Lost in Thailand Chapter 1

Sebenarnya ini cerita 1 tahun lalu, 18 Mei 2014

Setelah dapat kesempatan buat liburan gratis (red : science camp) di Thailand, tepatnya di Distrik Nakhon Ratchasima. Pssssttt.. science camp ini, seluruhnya dibiayai oleh Synchrothron Light Research Institute, mulai dari pesawat sampai hotel dan makan selama di Thailand.

Jakarta pagi ini masih begitu lengang, jelas saja, adzan subuh bahkan belum berkumandang. Walau Cuma sempat tidur hanya 3 jam, tak apalah, syemangat buat melancong ke luar negri pertama kali, ngalahin rasa kantuk yang ada. Setelah mobil siap, kakak sepupuku dan suaminya mengantarku ke terminal 2 bandara Soekarno Hatta. Pesawat Air Asia yang akan membawaku terbang ke Thailand take off pada pukul 7.20. akhirnya pukul 5.30 sampai di depan terminal 2, celingak celinguk cari teman dari bandung dan Surabaya yang memang janjian buat berangkat bareng. Terlihat Mia bersama kedua orang tuanya telah menunggu di depan pintu masuk untuk Check in. segera saja kupeluk kakakku dan bersalaman sambil berpamitan. Deg – deg an rasanya. Setelah melewati pemeriksaan barang, kami langsung ke counter check in Air Asia untuk penerbangan ke Thailand, ternyata kami harus cetak boarding pass mandiri sebelum check in. walhasil kami langsung menuju mesin cetak boarding pass. Disitu ada pilihan cetak boarding pass dan check in. Berkali – kali aku pencet cetak boarding pass dan masukin kode booking kita, tapi kertas boarding pass tak kunjung keluar juga. Akhirnya iseng aku pencet yang “check in” dan masukin kode booking, eh ternyata langsung keluar lembar boarding pass. Setelah tercetak, kami segera ke counter check  in buat bayar tax dan masukin tas ke bagasi. Beres… ternyata Tri, Mas Fandy dan Freddy sudah menunggu di dekat counter check in. setelah itu kami naik ke lantai 2, solat subuh lalu masuk ke ruang tunggu. Sebelum masuk ke pesawat terlebih dahulu tiket dan paspor kita diperiksa dan diberi stempel oleh petugas imigrasi.

Akhirnya tiba waktunya kita untuk masuk ke pesawat, karena lapar ga nahan, akhirnya kami pesan makanan diatas pesawat. Walau agak mahal, daripada mati kelaparan deh.haha.. 45 ribu untuk nasi ayam, sedang mia dan tri pesan nasi kuning, sama juga 45rb, aqua kecil 10rb. Sebelum landing, kita mengisi formulir imigrasi, aku lupa apa aja isinya. Yang jelas, identitas diri kita seperti nama (Sesuai paspor), no paspor, alamat, keperluan kita di Negara tujuan, akomodasi di Negara tujuan, status kita (pelajar, pekerja,etc).

Setelah perjalanan selama 3,5 jam.. akhirnya kita menginjak bumi Thailand, Land of Smile. Kita langsung ngantri di pengecekan imigrasi, cek paspor, serahkan formulir, difoto dan dicap paspor kita. Jangan lupa ya buat minta cap ke bagian imigrasi. Karena itu penting! Kalau tidak kita akan bermasalah saat keluar dari Negara tersebut karena dikiranya kita imigran gelap.

Kita dijemput pukul 4 sore dan itu masih pukul 11 siang, karena perut keroncongan lagi, akhirnya kita cari makan di foodcourt bandara. Karena harus mencari yang halal, aku pesan bebek saja. Teman – teman yang lain pesan nasi goreng, dannnn… ternyata nasi gorengnya mengandung babi. Jadi mia, tri, mas fandi dan risha pada ga makan. Hanya freddy yang bisa makan. Sebelumnya kita memang sudah Tanya ke pegawai restoran, sayang mereka tidak bisa bahasa inggris, jadi yaaa… pasrah aja deh. Aku termasuk yang beruntung karena memilih pesan bebek panggang. Enak sih rasanya, jadi ada nasi, daging bebek panggang, timun, acar jahe merah dan sup udang dan pangsit ayam.

Kenyang makan, kita cari mushola, di depan mushola ada air minum gratis yang bisa diisi ke botol kita, tapi airnya paittttt… jadi mending beli aja deh. Nah pas solat, saya agak tercengang dengan musolanya, bersih, adem, nyaman dan wangi. Bedaa dengan musola di Indonesia, bahkan musola di sukarno hatta juga kalah cinn… nah setelah solat saya kenalan dengan seorang muslimah dari Thailand selatan yang berhijab, awalnya saya pikir dia dari Indonesia atau Malaysia. Kita berbincang sebentar kemudian berpisah. Mereka ramah loh.

Keluar dari musola, kita langsung gabung dengan gerombolan cowok – cowok yang sedang duduk di dekat 2 orang biksu. Teman saya yang berhijab *waktu itu saya belum berhijab* duduk tepat di samping biksu. Setelah beberapa lama, ada warga Thailand yang dengan sopan menginformasikan pada kita, supaya teman saya yang berhijab tersebut tidak duduk di sebelah biksu, karena hal tersebut tidak baik. Oooo… jadi ternyata di ajaran budha mengenal semacam “mukhrim” juga ya.. ada satu hal lagi yang memperkuat keyakinan saya tersebut. Jadi, kita dijemput dari bandara menuju Nakhon Ratchasima naik van gitu. Perjalanannya sekitar 4 jam. Waktu itu kita istirahat di semacam tempat istirahat yang biasanya ada di pinggir tol, ga sengaja teman wanita saya berpapasan mata dengan seorang biksu, dan biksu itu langsung menundukan pandangan.hmmmm…

Overall jalan di Thailand itu lebar dan lengang, saya sama sekali ga liat ada motor roda dua, mungkin saya lewat semacam jalan tol kali ya, dan kalau belokan atau U – Turn, mereka pakai jalan layang gitu. Jadi ga bikin macet kendaraan yang ada di depannya. Dan lengangnya, mungkin karena saat itu Thailand sedang ada summer holiday. Yes, Thailand punya summer holiday loh.. walaupun termasuk Negara tropis dengan 2 musim yang sama kaya Indonesia.

Ohya, makanan di Thai itu hampir semuanya asemmm… bahkan kfc atau cfc nya pun ayamnya ada yang pakai saus asam2 gitu. Sampai di hotel jam 9 malam, langsung mandi, solat dan tidur. Teman sekamar saya wanita cantik dari Malaysia, mahasiswi s2 di bidang bioteknologi, dia bilang ke saya, dia bisa bahasa Indonesia sedikit – sedikit.

*ga ada poto yaa… waktu itu aku belum berjilbab*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s