Sekeping Hati yang Harus Dijaga

Dua kali merasakan sakitnya dikhianati, membuatku sedikit lebih melonggarkan hati. Melonggarkan hati? Yaa..  melonggarkan hati yang kumaksud disini adalah membebaskannya memilih pilihan – pilihan yang memang bisa dia pilih, bukan menuntutnya untuk tetap berdiri disampingku. Pastinya dia harus tau dengan konsekuensi dari pilihannya tersebut, paham akan komitmen yang telah ia ucapkan sebelumnya dan menerima segala resikonya.

Istilahnya orang jawa “semeleh” ya, semua kupasrahkan kepada Allah. Jika memang dia baik untukku maka Allah akan menjaga semuanya dengan baik, namun apabila tidak ya sudah. Mungkin dia memang bukan lelaki yang tepat untukku. Aku meminta pada Allah seorang lelaki yang bersedia untuk kuhebatkan dan aku masih meyakini bahwa lelaki yang akan menjadi hebat adalah lelaki yang memperlakukan istrinya dengan baik.

hatii

sumber : twitter @hatiwanita

Sekelumit penggalan cerita di senja yang mulai meredup dari penulis dan konsultan pernikahan kenamaan. Pak Cahyadi Takariawan

“Hati-hati Menjaga Hati

Jangan bermain-main dengan hati dan perasaan Anda terhadap pasangan jenis. Orang Jawa mengatakan “sembrana agawe kulina”, atau “witing tresna jalaran saka kulina”. Semula hanya iseng (sembrana), tidak serius. Mungkin sekadar bercanda, bercerita, lama-lama menjadi kebiasaan dan terbiasa (kulina). Jika sudah berlanjut menjadi kebiasaan, maka Anda akan berada dalam suasana keterjebakan perasaan. Dua hati bertaut yang sangat rumit suasananya, terutama pada pasangan kekasih yang sama-sama sudah berkeluarga.

Ingat suami, ingat istri, ingat anak-anak, ingat keluarga besar, ingat posisi Anda di tempat kerja dan masyarakat. Hubungan gelap seperti itu bisa menghancurkan semua hal yang sudah Anda bangun bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Kredibilitas sebagai pemimpin, kehormatan sebagai suami, penghargaan sebagai orang tua, kebanggaan keluarga besar, posisi dan jabatan di tempat kerja, semua bisa hilang dan sirna karena cinta buta. Sekejap saja hilangnya.

Saya bertemu seseorang yang dicopot dari tempat kerjanya karena affair di kantor. Saya pernah pula bertemu seseorang yang dikeluarkan dari organisasi karena cinlok, padahal ia telah merintis organisasi tersebut sejak kecil hingga sekarang sudah sangat besar. Saya bertemu pula dengan seseorang yang kehilangan jabatan, kehilangan keluarga, kehilangan kepercayaan masyarakat, karena cinta buta pada istri orang lain.

Hati-hatilah menjaga hati. Jangan mudah jatuh hati. Ingat jatuh cinta sanggup membutakan mata hati Anda.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/01/19/26978/jatuh-cinta-bisa-membutakan-mata-hati/#ixzz3I01bCTvQ

Tulisan diatas seakan menjadi pengingat untuk diri sendiri, jika memang ada hati yang perlu dijaga agar tidak terpeleset pada cinta yang salah. Karena bisa jadi, cinta itu datang tanpa disadari. Dan saat kita sadar ia telah mengakar kuat di dalam hati.

Aku akan menggegammu lebih erat  jika kau mengeratkan genggamanmu bukan saat kau mulai merenggangkan jemarimu yang kau sisipkan diantara jari jari tanganku.

One thought on “Sekeping Hati yang Harus Dijaga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s