Berbincang Tentang Kematian

Sambil mengunyah apel yang baru saja kukupas, sayup – sayup terdengar suara siaran dari masjid. Apalagi kalau bukan pengumuman tentang orang yang baru saja meninggal. Tiba – tiba saja pikiranku tersentak, teringat bahwa hidup begitu singkat. Teringatkan bahwa dalam waktu yang begitu singkat terkadang aku habiskan untuk berfokus pada hal yang sia – sia. Memikirkan hal – hal yang tak kumiliki sehingga aku lupa bersyukur atas nikmat yang Tuhan limpahkan untukku. Menghabiskan waktu memikirkan cara membalas luka yang mereka torehkan, berusaha sukses untuk membungkam mulut para penghina. Mengapa aku lupa bahwa masih banyak mereka yang mencintaiku, menunggu aku duduk bersama mereka, saling berbagi dan bersenang – senang.menghabiskan waktu untuk menyenangkan mereka yang mencintaiku pasti lebih menyenangkan. Atau berusaha sukses untuk bisa lebih membanggakan dan membahagiakan orang – orang yang selalu membersamai, pasti  lebih mendamaikan daripada sukses hanya untuk membuat orang – orang yang meremehkan menjadi bisu.
Mengeluh karena kepanasan dan kehujanan saat naik motor, memandang iri pada mereka yang dengan melenggang anggun dengan mobil. Kenapa lupa mensyukuri bahwa aku punya kaki yang kuat dan menapak dengan sempurna, yang pastinya harganya jauh lebih mahal dari Lamborghini sekalipun. Dan itu Allah beri gratis. Bukankah bersyukur membuat hati lebih bahagia karena menerima? Tapi bukan berarti hal ini membuatku berpasrah begitu saja menerima keadaan tanpa mengusahakan menjadi lebih baik. Bukan, bukan itu.. aku hanya tidak ingin menjadi hamba yang selalu mengeluh, berpasrangka bahwa Tuhan tidak adil, menghujat keadaan, lupa betapa banyak hal lain yang bisa kita syukuri darpada hanya mengeluhkan 1 hal yang tidak kita punya.
Hidup begitu singkat, aku ingin mengisi sisa waktu yang kupunya dengan lebih banyak beribadah, lebih banyak berbuat baik untuk orang lain, lebih banyak meluangkan waktu untuk mereka yang mencintaiku, lebih banyak bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan, berfokus pada mimpi bukan pada apa yang tak kumiliki. Karena bisa saja 5 menit setelah ini nyawaku telah dicabut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s