Mengurus Perijinan Radiografi Industri Terbuka

Kali ini saya ingin cerita tentang pengalaman saya mengurus ijin radiografi untuk industri fasilitas terbuka di BAPETEN. Sejak 1 september saya bekerja di PT Hitek Sukses Makmur, saat ini saya bekerja di kantor pusatnya di Jakarta Pusat, sedangkan cabangnya ada di BATAM. Sejak September dan baru kelar Desember ini saya mengurusi segala tetek bengek perijinan. Kira – kira ada 19 syarat untuk perijinan industry fasilitas terbuka ini :
1 Fotokopi KTP atau KITAS pemohon
2 Fotokopi surat keterangan domisili perusahaan
3 Fotokopi akta pendirian badan hukum atau badan usaha
4 Fotokopi SIUP atau SIUT atau Kontrak Karya
5 Prosedur operasi peralatan radiografi
6 Fotokopi spesifikasi teknis peralatan radiografi
7 Fotokopi sertifikat peralatan radiografi
8 Fotokopi sertifikat zat radioaktif
9 Gambar tempat penyimpanan zat radioaktif
10 Fotokopi sertifikat kalibrasi surveymeter
11 Fotokopi bukti pengiriman / hasil evaluasi / pemantau dosis perorangan (film badge/TLD badge)
12 Fotokopi sertifikat kalibrasi dosimeter perorangan baca langsung
13 Program proteksi dan keselamatan radiasi
14 Program keamanan sumber radioaktif
15 Laporan verifikasi keselamatan radiasi
16 Laporan verifikasi keamanan sumber radioaktif
17Hasil pemeriksaan kesehatan pekerja radiasi
18 Fotokopi Surat Izin Bekerja (SIB) Petugas Proteksi Radiasi (PPR), Ahli Radiografi (AR) dan Operator Radiografi (OR)
19 Fotokopi sertifikat pelatihan keamanan sumber radioaktif untuk Petugas Keamanan Sumber Radioaktif.

Bagaimana lumayan banyak kan ya? Apalagi perusahaan ini baru aja ada perombakan, dan pegawai lama hanya tinggal 1 orang, file – file berantakan semua, nyebar ga karuan. Saya harus memunguti sisanya satu persatu. Akhirnya berikut adalah langkah saya:

  1. Mencari dan mempelajari syarat – syarat kelengkapan dokumen perijininan.
    Memunguti sisa dokumen yang masih bisa dipakai lalu merevisi ulang menatanya menjadi dokumen baru.
  2. Memenuhi kelengkapan syarat pegawai, seperti hasil medical check up, SIB PPR, AR, OR, dan surat resign dan kartu dosis dari perusahaan sebelumnya.
  3. Sambil menjalankan misi no 3, saya melengkapi dan mengurus kalibrasi surveymeter  dan pendose serta sewa TLD badge ke PTKMR BATAN.
  4. Menyatukan semua ijin dan kelengkapan perijinan, scan dan masukan ke CD. Karena mulai tahun ini BAPETEN mengurangi penggunaan kertas dan memulai layanan fasilitas Online.kami belum membeli ZRA, karena khawatir meluruh banyak akibat proses perijinan yang lama.
  5. Membuat akun BALIS online yang lumayan agak lama.
  6. Meyerahkan semua kelengkapan perijinan dalam bentuk softcopy (CD) dan surat kuasa dalam bentuk hard copy juga, dengan materai.
  7. Menunggu hasil evaluasi BAPETEN sambil mencari – cari importir ZRA terbaik dan termurah.
  8. Setelah evaluasi pertama dari BAPETEN muncul, terlihat bahwa kekurangan kita adalah surat resign OR kita dari perusahaan sebelumnya dipertanyakan, karna namanya masih dipakai di PT lain, serta Decay Chart dan data ZRA kami belum ada. *iya pak. Kami belum beli*
  9. Setelah itu kami putuskan membeli dari PT INUKI, setelah semua syarat lengkap kami menunggu hasil evaluasi selanjutnya. Dan alhamdulilah lolos, lalu keluar tagihannya sebesar 1,1 juta untuk perizinan baru. Karena pada tahun 2012 kami mengajukan surat penghentian kegiatan radiografi, jadi diitungnya ini sebagai pengajuan ijin baru, bukan perpanjangan.
  10. Setelah dibayar, ternyata kami tak lantas mendapat sertifikatnya. Padahal ZRA kami keburu meluruh. Kira – kira 1 Ci/ hari lah, dari aktivitas awalnya 82 Ci.
  11. Kami mendapat kabar bahwa ijin kami sudah dicetak. Gembira dong yah, udah mau kelar nih. Ternyata pemirsa, surat kami memang sudah dicetak pada hari kamis  27 November, tapi belum ditandatangani direktur DPFRZR nya. Hadeh.. kami mesti 3x bolak balik Tanya ke BAPETEN mengenai ijin kami. Akhirnya Rabu 5 November 2014 ijin kami selesai.
  12. Sambil nunggu ijin kami dicetak, saya ngurusin ijin pengangkuatan juga, yang nama bekennya BALIS EXIM. Dan ternyata cukup melelahkan dan memakan waktu juga. Tapi untungnya kami cukup mengurusnya online, isi formulir dan upload dokumen. Tapi karena saya baru pertama kali, jadi masih meraba – raba ya saya sampai 2x percobaan baru lolos, itupun Tanya kanan kiri dan browsing sana sini.
  13. Ijin pengangkutan keluar 2 hari kemudian.

Dan hari ini semua selesai, ZRA Sudah dikirim ke BATAM, pengiriman hari jumat diambil forwarder, hari selasa sampai di BATAM.
Dibawah ini adalah time table nya

image

4 thoughts on “Mengurus Perijinan Radiografi Industri Terbuka

  1. kak, boleh minta contoh Program proteksi radiasi dan keselamatan untuk radiografi industri(sinar X kalo ada)? tolong kirim ke email saya. terima kasih😀

  2. maaf mau tanya ceeta, punya contoh Fotokopi bukti pengiriman / hasil evaluasi / pemantau dosis perorangan (film badge/TLD badge) gak??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s