rangkuman toksikoekologi 11

  1. 1.   bahan toksik dalam rokok

nikotin yang menyebabkan kecanduan dan ketergantungan pada rokok.

Asap rokok dan ter menyebabkan rambut cilia yang ada pada daerah bronchus tidak berfungsi dengan baik, karena menjadi lengket dan tidak dapat menolak partikel halus yang masuk ke paru-paru. Cilia yang lengket menyebabkan partikel halus menempel padanya dan menyebabkan produksi lendir berlebihan , sehingga menjadi batuk. Kalau hal ini dibiarkan terus maka akan menjadi COCARCINOGENIK dan akhirnya menjadi kanker.

Selain dari itu , rokok ternyata juga mengandung logam berat yang dapat mengakibatkan terjadinya racun di tubuh manusia

Bahaya rokok dalam tubuh merokok berdampak buruk pada kesehatan, karena dapat menimbulkan kanker , serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan , dan janin.

2. Gas CS2 (karbon disulfide)

Gas CS2 senyawa yang berbau busuk dan suhu kamar mudah sekali menguap dan menyebar ke lingkungan. Gas CS2 lebih berat dari udara 2,63 kali berat udara. Gas CS2 murni berupa cairan berwarna kuning, kadang kadang tidak berwarna. Titik nyalanya 30derajat celcius. Dalam bentuk uap CS2 sangat korosif , sukar larut dalam air, tapi mudah larut dalam lemak / minyak, belerang, posfor, karet dan aeter.

Gas CS2 banyak digunakan pada insdustri industri (serat sintetis, rayon, karet, bahan insektisida (fumigasi) dan industri kimia lainya. Secara kimia CS2 akan menyerang syaraf.

Gejala keracunan:

  1. Pada sistem pernafasan :

Bila terhirup CS2 dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan keracunan yang akut, hilangnya tingkat kesadaran yang didahului bicara kacau (dellirium), gangguan jiwa (mania akut) dan akhirnya mati.

  1. Gejala keracunan akaut :
    1. Sakit kepala, pusing, rasa mual, muntah, sakit disekitar jantung.
    2. Kehilangan daya refleks, otot lumpuh (paralisis)
    3. Pingsan didahului bicara kacau akhirnya mati.
    4. Gejala kronis :

Keracunan pada tingkat ini lebih sering terjadi, karena menghisap CS2 konsentrasi rendah dalam waktu lama. Tanda tandanya :

  1. Mudah gugup (nervous) dan gagap.
  2. Sulit Tidur (insomnia), pusing pusing
  3. Perasaan sangat lelah, nafas pendek dan berat.
  4. Keracunan melalui kulit :

Terjadi karena kontak / terpercik CS2 pada kulit, dengan tanda tanda sbb:

  1. Kulit yang terkena memerah
  2. Timbul gelembung (erytheem) kecil kecil seperti kena air panas, berisi cairan dan merata.
  3. Kulit jadi kering, mudah terinfeksi dan terasa sakit.
  4. Keracunan pada mata:

Mata terkena uap / kabut CS2,tanda tandanya :

  1. Mata pedih dan sakit (iritasi)
  2. Daya penglihatan berkurang
  3. Tidak bisa membedakan warna.
  4. Keracunan melalui mulut, dengan gejala sbb:
    1. Hilangnya kesadaran, muka pucat
    2. Denyut nadi cepat dan lemah.
    3. Timbul kejang kejang (konvulsi)
    4. Rasa lelah, pusing, sakit kepala muntah dan diare.
    5. 3.  Sumber pencemaran air :
  5. Kegiatan pertambangan , eksploitasi biijih logam, eksploitasi batubara dan eksploitasi mineral lainya timbul endapan ion ion logam dengan bantuan thiobaccillus dan ferrobaccillus :

Contoh oksidasi pirit menghasilkan “airbuangan tambang yang bersifat asam”:

FeS2+ 2H2O + 7O2       ->     4H+ + 4SO22- + 2 Fe3+

4Fe2+ + O2 + 4H+         ->     4 Fe3+ + 2H2O

FeS2 + 14 Fe3+ + 8H2O    ->  15 Fe2+ + 2SO42- + 6 H+

Fe3+ + 3 H2O +           ->   Fe(OH)2 + 3H+

Air buangan tersebut menjadi tercemar yang cukup srius tergantung jenis tambangnya, ion ion logam yang akan muuncul antara lain : Fe, Mn, Zn, Cu, Ni, dan Co.

Sebagai tambahn kegiatan proses pengambilan bijih , peleburan dan penyulingan minyak akan dihasilkan logam tambahan : Pb, Zn, Cu, As, dan Ag

  1. Air limbah rumah tangga :

Sampah yang metabolik, korosi pipa air menghasilkan logam : Cu, Pb, Zn, Cd,  sedangkan detergen memberikan Fe, Mn, Cr, Ni, Co, Zn, B, dan As

  1. Limbah dan buangan industri

Banyak jenis industri yang menghasilkan logam dan dibuang ke lingkungan perairan .

Tabel : jenis logam di dalam air limbah industri (rata rata µg/l)

No

Industri/kegiatan

Cu

Cr

Ni

Zn

Cd

1

Pengelolaan dagiing

150

150

70

460

11

2

Pengolahan lemak

220

210

280

3890

6

3

Pengolahan Ikan

240

230

140

1590

14

4

Pembuatan roti/kue

150

330

430

280

2

5

Berbagai makanan

350

150

110

1100

6

6

Minuman keras

410

60

40

470

5

7

Minuman Ringan

2040

180

220

2990

3

8

Es Krim

2700

50

110

780

31

9

Pewarnaan tekstil

7040

20140

740

1730

115

10

Pemakaian zat kimia

160

280

100

800

27

11

Pencucian pakaian

1700

1220

100

1750

134

12

Pencucian mobil

180

140

190

920

18

 

  1. Aliran pertanian / irigasi :

Mengingat jenis pertanian bermacam macam, maka jenis logam yang ikut arus terbawa arus air juga bermacam macam. Logam logam dari daerah pertanian dapat berasal dari pupuk (P), herbisida, pestisida, dan fungisisda.

Mekanisme terjadinya pencemaran air : logam logam tertentu yang terlarut sebagai racun di lingkungan perairan (sungai/danau/laut) yang ikut dalam daur pencernaan lingkungan sampai ke manusia. Logam yang terlarut ini, walaupun daam jumlah kecil tapi dapat menjadi besar berlipat kali karena proses biological magnification ,melalui indikator biologis.

4 . Amonia sering dipakai dalam industri bahan oranik sintetis, pembuatan obat obatan, industri petrokimia, bahan anti beku pada alat alat pendingin.

Amonia dapat mengiritasi selaput lendir dan paru paru menjadi bengkak (oedema paru paru) atau pneumonitis, laryngitis, tracheatis, untuk mendeteksi ada tidaknya gas amonia di sekitar kita, digunakan cara:

  1. Menggunakan indra penciuman, karena bau amonia sangat merangsang.
  2. Menggunakan kertas lakmus (indikator), lakmus merah yang lembab akan berubah menjadi kuning.
  3. Mencampurkan gas hidrogen chlorat ke dalam gas amonia, setelah bereaksi akan terjadi kabut putih.

Gejala dan akibat umum keracunan amonia :

  1. Ammonia dalam bentuk gas menyebabkan rangsangan (iritasi) dengan membentuk gelembung gelembun kecil berisi air pada selaput mata, selaput lendir alat pernafasan. Dalam keadaan pekat menyebabkan radang mata (conjunctivitis), radang pangkal tenggorokan (laryngitis), pulmonary oedema (pneumonitis), mati lemas, (suffocation) yang disebabkan kekejangan (spasm) dari katup pangkal tenggorokan.
  2. Kontak dengan kulit langsung dapat menimbulkan luka bakar kimia (chemical burn) dan kulit menjadi melepuh (vasication) yaitu selaput tanduk kulit terangkat ke atas.
  3. Apabila tertelan (larutan) amonia dapat menyebabkan gangguan psikologis, yaitu gangguan terhadap organ organ hati (hepar), ginjal (renal).

5 , pestisida kimiawi organic sintetis antara lain :

golongan Organochlorine (OC)

  1. Toksisitas tinggi : endrin (hexadrine)
  2. Toksisitas sedang : aldrin, dieldrine, DDT, BHC

Golongan organophosphate (OP)

  1. Toksisitas tinggi :phorate, pharathion,TEPP
  2. Toksisitas sedang : diaziron, malthion,chlorpyritos

Golongan carbamate (c)

  1. Toksisitas tinggi : temik, carbofuran, methonyl
  2. Toksisitas sedang : baygon, lndrin, carboryl

6 . Efek pada Haematopoitic system

  • Mengambat sintesis Hb dalam sumsum tulang
  • Memperpendek umur Hb, karena Hb menjadi mudah pecah/ lisis→shg Pb sebagai hemolytic agent
  • Kedua hal diatas menyebabkan anemia berat
  • Gangguan metabolisme Fe dan sintesis globin dalam Hb
  • Gangguan aktivitas beberapa jenis enzym yang ada hubungannya dengan sistem darah :

–     Delta – aminolevulinate dehydratase (ALAD)

–     Haem synthetase atau ferrochelatase

–     Coproporphyrinogen decarboxylase

→ dari ketiga hal menyebabkan meningkatnya ALA dan korproporpirin dalam urin, dan proporpirin dalam Hb

Efek pada gastrointestinal system :

  • Colon spasm/colic → kejang pada usus besar
  • Nause (mual)
  • Vomiting (muntah)
  • Anorexia (napsu makan turun)
  • Constipation (sembelit)

Efek pada ginjal

  • Nepharitis →radang ginjal
  • Hyperuricemia → kadar asam urat dalam darah tinggi
  • Glycosuria → ada gula dalam urin
  • Hyoperaminoaciduria → asam amino dalam urin tinggi
  • Kadar urea dalam darah meningkat

Laboratorium → darah

  • Kadar Hb < 13 g%
  • Pb dalam darah meningkat > 60-80 ug /100cc
  • Jumlah sel Hb menurun
  • Kadar FED (free Erythrocyte protoporphyrin) dan ZnPP (zinc protoporphyrin) darah menigkat

7 . pencemar yang timbul akibat pembakaran bahan bakar fosil

CO

Sifat: tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, di udara 0,1 ppm. Pada daerah padat lalu lintas 10 – 15 ppm. Cair pada suhu -1920C masuk lewat paru paru, terus ke perdaran darah.

Hemoglobin + O2  ->  O2Hb oksihemoglobin

Hemoglobin + CO  -> COHb  Karboksihemoglobin

Dalam keadaan normal darah mengangkat O2 dalam bentuk oksihemglobin, untuk dibagikan ke sel sel dalam tubuh manusia dan hemoglobin mengambil CO2 hasil pembakaran dalam bentuk karbodioksihemoglobin (CO2Hb)

CO

Waktu Kontak

Akibat

100 ppm

Sebentar

Aman

30 ppm

8 jam

Pusing dan mual

1000 ppm

1 jam

Pusing, kulit  kemerah merahan.

1300 ppm

1 jam

Pusing hebat, kulit merah tua

71300 ppm

 

Kematian

 

O2 lebih stabil dibanding CO, sehingga CO lebih mudah berikatan dengan Hb. Ikatan CO 140 kali lebih kuat .

Olahragawan relatif mempunyai daya tahan lebih baik terhadap CO, penderita anemia dan anak anak mudah keracunan gas CO2

Pertolongan orang yang terkena keracunan gas CO adalah dibawa ke ruangan yang berudara segar, agar O2 banyak masuk ke dalam paru paru.

COHb + O2  ->  O2Hb + CO

Dalam keadaan normal, darah sebenarnya sudah mengandung COHb  sebanyak 0,5% yang berasal dari metabolisme dalam tubuh bila konsentasi CO di udara kurang dari 100 ppm.

Hubungan % COHb dalam darah adalah , %COHb = 0,16 x (konsentrasi CO di udara) + 0,5.

Konsentrasi CO dalam udara akan meningkat bila ada orang merokok. Asap rokok akan mengeluarkan CO sebanyak 20.000 ppm. Kemudian encersekitar 4000 ppm selama dihisap. Hal ini menyebabkan kandungan COHb dalam darah sekitar 6,9% beresiko tinggi terkena serangan jantung.

Pengaruh konsentrasi CO di udara terhadap konsentrasi COHb dalam darah dan gangguan pada tuuh manusia dalam waktu lama :

Kons. CO dalam udara (ppm)

Kons COHb dalam darah (%)

Gangguan pada tubuh

3

0,48

Tidak ada

5

1,3

Belum terasa

10

2,1

Sistem syarafa central

20

3,7

Panca indera

40

6,9

Fungsi jantung

60

10,1

Sakit kepala

80

13,3

Sulit bernafas

100

16,5

Pingsan sampai tewas

 

Konsentrasi CO = 100ppm tak ada pengaruh bagi tumbuhan

Konsentrasi CO = 2000ppm dan kontak selama lebih dari 24 jam, mempengaruhi kemampuan fiksasi nitrogen oleh bakteri bebas yang ada pada lingkungan. Terutama yang berada pada akar tanaman.

Nitrogen Oksida (NOx)

Sifat NO:

–     Tidak berwarna dan tidak berbau

–     Berbahaya hanya pada konsentrasi tinggi

–     Konsentrasi tinggi menyebabkan gangguan pada syaraf, kejang kejang berlangsung menjadi lumpuh.

–     NO lebih berbahaya lagi bila teroksidasi menjadi NO2

Sifat NO2 :

–     Berwarna coklat kemerahan dan berbau sangat menyngat

–     Berbahaya (4xNO), terutama paru paru

NOx bisa menimbulkan PAN (Peroxy Acetil Nytartes) menyebabkan iritasi pada mata. Campuran PAN dengan senyawa kimia lainya menimbulkan Photo Chemistry Smog yang mengganggu lingkungan.

NOx bisa ,engganggu tanaman, berupa bintik bintik pada permukaan daun, sampai dengan nekrosis jaringan daun. Fotosintesis terganggu. NO sebanyak 10 ppm sudah dapat menurunkan fotosintesis sampai 60 – 70 %

SOx (belerang oksida)

Berasal dari pembakarana bahan bakar fosil, terutama batubara. SO2 lebih banyak daripada SO3, tapi bila bertemu dengan udara SO2 akan berubah menjadi SO3.

2SO2 + O2 -> 2 SO3

Karena di udara banyak uap air, maka akan terbentuk asam sulfit dan asam sulfat.

SO2 + H2O -> H2SO3

SO3 + H2O -> H2SO4

Konsentrasi SOx

Akibat bagi tubuh

1 -2 ppm

Iritasi, menyerang selaput lendir (hidung, tenggorokan, saluran pernapasan, paru paru)

6 ppm

Bahaya bagi anak anak , orang tua penderita sakit nafas kronis, sakit kardiovaskuler, spasme (kejang otot pernafasan), berlanjut menjadi paralysis cilia (kelumpuhan sistem pernafasan).

6 – 12 ppm

Hiperplasia, metaplasia, kalau berlanjut menjadi kanker.

Selain berdampak pada manusia, SOx juga dapat merusak bangunan gedung, pabrik, jembatan, benda benda seni. Kerusakan disebabkan karena bahan cat yang digunakan mengandung PbO yang bereaksi dengan SOx menjadi PbS.

HidroKarbon

Berupa gas, cairan, padatan (partikel) atau campuran dari ketiga tiganya yang sangat mengganggu kesehatan lingkungan. Hidrokarbon dapat berupa :

  1. Hidrokarbon gas akan bercampur dengan behan pencemar lainya.
  2. Hidrokarbon cair akan membentuk kabut minyak (droplet)
  3. Hidrokarbon partikel akan membentuk kabut hitam.

HC + NOx -> PAN

PAN + CO + Ozon -> kabut fotokimia

Senyawa lain yang membentuk kabut fotokimia adalah Peroxy Propionil Nitrate (PPN) dan Peroxy Btiril Nitrates (PBN) yang lebih berbahaya daripada kabut fotokimia PAN.

Hidrokabon partikel dan cairan dapat membentuk senyawa baru yang disebut Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) dan PAH ini bersifat cocarciogenic (perangsang timbulnya kanker). Rokok juga sumber toksik udara yang sangat berbahaya.

Contoh toksisitas senyawa hidrocarbon, misalnya benzena dan toluena :

Senyawa hidrocarbon

Konsentrasi

Pengaruh teradap tubuh

Benzena

100 ppm

Iritasi terhadap mukosa

3000 ppm

Lemas (0,5 – 1 jam)

7500 ppm

Paralysis (0,5 – 1 jam)

20.000 ppm

Tewas (5 – 10 menit)

Toluena

200 ppm

Pusing, lemah, pandangan kabur setelah 8 jam

600 ppm

Gangguan syaraf dan dapat diikuti tewas setelah kontak dalam waktu lama.

 Partikel:

       Sumber pencemar partikel selain pembakaran bahan baar osil , adalah kegiatan industri,

Ukuran partikel 1-5 µ.

Umumnya penyebab pneumokoniosis.

Ukuran partikel dan prosesnya:

Ukuran

Proses ke dalam tubuh

<1µ

1-3µ

3-5µ

Akan masuk dan keluar paru2

Masuk ke dalam kantung paru2 dan menempel pada alveoli

Masuk saluran pernafasan dan menempel pada bagian tengah,

Masuk saluran pernafasan dan menempel pada bagian atas

Proses industri sumber pencemar partikel:

Jenis industri

Jenis partikel

Besi dan baja

Fe2O3, Fe4O4, C, SiO2

Industri semen

SiO2, Al2O3, MgO, 3CaOSiO2

Pengolahan batu bara

C, HC, Fe2O3, Fe3O4, SiO2, Al2O3

Industri petrokimia

3Ca3(PO4)2, CaF2, HC, C

Industri kertas dan pulp

CaCO3, serat selulosa dan kayu

Pabrik Tepung

Debu tepung C6H12O6

Ind. Tekstil dan Asbes

Serat kapas dan serat asbes

Pabrik insektisida

Pb arsenat, Ca Arsenat

Ind. Elektronika

Pb, Fe, Sn, Zn, Ni, Cr, Ca

Berbagai penyakit dapat disebabkan oleh partikel :

Silikosis :

Penyebabnya adalah debu silika yang terhisap dan mengendap di paru paru (masa inkubasinya 2-4 tahun) tanda tandanya adalah : sesak nafas, mudah batuk, hipertropi jantung. Kondisi jadi lebih buruk lagi bila pekerja pernah atau sedang mengidap penyakit  TBC, bronkitis, asma, dan penyakit saluran pernafasan lainnya.

Asbestosis:

Penyebeabnya adalah debu atau serat asbes di udara (>2-3 serat/m3 udara). Asbes adalah campuran berbagai macam silikat, terutama Mg silikat. Akibat dan gejala : sesak nafas, batuk disertai dahak, ujung jari tampak membesar.

Bisinosis:

       Penyebab utamanya adalah serat kapas di udara (masa inkubasi 5 tahun). Akibat dan gejala : alergi yang ringan sampai yang berat, sesak nafas, dada terasa berat, terutama setiap hari senin (awal masuk kerja) . akibat bisa lebih buruk, apabila penderita sebelumnya pernah sakit salauran peeernafasan dan sakit bisinosis ini dapat diikuti sakit bronkitis kronis dan disertai emphysema.

Antrakosis :

Penyebab debu batubara di udara (masa inkubasi 2-4 tahun) akibatt dan gejala : sesak nafas yang berat diikuti emphysema. Penyakit ini ada 3 macam yaitu : antrakosis murni, silikonantrakosis, dan tubersilikonantrakosis.

Beriliosis :

Penyebab debu logam berilium, baik yang berupa logam murni, oksida, maupun dalam bentuk halogenida.

Akibat dan gejala : mudah lelah, berat badan menurun, demam, dan batuk kering dan sesak nafas. Peyakit ini bisa menyebabkan nasoparingitis, Bronkhitis dn pneumokoniosis pada umumnya.

8. GAS H2S (hydrogen sulfide):

Pada suhu kamar H2S berupa gas dan dapat menjadi cair pada suhu : -85 derajat celcius  sedangkan titik didihnya -60,3 derajat celcius. Gas H2S sukar larut dalam air. Gas H2S mudah dikenali karena baunya seperti telur busuk. Selain dari kegiatan industri, gas H2S juga didapatkan dari kegiatan gunung berapi.

Gas H2S terdapat pada kegiatan industri, misalnya pabrik kertas , pabrik benang tiruan, pabrik rayon, industri tekstil yaitu pada proses pencelupan (pewarnaan ). Sumber bahaya timbul akibat pembebasan asam sulfide di udara pada proses dekomposisi persenyawaan yang mengandung sulfur.

Gas H2S dalam konsentrasi rendah, sudah dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan,terutama karena gas H2S bersifat merangsang melalui penyerapan (absorbstion). Dala konsentrasi rendah gas H2S dapat mengakibatkan bengkak, rasa perih pada mata, gangguan pada sistem pernafasan, pusing, badan jadi lemah dan sakit pada otot otot.

Dalam konsentrasi tinggi mengakibatkan kelumpuhan (paralysis), mempengaruhi sistem syaraf sentral menyebabkan ketidak sadaran dan terhentinya pernafasan (mungkin asphyxia). Gas H2S dapat berinteraksi dengan darah , bergabung dengan hemoglobin yang mengakibatkan keadaan darah menjadi tidak normal dan menyebabkan gangguan pada sel sel syaraf pusat yang berakibat keumpuhan system pernafasan (asphyxia).

Gejala gejala keracunan H2S konsentrasi rendah :

  1. Rangsangan pada selaput lendir (mata, mulut, tenggorokan)
  2. Pusing-pusing , hilangnya daya penciuman (anosmia)
  3. Batuk terasa sakit, jalan sempoyongan sseperti orang mabuk,
  4. Easa mual ( nausea ) mau muntah, badan terasa lemah tak bertenaga (asthenia)
  5. Peradangan paru paru (pulmonary oedema)

Gejala Keracunan H2S konsentrasi tinggi :

  1. Pingsan (tidak sadarkan diri)
  2. Pernafasan sangatt dangkal dan lambat.
  3. Perrnafaasan terhenti (asphyxia)
  4. Kematian terjadi dalam waktu 30-50 menit.

Pertolongan keracunan gas H2S:

  1. Bila ringan -> pertolongan keracunan gas lazimnya
  2. Bila berat -> bawa ke dokter / rumah sakit.

Bahan toksik hasil pembakaran bahan bakar fosil yang paling berbahaya : Cox, karena paling banyak terdapat dalam udara yang tercemar, dapat bereaksi dengan PAN membentuk kabut fotokimia, dapat berikatan dengan Hb

9. PERTOLONGAN PADA PERISTIWA KERACUNAN

Prinsip pertolongan pada peritiwa keracunan adalah mencegah penyebaran bahan toksik ke dalam tubuh dengan  cara :

  1. Emetic, yaitu mengeluarkan bahan toksik yang terlannjur masuk ke dalam tubuh(termakan/terminum) dengan jalan memuntahkan, atau memberikan obat pencahar(laxar/obat kuras) untuk mencegah absorpsi oleh usus dalam mempercepat pengeluaran defekasi (buang air besar)
  2. Catharic, yaitu mencuci / menguras lambung (gastric lavage) dengan menggunakan cathater(slang karet) lambung melalui mulut memakai air hangat biasa atau larutan khusus lambung (dilakukan di rumah sakit)
  3. Neutralizer, yaitu menetralkan racun dengan jalan memberi obat antidotum khusus atau antidotum universal.
  4. Mengencerkan bahan toksik dengan cara minum sebanyak-banyaknya(sebagai pertolongan pertama)
  5. Mengikat bahan toksik (racun logam) dengan obat antidot khusus seperti BAL (British anti lewisite), dimercapol(disuntikkan) biasanya untuk keracunan Hg, Co, As, Ni, Au tapi tidak bisa menetralisir Pb
  6. Memberikan antidota secara manual, misal dengan arificial respiration atau memberikan oxygen kepda peristiwa asphyxia (misalnya pada peristiwa keracunan gas H2S)
  7. Pada peristiwa keracunan yang berakibat kerusakan jaringan tubuh, dapt diberikan obat antibiotik untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Catatan :

Orang awam yang sudah tahu teknik pertolonga pertama keracunan boleh melakukan untuk butir 1,3, dan 4  pertolongan yang lain dikerjakan di rumah sakit atau dokter

10. Kemungkinan berkontak dengan toksikoekologi dalam kehidupan sehari – hari

toksikoekologi dijumpai pada :

  1. laboratorium zat kimia:
    1. Keracunan karena gas/uap (H2S, CS2, NH3, CO).
    2. Keracunan karena zat kimia padatan atau cair misalnya bahan bahan korosi aromatik asam / basa, kaustik alkalis misal Hg dan senyawanya (HgCl)
    3. Karena kecelakaan dengan bahan kimia asam kuat, misal H2SO4, Phenol
    4. Keracunan karena bahan yang mudah terbakar misalnya : bensin, CS2
    5. Transportasi = Sox, NOx, Cox, Partikel
    6. Pembangunan fisik, gedung, jalan, dan lain lain. = debu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s