Dreams

Hallo fatma, apa kabarmu? Bahagiakah dirimu disana? Adakah hidupmu sekarang telah sesuai dengan apa yang kamu impi – impikan?

Sudah, berhentilah khawatir bahwa hidupmu akan melenceng jauh dari apa yang kau inginkan. Sekarang, coba kau tuliskan dengan jelas kehidupan mendatang seperti apa yang kau inginkan. Jangan – jangan gambaranmu pun masih buram karena kau takut bermimpi? Takut bahwa suatu saat kamu akan kecewa karena  banyak mimpimu yang tak terwujud.iya? jadi karena itu kau bahkan takut untuk menggantungkan mimpi – mimpimu fat?

Malang nian dirimu sayang. Sini.. kuberitau kau sesuatu. Jika bermimpi saja kau takut, bagaimana kau akan memilikinya? Justru dengan adanya mimpi itu, kau akan bersemangat menjalani hari – harimu selanjutnya, karena kau punya tujuan, kau punya target untuk kau raih. Coba lihat dirimu beberapa tahu silam, saat kau bermimpi untuk bisa masuk di Universitas. Kau jadi tau kan, apa yang harus kau kerjakan setiap hari untuk mendekatkan mimpiu pada kenyataan?

Sudah.. sudah.. kalau kau masih saja ragu. Kemungkinan terburuk yang akan kau alami adalah kekecewan. Kau telah berulang kali mengalami kekecewaan. Kecewa tentang cinta misalnya? Lalu.. apakah hal itu merusak kehidupanmu yang sekarang? Tidak bukan? Waktu menghadirkan banyak hal untuk mengobati kekecewaanmu itu.

Baiklah, dimulai dari pekerjaan,

Seperti yang aku impikan dulu, aku ingin kerja di kantor, di ruangan berAC, pakai pakaian bagus, berdandan cantik dan bergaji besar. Saat ini mimpiku meningkat, aku ingin bekerja di lingkungan yang positif, orang – orangnya baik, saling membantu satu sama lain, setiap pegawainya berpikir positif, mengucapkan kata – kata yang positif, baik dan sopan. Tingkah lakunya pun selalu mengarah ke kebaikan dan pengembangan diri. Perusahaan adalah perusahaan yang mendukung karyawannya untuk terus belajar dan berkembang. Mengirim karyawannya, termasuk saya, untuk mengikuti berbagai macam training, entah itu training motivasi, pengembangan kepribadian dan skill komunikasi serta kemajuan skill untuk menjadi ahli. Menyenangkan bukan? Perusahaan yang membawa saya untuk lebih taqwa kepada Allah. Membuat saya menjadi anak yang lebih berbakti pada orang tua, dan semakin dicintai pasangan. Setiap beberapa bulan sekali, ada family gathering, outbond yang mempererat persaudaraan dan menjalin keakraban antar karyawan dan boss. Lalu, kantor yang jujur. Yang taat pada peraturan. Kantor yang sadar dan menjadikan karyawannya sebagai asset yang paling berharga, sehingga hak – hak karyawan terpenuhi. Bahkan saya sebagai karyawan wanita di kantor tersebut merasa sangat dimanjakan dengan cuti haid yang saya dapat setiap bulan, cuti kehamilan dan menyusui selama 1 tahun. Wow banget kan ya? Iya, karena bos saya sadar bahwa wanita adalah tombak penerus bangsa ini. Sehingga ia tak ingin ada ibu yang menelantarkan bayinya yang masih merah karena harus bekerja. Selama cuti pun, gaji tetap dibayar utuh. Yang pasti gaji saya cukup untuk melunasi cicilan rumah, mobil, beli buku, kirim ke mama dan mertua, memenuhi hobi traveling, masak, baca dan berbagi dengan kaum dhuafa sekampung, bahkan untuk tabungan pendidikan anak masih bisa sisa. Kira kira 30 an juta per bulan. Untuk kesehatan saya, mama dan keluarga juga sudah ada asuransi dari kantor. Jenjang karir dan kenaikan gaji pun jelas, sistemnya begitu teratur dan menyenangkan, apalagi kantor menawarkan jaringan International, yang memungkinkan saya untuk berinteraksi dengan orang – orang dari berbagai belahan dunia.Duh… bahagianya.

Tapi, aku tak ingin selamanya jadi karyawan. Kira – kira sebelum usia 35 tahun. Aku ingin punya usaha sendiri . dulu aku pernah menginginkan memiliki banyak petak sawah yang berada tepat di depan kampoeng kakekku, kenapa? Aku merasa sayang saja jika kealamiannya dirusak dengan bangunan – bangunan beton perumaan. Aku tidak suka melihat matahari tenggelam di balik atap – atap rumah yang menjulang tinggi. Aku ingin menjadikannya sebagai tempat rekreasi yang alami, agar anak- anak di tahun 2020 an bisa belajar menanam padi sambil bermain lumpur, memancing di sungai dan berlarian menerbangkan layangan, seperti aku waktu kecil. Hihihi… sedikit bandel memang. Jadi intinya, aku ingin menjadikan desa ku menjadi desa wisata, ada gubug – gubug tempat beristirahat bagi para orang tua dan anak – anak sambil menikmati lezatnya makan siang yang dimasak oleh ibu – ibu di kampungku, makan siang di tengah semilir angin sawah enak kan? lalu anak – anak belajar membajak sawah, menangkap ikan, bercocok tanam, dan membuat pecut, yaitu cambuk yang terbuat dari rotan dan wool yang dibentuk runcing diujungnya. Rasanya, dulu di desaku masih ada beberapa pengrajin pecut. Semoga mereka diberi panjang umur untuk membantuku mewujudkan mimpiku ini. Aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s