sistem manajemen mutu

PENGANTAR SISTEM MANAJEMEN MUTU
Tujuan Pembelajaran
o TPU: Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan memahami dasar-dasar SMM SNI 19-9001:2008
o TIK: Setelah pembelajaran ini peserta dapat:
1. menjelaskan alasan perlunya SMM;
2. menyebutkan 8 prinsip mutu;
3. Mengetahui pendekatan SMM, proses, dan metodologi PDCA;
4. Menyebutkan klausul-klausul SMM;
5. Memahami peran pimpinan puncak;
6. Menguraikan sistem dokumentasi;
Mengapa perlu SMM?
1. Pelanggan semakin menghendaki produk yang memuaskan kebutuhan dan harapan mereka;
2. Persyaratan yang ditentukan oleh badan pengawas, bahwa proses atau produk tertentu harus dikelola secara bermutu;
3. Kebutuhan dan harapan itu biasanya dinyatakan dalam spesifikasi produk atau persyaratan pelanggan;
4. Persyaratan pelanggan dapat ditentukan melalui kontrak yang diajukan secara formal oleh pelanggan atau secara sepihak oleh organisasi sendiri;
5. Bagaimanapun juga, pada akhirnya pelangganlah yang menetapkan keterterimaan produk;
6. Karena kebutuhan dan harapan pelanggan berubah, dan karena persaingan serta kemajuan teknologi, maka organisasi didorong untuk selalu memperbaiki produk dan prosesnya.

ISO
o The International for Standardization Organization adalah badan standar dunia yg dibentuk utk meningkatkan perdagangan internasional yg berkaitan dengan perubahan barang/jasa
o ISO berasal dari bahasa Yunani yg berarti SAMA
SEJARAH ISO
MILITARY STANDARDS(AKHIR ’60AN) ᅭ AQAP STANDARDS & DEFSTAN 05 SERIES (AKHIR ’70AN) ᅭBS 5750:1979 ᅭ ISO 9000 SERIES (1987, 1994, 2000)
Standar ISO 9000 series
o ISO 9000:2005 ‘ Quality Management Systems – Fundamentals &Vocabulary
o ISO 9001:2008 ‘ Quality Management Systems – Requirements
o ISO 9004:2000 ‘ Guidelines for performance improvement
o ISO 19011:2011 ‘ Guidelines on quality and environmental management systems auditing
Adopsi Identik Standar ISO 9000 series
o ISO 9000:2000 ‘ SNI 19-9000-2001
o ISO 9001:2000 ‘ SNI 19-9001-2001 ‘ SB 77.0001.80:2005
o ISO 9004:2000 ‘ SNI 19-9004-2001
o ISO 19011:2002 ‘ SNI 19-19011-2005
Kelompok SNI 9000:2001
o SNI 19-9000-2001: Sistem Manajemen Mutu-Dasar-dasar dan kosakata
o SNI 19-9001-2001/2008: Sistem Manajemen Mutu-Persyaratan; dan
o SNI 19-9004-2001:Sistem Manajemen Mutu-Panduan untuk perbaikan kinerja.
ISO 9000 menjelaskan
o Dasar-dasar sistem manajemen mutu dan
o Menetapkan terminologi untuk sistem manajemen mutu.
ISO 9001
Menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen mutu, yakni organisasi perlu menunjukkan kemampuannya dalam menyediakan produk yang:
o Memenuhi persyaratan pelanggan dan persyaratan peraturan yang berlaku;
o Mangarahkan untuk peningkatan kepuasan pelanggan
ISO 9004 menyediakan panduan yang mempertimbangkan
o Efektivitas dan efisiensi
SMM Arah dan standar ini adalah:
” Peningkatan kinerja organisasi
” kepuasan pelanggan dan pihak berkepentingan lain
ISO 19011
o Menyediakan panduan pada pengauditan SMM dan lingkungan
Secara bersama, kelompok ISO itu membentuk sekumpulan SMM
o Yang saling melengkapi
o Yang memfasilitasi pemahaman bersama dalam bisnis nasional dan internasional
Secara bersama, kelompok ISO itu membentuk sekumpulan SMM
o Yang saling melengkapi
o Yang memfasilitasi pemahaman bersama dalam bisnis nasional dan internasional
PRINSIP MANAJEMEN MUTU
o Untuk mengarahkan dan menjalankan organisasi yang berhasil, perlu pengarahan dan pengendalian dengan cara yang sistematis dan transparan
o Kesuksesan dapat dihasilkan dari penerapan dan pemeliharaan suatu SMM yang dirancang untuk meningkatkan kinerja secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan keperluan semua pihak yang berkepentingan
o Pengelolaan organisasi meliputi manajemen mutu dan manejemen laiinya
o Ada 8 prinsip mutu yang telah diidentifikasi yang dapat digunakan oleh manajemen puncak dalam rangka mengarahkan organisasi peningkatan kinerja
8 prinsip manajemen mutu
1. Fokus pada pelanggan
2. Kepemimpinan;
3. Keterlibatan Personil;
4. Pendekatan proses;
5. Pendekatan sistem pada manajemen
6. Perbaikan berkesinambungan (kontinual);
7. Pendekatan fakta pada pengambilan keputusan;
8. Hubungan yang saling menguntungkan dengan pemasok.
DELAPAN PRINSIP MUTU
FOKUS PADA PELANGGAN
o Organisasi bergantung pada pelanggannya
o Hendaknya memahami kebutuhan kini dan mendatang dari pelanggannya
o Hendaknya memenuhi dan berusaha melebihi harapan pelanggan
KEPEMIMPINAN
o Pemimpin menetapkan kesatuan tujuan dan arah organisasi.
o Hendaknya menciptakan dan memelihara lingkungan internal tempat personel dapat melibatkan dirinya secara penuh dalam pencapaian sasaran organisasi.
KETERLIBATAN PERSONIL
o Personil pada semua tingkatan adalah inti sebuah organisasi dan pelibatan penuh mereka memungkinkan kemampuannya dipakai untuk manfaat organisasi
PENDEKATAN PROSES
Hasil yang dikehendaki tercapai lebih efisien bila kegiatan dan sumber daya terkait dikelola sebagai suatu proses
PENDEKATAN SISTEM PADA MANAJEMEN
o Mengidentifikasi, memahami dan mengelola proses yang saling terkait sebagai sistem
o Memberi sumbangan untuk keefektifan dan efisiensi organisasi dalam mencapai sasarannya
PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN
Perbaikan berkesinambungan organisasi secara menyeluruh hendaknya dijadikan sasaran tetap dari organisasi
PENDEKATAN FAKTA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Keputusan yang efektif didasarkan pada analisis data dan informasi
HUBUNGAN YANG SALING MENGUNTUNGKAN DENGAN PEMASOK
o Organisasi dan pemasoknya saling bergantung
o Suatu hubungan yang saling mengun-tungkan meningkatkan kemampuan keduanya untuk menciptakan nilai
Tetapi..Sebagian Besar orang
1. Berbudaya lisan, jarang membaca, apalagi menulis
2. Tidak suka pekerjaannya diperiksa orang lainナ
3. Belum merasa berbahaya jika belum mengalami kecelakaanナ
4. Lebih bangga kalau dilayani banyak orang dari pada melayani, padahal melayani bukan berarti pelayan!
5. Kata “komitmen” dan “konsisten” belum menjadi bagian dari budaya kita
Pendekatan smm
1. Menentukan kebutuhan dan harapan pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan;
2. Menentukan proses dan tanggung jawab yang diperlukan untuk mencapai sasaran mutu;
3. Menentukan dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran mutu;
4. Menetapkan metode untuk mengukur efektivitas dan efisiensi tiap proses;
5. Menerapkan sarana pengukuran ini untuk menentukan efektivitas dan efisiensi tiap proses
6. Menentukan sarana pencegahan ketidaksesuaian dan penghilangan penyebabnya;
7. Menetapkan dan menerapkan proses perbaikan berkesinambungan dari sistem manajemen mutu.
Pendekatan Proses
Proses adalah rangkaian kegiatan saling terkait untuk mengubah input menjadi output

PDCA
PLAN. Rencanakan: tetapkan sasaran dan proses yang diperlukan agar menghasilkan produk sesuai dengan persyaratan pelanggan dan kebijakan organisasi
DO. Lakukan prosesnya
CHECK. Periksa: pantau dan ukur proses dan produk terhadap kebijakan, sasaran, dan persyaratan bagi produk dan laporkan hasilnya
ACTION. Tindaki: lakukan tindakan perbaikan kinerja proses secara berkesinambungan.
Klausul Utama
4. Sistem Manajemen Mutu
1. Persyaratan Umum
2. Persyaratan Dokumentasi
1. Umum
2. Manual/Panduan/Pedoman Mutu
3. Pengendalian Dokumen
4. Pengendalian Rekaman
5. Tanggung Jawab Manajemen
1. Komitmen manajemen
2. Fokus pada Pelanggan
3. Kebijakan Mutu
4. Perencanaan
1. Sasaran Mutu
2. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu
5. tanggung jawab manajemen, wewenang, & komunikasi
1. tanggung jawab manajemen, wewenang
2. wakil manajemen; 3. Komuniksi internal
6. Tinjauan manajemen
1. Umum; 2. masukan untuk kaji ulang; 3.keluaran dari kaji ulang manajemen
6. Pengelolaan Sumber Daya
1. Penyediaan sumber daya
2. Sumber daya manusia
1. umum; 2. kompensasi, kesadaran, dan pelatihan
3. Prasarana
4. Lingkungan kerja
7. Realisasi produk
1. Perencanaan realisasi produk
2. Proses yang berkaitan dengan pelanggan
1. Penetapan persyaratan dengan produk
2. Kaji ulang persyaratan yang berkaitan dengan produk
3. Desain dan Pengembangan
1. Perencanaan desain dan pengembangan
2. masukan desain dan pengembangan
3. Keluaran desain dan pengambangan
4. Kaji ulang desain dan pengembangan
5. Verifikasi desain dan pengembangan
6. Validasi desain dan pengembangan
7. Pengendalian perubahan desaian dan pengembangan
4. Pembelian
1. Proses pembelian
2. Informasi pembelian
3. Verifikasi produk yang dibeli
5. Produksi dan penyediaan jasa
1. Pengendalian produksi dan penyedia jasa
2. Validasi proses produksi dan penyedia jasa
3. Identifikasi dan mampu telusur
4. Milik pelanggan
5. Preservasi produk
6. Pengendalian sarana pemantauan dan pengukuran
8. Pengukuran, analisis, dan perbaikan
1. umum
2. Pemantauan dan pengukuran
1. Kepuasan pelanggan
2. Audit Internal
3. Pemantauan dan pengukuran proses
4. Pemantauan dan pengukuran
3. Pengendalian produk yang tidak sesuai
4. Analisis Data
5. Perbaikan
1. Perbaikan berkelanjutan
2. Tindakan perbaikan
3. Tindakan pencegahan
Proses dan pengendalian
1. Dokumen seperti, instruksi, spesifikasi gambar, atau media lainnya yang menggambarkan proses, menyatakan persyaratan atau menetapkan desaian harus dikendalikan
2. Setiap bagian dari proses yang menentukan mutu harus dikendalikan
3. Arti dikendalikan
– dibuatkan prosedurnya
– prosedurnya dilaksanakan
– ditindaklanjuti:
– perbaikan keadaan di lapangan
– prosedur ditinjau secara berkala dan jika diduga bermasalah
– prosedur direvisi, jika diperlukan
– dicatat hasilnya setelah dilaksanakan -‘ “Rekaman”
Struktur dokumentasi SMM

KLAUSUL 4.2.1 SB 77.0001.80:2005
DOKUMENTASI SMM HARUS MENCAKUP:
a) Pernyataan terdokumentasi dari kebijakan mutu dan sasaran mutu,
b) Manual mutu,
c) Prosedur terdokumentasi yang disyaratkan oleh standar ini,
d) Dokumen yang diperlukan oleh organisasi untuk memastikan perencanaan, operasi dan kendali prosesnya secara efektif, dan
e) Rekaman yang disyaratkan oleh standar ini

KEBIJAKAN DAN SASARAN MUTU
Kebijakan mutu
– Komitmen untuk mematuhi persyaratan
– Secara berkesinambungan meningkatkan keefektifan sistem manajemen mutu
Sasaran
– Sasaran yang akan dicapai secara khusus diturunkan dari kebijakan mutu organisasi
– Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, Time-frame (SMART)
Contoh Kebijakan Mutu
PSJMN memastikan bahwa layanan standardisasi dan asistensi sistem mutu memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku, dan terus menerus disesuaikan dengan perkembangan secara efektif serta disosialisasikan dengan baik.
Contoh Sasaran Mutu
o Tercapainya 80% proses layanan perumusan rancangan standar Batan sesuai dengan penilaian Tim Perumus Standar Batan,
o Tercapainya 80% proses layanan perumusan rancangan standar nasional Indonesia (RSNI 3) sesuai dengan penilaian Panitia Teknis (PT),
o Terlaksananya minimal 75% tepat waktu proses layanan akreditasi sistem manajemen laboratorium Batan dan sertifikasi sistem manajemen mutu unit kerja Batan;
o Terpenuhinya minimal 80% kepuasan pelanggan terhadap kinerja auditor proses layanan akreditasi sistem manajemen laboratorium Batan dan sertifikasi sistem manajemen mutu unit kerja Batan.
o Tercapainya minimum rata-rata 80% kepuasan pelanggan terhadap layanan asistensi sistem manajemen mutu dan kemampuan pengajar,
o Diperolehnya data minimal 90% dari indikator pemantauan manajemen mutu terpadu.
MANUAL MUTU
ADALAH :
Dokumen yang memberi informasi konsisten, baik ke dalam maupun ke luar tentang SMM organisasi.
Bersifat unik dan fleksibel.
MELIPUTI :
a) Lingkup sistem manajemen mutu, termasuk rincian pengecualian dari dan alasan pengecualian apa pun,
b) Prosedur terdokumentasi yang ditetapkan untuk sistem manajemen mutu, atau mengacu kepada prosedur tersebut, dan
c) Uraian dari interaksi antara proses-proses sistem manajemen mutu.

PROSEDUR TERDOKUMENTASI (1)
YANG DIPERSYARATKAN OLEH SB 77.0001.80-2005 :
1. Pengendalian dokumen (klausul 4.2.3)
2. Pengendalian Rekaman (klausul 4.2.4)
3. Audit Internal (klausul 8.2.2)
4. Pengendalian produk yang tidak sesuai (klausul 8.3)
5. Tindakan perbaikan (klausul 8.5.2)
6. Tindakan pencegahan (klausul 8.5.3)
4.2.3 Pengendalian dokumen
Harus dibuat suatu prosedur terdokumentasi u/ menetapkan pengendalian yg diperlukan u/:
a) menyetujui kecukupan dokumen sebelum diterbitkan,
b) meninjau & memutakhirkan seperlunya serta u/ menyetujui ulang dokumen,
c) memastikan bahwa perubahan & status revisi terkini dari dokumen ditunjukkan,
d) memastikan bahwa versi relevan dari dokumen yg berlaku tersedia di tempat pemakaian,
e) memastikan dokumen selalu dpt dibaca & mudah dikenali,
f) memastikan bahwa dokumen yg berasal dari luar dikenali & distribusinya dikendalikan, dan
g) mencegah pemakaian dokumen kadaluarsa yg tak disengaja dan menerapkan identifikasi sesuai dgn dokumen tsb, apabila disimpan u/ maksud tertentu.
4.2.4 Pengendalian rekaman
Rekaman harus ditetapkan & dipelihara u/ memberikan bukti kesesuaian dengan persyaratan dan beroperasinya secara efektif SMM.
Rekaman harus tetap mudah dapat dibaca, siap ditunjukkan, dan diambil.
Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan untuk menetapkan kendali yang diperlukan untuk identifikasi, penyimpanan, perlindungan, pengambilan, masa simpan, dan pembuangan rekaman.
8.2.2 Audit internal (3)
Tanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan pelaksanaan audit, serta pelaporan hasil dan pemeliharaan rekaman (lihat 4.2.4) harus ditetapkan dalam prosedur terdokumentasi.
Manajemen yang bertanggung jawab atas area yang diaudit harus memastikan bahwa tindakan dilakukan tanpa ditunda untuk menghilangkan ketidaksesuaian dan penyebab ketidaksesuaian yang ditemukan. Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi tindakan yang dilakukan dan pelaporan hasil verifikasi (lihat 8.5.2).
8.3 Pengendalian produk yang tidak sesuai
Organisasi harus memastikan bahwa produk yang tidak sesuai dengan persyaratan produk diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah pemakaian atau penyerahan yang tidak dikehendaki. Pengendalian dan tanggung jawab serta wewenang yang terkait dengan produk yang tidak sesuai harus ditetapkan dalam prosedur terdokumentasi.
Organisasi harus menangani produk yang tidak sesuai dengan satu atau lebih dari cara berikut:
a) dengan melakukan tindakan untuk menghi-langkan ketidaksesuaian yang ditemukan;
b) dengan membolehkan pemakaian, pelepasan atau penerimaan melalui konsesi oleh kewenangan yang relevan dan, apabila mungkin oleh pelanggan;
c) dengan melakukan tindakan untuk mencegah pemakaian atau aplikasi awal yang dimaksudkan.
8.5.2 Tindakan korektif (2)
Harus ditetapkan prosedur terdokumentasi untuk menetapkan persyaratan bagi:
a) peninjauan ketidaksesuaian (termasuk keluhan pelanggan),
b) penetapan penyebab ketidaksesuaian,
c) penilaian kebutuhan tindakan untuk memastikan bahwa ketidaksesuaian tidak terulang,
d) penetapan dan penerapan tindakan yang diperlukan,
e) rekaman hasil tindakan yang dilakukan (lihat 4.2.4), dan
f) peninjauan tindakan korektif yang dilakukan.
8.5.3 Tindakan pencegahan (2)
Harus ditetapkan prosedur terdokumentasi untuk menetapkan persyaratan bagi:
a) penetapan ketidaksesuaian potensial dan penyebabnya
b) penilaian kebutuhan akan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian,
c) penetapan dan penerapan tindakan yang diperlukan,
d) rekaman hasil tindakan yang dilakukan (lihat 4.2.4), dan
e) peninjauan tindakan preventif yang dilakukan.
REKAMAN
REKAMAN YG DIPERSYARATKAN OLEH SB 77.0001.80-2005 :
Terdapat 21 rekaman, namun dapat berkurang apabila terdapat pengecualian.
Klausul 4 Sistem Manajemen Mutu
4.1 Persyaratan Umum SMM ( 1 )
o Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, mengimplementasikan, & memelihara SMM dan terus-menerus memperbaiki keefektifannya sesuai dengan persyaratan Standar ini.
o Organisasi harus:
o mengetahui proses yg diperlukan u/ SMM & aplikasinya di seluruh organisasi,
o menetapkan urutan & interaksi proses-proses tsb,
o menetapkan kriteria & metode yang diperlukan u/ memastikan bahwa baik operasi maupun kendali proses-proses tsb efektif,
o memastikan tersedianya sumber daya & informasi yg diperlukan u/ mendukung operasi & pemantauan proses-proses tsb,
o memantau, mengukur & menganalisis proses-proses tsb,
o mengimplementasikan tindakan yg diperlukan u/ mencapai hasil yg direncanakan & perbaikan berkesinambungan dari proses-proses tsb.
o Proses-proses tsb harus dikelola o/ organisasi sesuai dgn persyaratan Std ini.
o Apabila organisasi memilih u/ menyerahkan kpd pihak lain, proses apa pun yg mempengaruhi kesesuaian produk pd persyaratan, maka organisasi harus memastikan adanya kendali pd proses itu. Kendali pd proses yg diserahkan kpd pihak lain tsb, harus ditunjukkan dlm SMM.
4.2 PERSYARATAN dOKUMENTASI
4.2.2. Manual Mutu
o lingkup SMM, termasuk rincian pengecualian & alasan pengecualian apa pun,
o prosedur terdokumentasi yg ditetapkan u/ SMM, atau mengacu kpd prosedur tsb, dan
o uraian dari interaksi antara proses-proses SMM.
4.2.3 Pengendalian dokumen
o Harus dibuat suatu prosedur terdokumentasi u/ menetapkan pengendalian yg diperlukan u/:
– menyetujui kecukupan dokumen sebelum diterbitkan,
– meninjau & memutakhirkan seperlunya serta u/ menyetujui ulang dokumen,
– memastikan bahwa perubahan & status revisi terkini dari dokumen ditunjukkan,
– memastikan bahwa versi relevan dari dokumen yg berlaku tersedia di tempat pemakaian,
– memastikan dokumen selalu dpt dibaca & mudah dikenali,
– memastikan bahwa dokumen yg berasal dari luar dikenali & distribusinya dikendalikan, dan
– mencegah pemakaian dokumen kadaluarsa yg tak disengaja dan menerapkan identifikasi sesuai dgn dokumen tsb, apabila disimpan u/ maksud tertentu.
4.2.4 Pengendalian rekaman
o Rekaman harus ditetapkan & dipelihara u/ memberikan bukti kesesuaian dengan persyaratan dan beroperasinya secara efektif SMM.
o Rekaman harus tetap mudah dapat dibaca, siap ditunjukkan, dan diambil.
o Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan untuk menetapkan kendali yang diperlukan untuk identifikasi, penyimpanan, perlindungan, pengambilan, masa simpan, dan pembuangan rekaman.
Klausul 5 Tanggung Jawab Manajemen
5.1 Komitmen Manajemen
o Pimpinan puncak harus memberi bukti komitmennya pada penyusunan dan implementasi sistem manajemen mutu serta perbaikan berkesinambungan keefektifannya dengan:
a) mengkomunikasikan ke organisasi pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan perundang-undangan,
a) menetapkan kebijakan mutu,
b) memastikan sasaran mutunya ditetapkan,
c) melakukan tinjauan manajemen, dan
d) memastikan tersedianya sumber daya.
5.2 Fokus pada pelanggan
o Pimpinan puncak harus memastikan bahwa persyaratan pelanggan ditetapkan dan dipenuhi dengan sasaran untuk meningkatkan kepuasan pelanggan (lihat 7.2.1 dan 8.2.1).
5.3 Kebijakan mutu
o Pimpinan puncak harus memastikan bahwa kebijakan mutu:
a) sesuai dengan sasaran organisasi,
b) mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan dan terus-menerus memperbaiki keefektifan sistem manajemen mutu,
c) menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran mutu,
d) dikomunikasikan dan dipahami dalam organisasi, dan
e) ditinjau agar terus-menerus sesuai.
5.4.1 Sasaran mutu
o Pimpinan puncak harus memastikan bahwa sasaran mutu, termasuk yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan produk ( lihat 7.1 a ), ditetapkan pada fungsi dan tingkat relevan dalam organisasi. Sasaran mutu harus terukur dan konsisten dengan kebijakan mutu.
5.4.2 Perencanaan sistem manajemen mutu
o Pimpinan puncak harus memastikan bahwa:
a) perencanaan sistem manajemen mutu dilakukan untuk memenuhi persyaratan yang diberikan dalam 4.1, seperti juga sasaran mutu, dan
b) integritas sistem manajemen mutu dipelihara, apabila perubahan pada sistem manajemen mutu direncanakan dan diimplementasikan.
5.5.1 Tanggung jawab dan wewenang
o Pimpinan puncak harus memastikan bahwa tanggung jawab dan wewenang ditetapkan dan dikomunikasikan dalam organisasi.
5.5.2 Wakil manajemen
o Pimpinan puncak harus menunjuk seorang anggota manajemen yang, di luar tanggung jawab lain, harus memiliki tanggung jawab dan wewenang yang meliputi:
a) memastikan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu ditetapkan, diimplementasikan dan dipelihara,
b) melaporkan kepada pimpinan puncak tentang kinerja sistem manajemen mutunya dan kebutuhan apa pun untuk perbaikan, dan
c) memastikan promosi kesadaran tentang persyaratan pelanggan di seluruh organisasi.
5.5.3 Komunikasi internal
o Pimpinan puncak harus memastikan bahwa proses komunikasi yang sesuai telah ditetapkan dalam organisasi, dan bahwa terjadi komunikasi mengenai keefektifan sistem manajemen mutu.
5.6.1 Umum
o Pimpinan puncak harus meninjau sistem manajemen mutu organisasi, pada selang waktu terencana, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya terus berlanjut. Tinjauan ini harus mencakup penilaian peluang perbaikan dan keperluan akan perubahan pada sistem manajemen mutu, termasuk kebijakan mutu dan sasaran mutu.
o Rekaman tinjauan manajemen harus dipelihara (lihat 4.2.4).
5.6.2 Masukan untuk tinjauan manajemen
o Masukan untuk tinjauan manajemen harus mencakup informasi tentang:
a) hasil audit,
b) umpan balik pelanggan,
c) kinerja proses dan kesesuaian produk,
d) status tindakan preventif dan tindakan korektif,
e) tindak lanjut tinjauan manajemen yang lalu,
f) perubahan yang dapat mempengaruhi sistem manajemen mutu, dan
g) saran-saran untuk perbaikan.
5.6.3 Keluaran dari tinjauan manajemen
o Keluaran dari tinjauan manajemen harus mencakup keputusan dan tindakan apa pun yang berkaitan dengan:
a) perbaikan pada keefektifan sistem manajemen mutu dan proses-prosesnya,
b) perbaikan pada produk berkaitan dengan persyaratan pelanggan, dan
c) sumber daya yang diperlukan.
Klausul 6 Pengelolaan Sumber Daya
6.1 Penyediaan sumber daya
o Organisasi harus menetapkan dan menyediakan sumber daya yang diperlukan:
a) untuk menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu dan terus-menerus memperbaiki keefektifannya, dan
b) untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memenuhi persyaratan pelanggan.
6.2.1 Umum
o Personel yang melaksanakan pekerjaan yang mempengaruhi mutu produk harus memiliki kompetensi atas dasar pendidikan, pelatihan, keterampilan dan pengalaman yang sesuai.
6.2.2 Kompetensi, kesadaran dan pelatihan
o Organisasi harus:
a) menetapkan kompetensi yang diperlukan bagi personel yang melaksanakan pekerjaan yang mempengaruhi mutu produk,
b) menyediakan pelatihan atau melakukan tindakan lain untuk memenuhi kebutuhan ini,
c) menilai keefektifan tindakan yang dilakukan,
d) memastikan bahwa personelnya sadar akan relevansi dan pentingnya kegiatan mereka dan bagaimana sumbangan mereka bagi pencapaian sasaran mutu, dan
e) memelihara rekaman yang sesuai tentang pendidikan, pelatihan, keterampilan dan pengalaman (lihat 4.2.4).
6.3 Prasarana
o Organisasi harus menetapkan, menyediakan dan memelihara prasarana yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian pada persyaratan produk.
o Prasarana mencakup, jika berlaku:
a) gedung, ruang kerja dan sarana penting terkait,
b) peralatan proses, (baik perangkat keras maupun perangkat lunak), dan
c) jasa pendukung (seperti angkutan atau komunikasi).

Klausul 7 Realisasi Produk
7.1 Perencanaan realisasi produk ( 1 )
o Organisasi harus merencanakan dan mengembangkan proses yang diperlukan untuk realisasi produk. Perencanaan realisasi produk harus konsisten dengan persyaratan proses-proses lain dari sistem manajemen mutu (lihat 4.1).
7.2 Proses yang Berkaitan dengan Pelanggan
7.2.1 Penetapan persyaratan yang berkaitan dengan produk
o Organisasi harus menetapkan:
a) persyaratan yang ditentukan oleh pelanggan, termasuk persyaratan untuk penyerahan dan kegiatan pasca penyerahan,
b) persyaratan yang tidak dinyatakan oleh pelanggan tetapi perlu untuk pemakaian yang ditentukan atau yang dimaksudkan, bila diketahui,
c) persyaratan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan produk, dan
d) persyaratan tambahan apa pun yang ditentukan oleh organisasi
7.2.2 Tinjauan persyaratan yang berkaitan dengan produk
o Organisasi harus meninjau persyaratan berkaitan dengan produk.
o Tinjauan ini harus dilakukan sebelum komitmen organisasi untuk memasok produk kepada pelanggan (misalnya penyampaian penawaran, penerimaan kontrak atau pesanan, penerimaan perubahan pada kontrak atau pesanan) ナ..
o dan harus memastikan bahwa:
a) persyaratan produk ditentukan,
b) persyaratan kontrak atau pesanan yang berbeda dari yang dinyatakan sebelumnya, diselesaikan, dan
c) organisasi memiliki kemampuan untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan
o Rekaman hasil tinjauan dan tindakan yang timbul dari tinjauan harus dipelihara (lihat 4.2.4).
o Apabila pelanggan tidak memberikan pernyataan tertulis tentang persyaratan, persyaratan pelanggan harus ditegaskan oleh organisasi sebelum diterima.
o Apabila persyaratan produk diubah, organisasi harus memastikan bahwa dokumen relevan diubah dan bahwa personel relevan disadarkan tentang persyaratan yang diubah.
7.2.3 Komunikasi pelanggan
o Organisasi harus menetapkan dan menerapkan pengaturan yang efektif untuk komunikasi dengan pelanggan berkaitan dengan:
a) informasi produk,
b) pertanyaan, penanganan kontrak atau pesanan, termasuk perubahan, dan
c) umpan balik pelanggan, termasuk keluhan pelanggan.
7.3 Design dan Pengembangan
7.3.1 Perencanaan desain dan pengembangan
o Organisasi harus merencanakan dan mengendalikan desain dan pengembangan produk.
o Selama perencanaan desain dan pengembangan, organisasi harus menetapkan:
a) tahapan desain dan pengembangan,
b) tinjauan, verifikasi dan validasi yang sesuai bagi tiap tahap desain dan pengembangan, dan
c) tanggung jawab dan wewenang untuk desain dan pengembangan.
o Organisasi harus mengelola bidang temu antara kelompok berbeda yang terkait dalam desain dan pengembangan untuk memastikan komunikasi efektif dan kejelasan penugasan tanggung jawab.
o Keluaran perencanaan harus dimutakhirkan, sesuai dengan kemajuan desain dan pengembangan.
7.3.2 Masukan desain dan pengembangan
o Masukan berkaitan dengan persyaratan produk harus ditetapkan dan rekamannya dipelihara (lihat 4.2.4).
o Ini harus mencakup:
a) persyaratan fungsi dan kinerja,
b) persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
c) jika dapat, informasi yang diturunkan dari desain sebelumnya yang serupa, dan
d) persyaratan desain dan pengembangan lain yang esensial.
o Masukan ini harus ditinjau akan kecukupannya. Persyaratan harus lengkap, tidak membigungkan dan tidak saling bertentangan.
7.3.3 Keluaran desain dan pengembangan
o Keluaran desain dan pengembangan harus disajikan dalam bentuk yang memungkinkan verifikasi terhadap masukan desain dan pengembangan serta harus disetujui sebelum dikeluarkan.
o Keluaran desain dan pengembangan harus:
a) memenuhi persyaratan masukan bagi desain dan pengembangan,
b) memberi informasi sesuai untuk pembelian, produksi dan penyediaan jasa,
c) berisi atau mengacu pada kriteria keberterimaan produk, dan
d) menentukan karakteristik produk yang penting untuk pemakaian yang aman dan benar.
7.3.4 Tinjauan desain dan pengembangan
o Pada tahap sesuai, harus dilakukan tinjauan sistematis pada desain dan pengembangan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan (lihat 7.3.1)
a) untuk menilai kemampuan hasil desain dan pengembangan memenuhi persyaratan, dan
b) untuk mengidentifikasikan masalah apa pun dan menyarankan tindakan yang diperlukan.
o Peserta tinjauan tersebut harus mencakup wakil-wakil fungsi yang berkaitan dengan tahap desain dan pengembangan yang ditinjau.
o Rekaman hasil tinjauan dan tindakan apa pun yang perlu harus dipelihara (lihat 4.2.4).
7.3.5 Verifikasi desain dan pengembangan
o Harus dilakukan verifikasi sesuai dengan pengaturan yang direncanakan (lihat 7.3.1 ) untuk memastikan bahwa keluaran desain dan pengembangan telah memenuhi persyaratan masukan perancangan dan pengembangan.
o Rekaman hasil verifikasi dan tindakan apa pun yang perlu harus dipelihara (lihat 4.2.4).
7.3.6 Validasi desain dan pengembangan
o Harus dilakukan validasi desain dan pengembangan menurut pengaturan yang telah direncanakan (lihat 7.3.1 ) untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan mampu memenuhi persyaratan aplikasi yang ditentukan atau pemakaian yang dimaksudkan, bila diketahui. Apabila mungkin, validasi harus diselesaikan sebelum penyerahan atau implementasi produk.
o Rekaman hasil validasi dan tindakan apa pun yang perlu harus dipelihara (lihat 4.2.4).
7.3.7 Pengendalian perubahan desain dan pengembangan
o Perubahan desain dan pengembangan harus ditunjukkan dan rekamannya dipelihara. Perubahan harus ditinjau, diverifikasi dan dibenarkan, secara sesuai, dan disetujui sebelum diimplementasikan. Tinjauan perubahan desain dan pengembangan harus mencakup evaluasi pengaruh perubahan pada bagian produk dan produk yang telah diserahkan.
o Rekaman hasil tinjauan perubahan dan tindakan apa pun yang perlu harus dipelihara (lihat 4.2.4).
7.4.1 Proses pembelian
o Organisasi harus memastikan bahwa produk yang dibeli sesuai dengan persyaratan pembelian yang ditentukan. Jenis dan jangkauan pengendalian pada pemasok dan produk yang dibeli harus bergantung pada pengaruh produk yang dibeli pada realisasi produk berikutnya atau produk akhir.
o Organisasi harus menilai dan memilih pemasok berdasarkan kemampuannya memasok produk sesuai dengan persyaratan organisasi. Kriteria pemilihan, evaluasi dan evaluasi ulang harus ditetapkan.
o Rekaman hasil penilaian dan tindakan apa pun yang perlu yang timbul dari evaluasi itu harus dipelihara (lihat 4.2.4).
7.4.2 Informasi pembelian
o Informasi pembelian harus menguraikan produk yang dibeli, termasuk bila sesuai:
a) persyaratan persetujuan produk, prosedur, proses dan peralatan,
b) persyaratan kualifikasi personel, dan
c) persyaratan sistem manajemen mutu.
o Organisasi harus memastikan kecukupan persyaratan pembelian yang ditentukan sebelum dikomunikasikan ke pemasok.
7.4.3 Verifikasi produk yang dibeli
o Apabila organisasi atau pelanggannya bermaksud untuk melakukan verifikasi di tempat pemasok, organisasi harus menyatakan pengaturan verifikasi yang dimaksudkan dan metode pelepasan produk dalam informasi pembeliannya.
o Organisasi harus menetapkan dan menerapkan inspeksi atau kegiatan lain yang diperlukan untuk memastikan bahwa produk yang dibeli memenuhi persyaratan pembelian yang ditentukan.
7.5 Produksi dan Penyediaan Jasa
7.5.1 Pengendalian produksi dan penyediaan jasa
o Organisasi harus merencanakan dan melaksanakan produksi dan penyediaan jasa dalam keadaan terkendali.
o Kondisi terkendali harus mencakup, jika berlaku:
a) ketersediaan informasi yang menguraikan karakteristik produk,
b) ketersediaan instruksi kerja, secukupnya,
c) pemakaian peralatan yang sesuai,
d) ketersediaan dan pemakaian sarana pemantauan dan pengukuran,
e) implementasi pemantauan dan pengukuran, dan
f) implementasi kegiatan pelepasan, penyerahan dan pasca penyerahan.
7.5.2 Validasi proses produksi dan penyediaan jasa
o Organisasi harus memvalidasi suatu proses produksi dan penyediaan jasa, apabila keluaran yang dihasilkan tidak dapat diverifikasi oleh pemantauan atau pengukuran berurutan. Hal ini mencakup suatu proses, apabila kekurangannya hanya terlihat setelah produk dipakai atau jasa telah diserahkan.
o Validasi harus memperagakan kemampuan proses tersebut untuk mencapai hasil yang direncanakan.
o Organisasi harus menetapkan pengaturan proses ini termasuk, bila berlaku:
a) kriteria yang ditetapkan untuk tinjauan dan persetujuan proses,
b) persetujuan peralatan dan kualifikasi personel,
c) pemakaian metode dan prosedur tertentu,
d) persyaratan rekaman (lihat 4.2.4), dan
e) validasi ulang.
7.5.3 Identifikasi dan mampu telusur
o Apabila sesuai, organisasi harus mengidentifikasikan produk dengan cara sesuai di seluruh realisasi produk.
o Organisasi harus mengidentifikasi status produk sehubungan dengan persyaratan pemantauan dan pengukuran.
o Apabila mampu telusur dipersyaratkan, organisasi harus mengendalikan dan merekam identifikasi khas dari produk (lihat 4.2.4).
7.5.5 Preservasi produk
o Organisasi harus memelihara kesesuaian produk selama proses internal dan penyerahan ke tujuan yang dimaksudkan. Preservasi ini harus mencakup identifikasi, penanganan, pengemasan, penyimpanan dan perlindungan. Preservasi harus berlaku juga untuk bagian dari produk.
7.6 Pengendalian Peralatan Pemantauan dan Pengukuran
7.6 Pengendalian sarana pemantauan dan pengukuran
o Organisasi harus menetapkan pemantauan dan pengukuran yang dilakukan dan sarana pemantau dan pengukur yang diperlukan untuk memberikan bukti kesesuaian produk terhadap persyaratan yang ditetapkan (lihat 7.2.1 ).
o Organisasi harus menetapkan proses untuk memastikan bahwa pemantauan dan pengukuran dapat dilakukan dan dilakukan dengan cara konsisten dengan persyaratan pemantauan dan pengukuran.
o Apabila diperlukan untuk memastikan keabsahan hasil, peralatan pengukuran harus:
a) dikalibrasi atau diverifikasi pada selang waktu tertentu, atau sebelum dipakai, terhadap standar pengukuran yang tertelusur ke standar pengukuran internasional atau nasional; bila standar seperti itu tidak ada, dasar yang dipakai untuk kalibrasi atau verifikasi harus direkam;
b) disetel atau disetel ulang secukupnya;
c) diidentifikasi untuk memungkinkan status kalibrasinya ditetapkan;
d) dijaga dari penyetelan yang akan membuat hasil pengukurannya tidak sah;
e) dilindungi dari kerusakan dan penurunan mutu selama penanganan, perawatan dan penyimpanan.
” Selain itu, organisasi harus menilai dan merekam keabsahan hasil pengukuran sebelumnya bila peralatan ditemukan tidak memenuhi persyaratan. Organisasi harus melakukan tindakan yang sesuai pada peralatan dan produk mana pun yang terpengaruh.
” Rekaman hasil kalibrasi dan verifikasi harus dipelihara (lihat 4.2.4).
” Apabila perangkat lunak komputer dipakai dalam pemantauan dan pengukuran persyaratan tertentu, maka kemampuan perangkat lunak komputer tersebut untuk memenuhi pelaksanaan dan pengukuran harus dipastikan.
Klausul 8 Pengukuran, Analisis, dan Perbaikan
8.1 Umum
o Organisasi harus merencanakan dan mengimplementasikan proses pemantauan, pengukuran, analisis dan perbaikan yang diperlukan untuk:
a) memperagakan kesesuaian produk,
b) memastikan kesesuaian sistem manajemen mutu, dan
c) terus-menerus memperbaiki keefektifan sistem manajemen mutu.
o Hal ini harus mencakup penetapan metode yang berlaku, termasuk teknik statistik, dan jangkauan pemakaiannya.
8.2 Pemantauan dan Pengukuran
8.2.1 Kepuasan pelanggan
o Sebagai salah satu pengukuran kinerja sistem manajemen mutu, organisasi harus memantau informasi berkaitan dengan persepsi pelanggan apakah organisasi telah memenuhi persyaratan pelanggan. Metode untuk memperoleh dan memakai informasi ini harus ditetapkan.
8.2.2 Audit internal
o Organisasi harus melakukan audit internal pada selang waktu terencana untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu:
a) memenuhi pengaturan yang direncanakan (lihat 7.1 ), pada persyaratan standar ini dan pada persyaratan sistem manajemen mutu yang ditetapkan oleh organisasi, dan
b) diterapkan dan dipelihara secara efektif.
o Program audit harus direncanakan, dengan mempertimbangkan status serta pentingnya proses dan area yang diaudit, termasuk hasil audit sebelumnya. Kriteria, lingkup, frekuensi dan metode audit harus ditetapkan. Pemilihan auditor dan pelaksanaan audit harus memastikan keobjektifan dan ketidakberpihakan proses audit. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaan mereka sendiri.
o Tanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan pelaksanaan audit, serta pelaporan hasil dan pemeliharaan rekaman (lihat 4.2.4) harus ditetapkan dalam prosedur terdokumentasi.
o Manajemen yang bertanggung jawab atas area yang diaudit harus memastikan bahwa tindakan dilakukan tanpa ditunda untuk menghilangkan ketidaksesuaian dan penyebab ketidaksesuaian yang ditemukan. Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi tindakan yang dilakukan dan pelaporan hasil verifikasi (lihat 8.5.2).
8.2.4 Pemantauan dan pengukuran produk
o Organisasi harus memantau dan mengukur karakteristik produk untuk memverifikasi bahwa persyaratan produk tersebut terpenuhi. Hal ini harus dilakukan pada tahap yang sesuai dari proses realisasi produk menurut pengaturan yang sudah terencana (lihat 7.1)
o Bukti kesesuaian dengan kriteria penerimaan harus dipelihara. Rekaman harus menunjukkan orang yang berwenang melepas produk (lihat 4.2.4).
o Pelepasan produk atau penyerahan jasa tidak boleh dilanjutkan sampai semua pengaturan yang terencana (lihat 7.1) diselesaikan secara memuaskan, kecuali kalau disetujui oleh kewenangan yang relevan, dan apabila memungkinkan disetujui oleh pelanggan.
8.3 Pengendalian Produk Yang Tidak Sesuai
o Organisasi harus memastikan bahwa produk yang tidak sesuai dengan persyaratan produk diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah pemakaian atau penyerahan yang tidak dikehendaki. Pengendalian dan tanggung jawab serta wewenang yang terkait dengan produk yang tidak sesuai harus ditetapkan dalam prosedur terdokumentasi.
o Organisasi harus menangani produk yang tidak sesuai dengan satu atau lebih dari cara berikut:
a) dengan melakukan tindakan untuk menghi-langkan ketidaksesuaian yang ditemukan;
b) dengan membolehkan pemakaian, pelepasan atau penerimaan melalui konsesi oleh kewenangan yang relevan dan, apabila mungkin oleh pelanggan;
c) dengan melakukan tindakan untuk mencegah pemakaian atau aplikasi awal yang dimaksudkan.
o Rekaman ketidaksesuaian dan tindakan berikutnya, termasuk konsesi yang diperoleh, harus dipelihara (lihat 4.2.4).
o Apabila produk yang tidak sesuai dikoreksi harus dilakukan verifikasi ulang untuk memperagakan kesesuaian terhadap persyaratan tersebut.
o Apabila produk yang tidak sesuai ditemukan setelah penyerahan atau mulai dipakai, organisasi harus melakukan tindakan yang sesuai dengan efek atau efek potensial akibat ketidaksesuaian tersebut.
8.4 Analisis data
o Organisasi harus menetapkan, menghimpun dan menganalisis data yang sesuai untuk memperagakan kesesuaian dan keefektifan sistem manajemen mutu serta mengevaluasi apakah perbaikan berkesinambungan dari sistem manajemen mutu dapat dilakukan. Hal ini harus mencakup data yang dihasilkan dari pemantauan dan pengukuran serta sumber lain yang relevan.
o Analisis data harus memberikan informasi yang berkaitan dengan:
a) kepuasan pelanggan (lihat 8.2.1),
b) kesesuaian pada persyaratan produk (lihat 7.2.1),
c) karakteristik dan kecenderungan proses dan produk termasuk peluang untuk tindakan pencegahan, dan
d) pemasok.
8.5 Perbaikan
8.5.1 Perbaikan berkesinambungan
o Organisasi harus terus-menerus memperbaiki keefektifan sistem manajemen mutu melalui pemakaian kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisis data, tindakan korektif dan preventif dan tinjauan manajemen.
8.5.2 Tindakan korektif
o Organisasi harus melakukan tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian untuk mencegah terulangnya. Tindakan korektif harus sesuai dengan pengaruh ketidaksesuaian yang dihadapi.
o Harus ditetapkan prosedur terdokumentasi untuk menetapkan persyaratan bagi:
a) peninjauan ketidaksesuaian (termasuk keluhan pelanggan),
b) penetapan penyebab ketidaksesuaian,
c) penilaian kebutuhan tindakan untuk memastikan bahwa ketidaksesuaian tidak terulang,
d) penetapan dan penerapan tindakan yang diperlukan,
e) rekaman hasil tindakan yang dilakukan (lihat 4.2.4), dan
f) peninjauan tindakan korektif yang dilakukan.
8.5.3 Tindakan pencegahan
o Organisasi harus menetapkan tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian potensial untuk mencegah terjadinya. Tindakan pencegahan harus sesuai dengan pengaruh masalah potensial itu.
o Harus ditetapkan prosedur terdokumentasi untuk menetapkan persyaratan bagi:
a) penetapan ketidaksesuaian potensial dan penyebabnya
b) penilaian kebutuhan akan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian,
c) penetapan dan penerapan tindakan yang diperlukan,
d) rekaman hasil tindakan yang dilakukan (lihat 4.2.4), dan
e) peninjauan tindakan preventif yang dilakukan.

Analisis
Ketidakpastia
n Pengukuran

Pendahuluan :

Persyaratan dalam ISO 17025 : 2008

Menunjukkan kehandalan laboratorium

Menyelaraskan dengan kebutuhan pelanggan

Berhubungan dengan presisi dan akurasi

Berhubungan dengan statistik

SISTEMATIKA

  • Konsep Ketidakpastian Pengukuran
  • Penyegaran Pengantar Dasar Statistik
  • Estimasi Ketidakpastian Pengukuran
  • Pelaporan dan Interpretasi
  • Ketentuan dalam ISO 17025 : 2008
  • Quality Control
  • Best Measurement Capability

KETIDAKPASTIAN

Ketidakpastian adalah suatu parameter

yang menetapkan rentang nilai perkiraan

letak nilai benar

Aktivitas : 78 ±  5 Bq

Laju dosis : 10 ± 2 μSv/jam

Kadar Pb = 30 ± 3 ppm

Hasil Pengukuran : X ±  Ux

Akurasi dan Presisi

Sumber Ketidakpastian

  • Sampling
  •  Preparasi cuplikan
  •  Kalibrasi peralatan
  •  Alat ukur
  •  Kesalahan random
  •  Ketidaksempurnaan metode pengukuran
  •  Pengaruh personel

Jenis Kesalahan

  1. Tipe A

Kesalahan random

  1. Tipe B

ISO 17025 : 2008

5.4. Metode pengujian, metode kalibrasi

dan validasi metode

(5.4.1) Umum : metode dan prosedur pengujian,

mencakup estimasi ketidakpastian pengukuran

(5.4.6) Estimasi Ketidakpastian Pengukuran :

– Laboratorium mempunyai dan menerapkan

prosedur estimasi ketidakpastian pengukuran

– Sifat dasar: perhitungan ketidakpastian sulit

identifikasi semua komponen ketidakpastian,

membuat estimasi yang wajar

Tingkat ketelitian yang dibutuhkan :

¡  persyaratan metode penelitian

¡  Persyaratan pelanggan

¡  Batas yang menjadi dasar keputusan berdasarkan spesifikasi / standar / peraturan

(5.4.6) Semua komponen ketidakpastian yang

harus diperhitungkan

¡  Standar acuan dan bahan acuan

¡  Metode

¡  Peralatan

¡  Kondisi lingkungan

¡  Sifat dan kondisi barang

¡  Operator/personil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s