Terimakasih Sayang

Selamat malam sayang,

Jakarta lumayan dingin dan pagi ini aku bangun disambut semburat jingga di ufuk timur. Aku perhatikan birunya langit yang menenangkan. Sambil bersyukur dengan trilyunan nikmat yang Allah berikan padaku. Salah satunya adalah kamu.

Lewat perbincangan malam yang lalu, kamu menyadarkanku bahwa aku punya lelaki yang lebih dari yang kumau.

Siang kemarin, saat kau menemaniku makan siang. Aku perhatikan setiap detail gurat wajahmu, menelisik ke dalam matamu yang sibuk tertuju pada layar smartphone mu. Ah sayang., aku mendengus kesal dalam hati. Bisakah kau letakkan benda itu, aku di depanmu, tapi benda pintar itu menyita matamu. Kekasihmu di depanmu tapi kau sibuk berinteraksi dengan temanmu yang jauh disana. Kau bisa lakukan itu setelah aku pulang sayang. Aku berkata dalam hati “tatap aku sayang, make up ku ringan siang ini. aku mengikat setengah rambutku ke belakang dari yang biasanya kuurai atau hanya kuikat kuncir kuda.” Hahaha..

Sayang, aku di depanmu. Kita bersama, bisakah sejenak kita singkirkan smartphone dari genggaman tangan kita sejenak selama tidak ada hal penting yang perlu kita lakukan dengan benda itu?

Kita bisa saling bercerita, atau kalau tidak ada cerita sekalipun aku suka diam2 menatapmu lekat. Mengingat kisah – kisah kita atau tiba2 membayangkan sesuatu yang indah tentang kita.

Ah iya, ditengah guyuran hujan siang tadi, setelah menikmati semangkuk ramen hangat, lalu kau menelpon ibumu dan kau meminta doa ibumu untuk ku. Aku bahagia, aku berusaha menyimpan senyumku yang hampir – hampir meledak karena bahagia. Aku suka.. terimakasih sayang telah mengundangku masuk dalam hidupmu dan menyusupkan namaku dalam doa ibumu. Terimakasih sayang.

Dan lagi saat kau minta aku untuk pergi ke tukang jahit, menuliskan beberapa ukuran bagian tubuhku untuk dibuatkan seragam keluarga di pernikahan kakakmu nanti. It’s more than a word that you are seriously put me in your family . Terimakasih sayang .

Kata seorang penulis, namanya Fahd Pahdepie,kalau kamu penasaran, coba searching di facebook ay.. kata dia, Menampilkan foto pasangan pada publik seperti yang kau lakukan , adalah sebuah cara mengatakan bahwa “aku bangga menjadi pendampingmu” iyakah sayang? Terimakasih ya..

Satu lagi dan yang terpenting sayang. Masih ingat kek Jamil Azzaini kan ya? Penulis buku Move On, yang waktu itu kita ketemu di seminar “main property gaya anak muda”. Bukunya bagus banget loh sayang. Coba tuntaskan deh.  Lewat tulisannya di web tadi pagi tentang mencari pendorong. Beliau berpesan “Keberhasilan seseorang selain keinginan yang kuat juga dorongan dari orang lain. Carilah orang yang mampu mendorong kita untuk terus makin tumbuh” sepertinya aku sudah punya dua sayap pendorong. Mama dan kamu. Terimakasih untuk support, pengingat dan banyak hal yang telah kamu lakukan untukku. Aku tak akan keberatan dan dengan senang hati untuk menghebatkanmu.

IMG-20141124-WA0005 cats

Sekelumit dari sekian syukurku memilikimu. Terimakasih Allah. Terimakasih sayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s