Ibu Madrasah Pertama sang Anak

“ Ibu adalah madrasah pertama bagi anak – anaknya”
IMG-20131109-00478
Saya rasa hal tersebut sangat benar adanya, bagaimana sang ibu berpolah dan bagaimana sang ibu mengajarkan banyak hal kepada anak – anaknya, mengajarkan tentang agama, ilmu, cara bersosialisasi, akhlak, dsb. Hal itu pula lah yang saya rasakan sebagai seorang anak yang meniru tingkah orang tua nya. Kebaikan – kebaikan dan hal positif yang ingin saya tiru. Lebaran kali ini saya punya cerita.
Setiap lebaran tiba, mama selalu mengajak saya berkeliling mengunjungi rumah saudara – saudara kami. Sebagai wanita jawa, mama adalah orang yang ramah. Walaupun mama tidak selembut wanita jawa yang sering digambarkan sebagai putri keraton. Tapi saya selalu melihat pancaran ketulusan di setiap pemberiannya, di setiap perlakuannya. Kepada saudara yang lebih tua kami selalu membawa buah tangan. Biasanya berupa teh, gula dan makanan ringan.
Mama selalu memberi saya pelajaran yang lebih dari itu. Hari ini kami mengunjungi teman – teman mama. Di akhir kunjungannya, Mama membawa saya ke rumah bude rumanti (pembantu tetangga sebelah) mbah penjual krupuk dan mbah penjual karak yang dulu biasa lewat di perumahan tempat tinggal saya. Mereka sudah sepuh (tua) dan bukan orang berpunya. Tapi mama tidak membeda – bedakan mereka, mama justru mengasihi mereka. Datang ke rumah mereka, sedikit membawa sembako untuk kebutuhan sehari – hari, mengobrol dengan mereka dan bahkan menanyakan makanan kesukaan mereka, supaya suatu saat bisa dibawakan untuk kunjungan berikutnya. Ahh.. begitu hebatnya mama. Terlihat beliau tulus berteman dengan mereka.
Bude rumanti, mbah krupuk dan mbah karak adalah janda. Dari mereka bertiga, bude rumanti yang paling muda, mungkin usianya sekitar 50 tahun dan satu – satunya dari mereka bertiga yang tinggal bersama keluarganya. Mbah krupuk dan mbah karak hidup sebatang kara, saya tidak begitu tahu apakah mbah krupuk dan mbah karak punya anak atau tidak. Mbah krupuk dulunya sering berkeliling perumahan kami dengan sepeda ontelnya, sesekali mampir ke rumah kami untuk minum dan mengobrol dengan mama. Semakin tua matanya semakin kabur untuk sekedar memandang, entah karena apa, dan sekarang beliau buta. Sehingga tak lagi berjualan krupuk. Saya tidak begitu tau detail kehidupan beliau setelah kebutaannya itu. Sesekali mama menengok ke rumahnya untuk sekedar mengobrol dan membawakan makanan untuk mbah krupuk. Sedangkan mbah karak sepertinya seusia dengan mbah krupuk hanya saja mbah karak lebih sehat. Mbah karak biasanya berjualan ke pasar di kota klaten, beliau berjalan kaki setiap harinya. Kadang kalo pas nyapu halaman, mama ketemu beliau, mama mengantarkan mbah karak pulang ke rumah pakai motor.
Kebiasaan mama tersebut memotivasi saya untuk bisa berbuat hal yang sama, saya lebih suka bersedekah secara langsung, yaitu kepada orang – orang di sekitar saya yang lebih membutuhkan. Biasanya uangnya saya kasih ke mama utuk disampaikan atau dibelikan kebutuhan untuk orang yang berhak menerima. Misalnya mbah manto. Ia membutuhkan semacam obat rematik, balsam dan sebagainya. Biasanya mama akan membelikan sebagian uangnya untuk obat – obatan. Hehe.. kadang saya suka sungkan kalo diajakin teman buat sedekah ke lembaga amil zakat seperti dompet dhuafa dll. Karena saya merasa lebih nyaman dan lebih tepat dengan jalan sedekah saya.
Mama juga orang yang mudah bergaul, dia gampang sekali akrab dengan orang dan memperoleh mitra kerja dari perkenalan – perkenalan singkat saat menunggu dokter, di dalam bis saat perjalanan pulang ke tempat mbah kakung, atau bahkan saat senam di studio.
Dulu saya adalah anak pemalu, minderan dan paling susah gaul. Tapi melihat mama yang seperti itu, sering mendapatkan kemudahan juga karena temannya yang banyak, saya jadi termotivasi. Dan inilah saya yang sekarang. Fatma yang suka berteman dan mudah mencari teman baru, fatma yang tidak canggung lagi saat di komunitas baru, bukan fatma yang minderan lagi untuk tampil di depan umum.
IMG-20131109-00473

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s