. Saya Cuma becanda. Kalau kakang tersinggung, bilang ke saya aja kang. Biar saya hapus. Soalnya ya kang, novel ini tuh.. kaya buku Tipler bagi anak Tehnik Fisika, Panduan wajib bagi suami, ayah dan anak juga kakak, istri juga kang. Big thanks kang udah bikin buku sebagus ini.

Note : ini bukan dalam rangka GA atau ikut lomba dari kakang Adhitya, murni ditulis dari dalam hati saya. Tapi Kalau setelah kang Adhitya baca ini, lalu kasih saya buku buat diriview, saya dengan senang hati membacanya. *ngarep*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s