TUGAS PROSES KIMIAPERANCANGAN PABRIK NITROGLISERIN DARI ASAM NITRAT

TUGAS PROSES KIMIA

PERANCANGAN PABRIK NITROGLISERIN DARI ASAM NITRAT DAN GLISERIN PADA TAHUN 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

 

 

  1. 1.    Edwin Yoga Pratama
  2. 2.    Fatmawati Nurcahyani
  3. 3.    Kartika Cahyani
  4. 4.    Nafiah

 

 

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

YOGYAKARTA

2013


 

  1. I.              Strategi Perancangan
    1. Latar Belakang  

             Industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan intermediate maupun  bahan  jadi  adalah  salah  satu  jenis  industri  yang berkembang pesat. Salah satu bagian dalam industri ini adalah industri kimia, baik yang memproduksi bahan baku kimia hulu maupun hasil olahannya. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan bahan-bahan kimia semakin besar sehingga pembangunan industri kimia perlu untuk ditumbuhkembangkan.

Nitrogliserin merupakan salah satu bahan kimia yang bisa digunakan sebagai obat-obatan dan sebagai bahan peledak. Sebagai bahan obat misalnya, nitrogliserin digunakan sebagai obat untuk meredakan rasa sakit dan mengurangi frekuensi serangan angina pektoris. Sedangkan jika digunakan sebagai bahan peledak, nitrogliserin termasuk bahan peledak tingkat tinggi (high explosive) yang biasa dipakai sebagai bahan peledak di dalam dinamit dan propelan jenis double base dan triple base.

Nitrogliserin sangat penting dalam usaha pertahanan negara, artinya bisa digunakan dalam keadaan darurat maupun sebagai bahan yang bisa dipakai  untuk  latihan  perang.  Selain  sebagai  bahan  obat  dan  bahan peledak, nitrogliserin juga dapat dipakai dalam bidang-bidang lain semisal bidang pertambangan maupun usaha-usaha lain, baik sebagai bahan pembantu  maupun  bahan  baku.  Nitrogliserin dapat  dihasilkan  melalui proses nitrasi pada kondisi tertentu dengan menggunakan campuran asam nitrat dan asam sulfat. Asam-asam tersebut pada saat ini telah dapat diproduksi di dalam negeri begitu pula gliserinnya.

Sampai saat ini, di Indonesia belum ada pabrik yang memproduksi nitrogliserin, sedangkan kebutuhan akan nitrogliserin diperkirakan terus meningkat sesuai dengan banyaknya industri maupun pihak-pihak yang memerlukannya. Kebutuhan nitrogliserin diperdagangan dunia pun terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan nitrogliserin dalam negeri, negara Indonesia masih harus mengimpor. Sehingga sangat diperlukan studi perancangan pabrik pembuatan.

  1. Dasar Penetapan Kapasitas Produksi

Kapasitas  pabrik  merupakan  faktor  yang  sangat  penting  dalam pendirian pabrik karena akan mempengaruhi perhitungan teknis dan ekonomis. Meskipun secara teori semakin besar kapasitas pabrik kemungkinan  keuntungan  yang  diperoleh  akan  semakin  besar,  tetapi dalam penentuan kapasitas perlu juga dipertimbangkan faktor lain yaitu:

 

1.Proyeksi Kebutuhan Nitrogliserin

Konsumsi nitrogliserin diperkirakan akan  terus  meningkat  dalam beberapa tahun mendatang. Kebutuhan nitrogliserin di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan berikut adalah data kebutuhan nitrogliserin beberapa tahun

 

 

2. Ketersediaan Bahan Baku

Untuk  memenuhi  kebutuhan  bahan  baku  gliserin  diperoleh  dari PT. Priscolin di Bekasi, asam nitrat diperoleh dari PT. Multi Nitrotama Kimia di  Cikampek,  asam  sulfat  diperoleh  dari  PT.  Indonesian  Acid Industry di Bekasi, natrium karbonat diperoleh dari PT. Samarth Chemicals  Indonesia  di  Jakarta,  dan  etanol  diperoleh  dari  PT.  JR. Malabar Korea Indonesia di Jakarta. Berdasarkan pertimbangan di atas,

  1. Dasar Penetapan Lokasi Pabrik

Pemilihan lokasi adalah hal yang sangat penting dalam pendirian suatu   pabrik,   karena   hal   ini   berhubungan   langsung   dengan   segi operasional dan nilai, ekonomis pabrik yang akan didirikan. Berdasarkan beberapa pertimbangan maka lokasi pabrik nitrogliserin dari gliserin dan asam nitrat ini direncanakan akan didirikan di daerah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Pemilihan lokasi pabrik berdasarkan pertimbangan

  1. Faktor Utama

Faktor ini mempengaruhi secara langsung tujuan utama pabrik yang meliputi produksi dan distribusi produk. Faktor utama ini meliputi :

1.1 Penyediaan Bahan Baku

Bahan  baku  yang  digunakan  dalam  pembuatan  nitrogliserin  adalah gliserin dan asam nitrat. Untuk bahan baku gliserin dapat diperoleh dari PT. Priscolin yang berada di Bekasi, sedangkan asam nitrat diperoleh dari PT. Multi Nitrotama Kimia di Cikampek.

1.2 Pemasaran Produk

Bekasi dilewati jalur utama transportasi, sehingga pemasaran nitrogliserin tidak menjadi masalah. Didukung oleh sarana transportasi yang memadai, distribusi atau pemasaran produk di pulau Jawa dan di luar pulau Jawa cukup baik, karena ada sarana pelabuhan laut untuk pemasaran luar pulau Jawa.

1.3 Transportasi

Bekasi merupakan daerah yang mudah dijangkau karena telah ada sarana transportasi darat dan laut yang cukup memadai, sehingga untuk transportasi pemenuhan bahan baku maupun pemasaran produk dapat mudah dilaksanakan.

1.4 Tenaga Kerja

Daerah Bekasi juga merupakan daerah yang padat penduduk sehingga juga mampu menyediakan tenaga kerja yang cukup.

1.5 Utilitas

Utilitas meliputi kebutuhan akan listrik yang memadai, jumlah air yang digunakan untuk proses maupun untuk karyawan. Kebutuhan listrik dapat dipenuhi dari PLN dan generator sebagai cadangan jika PLN mengalami gangguan, sedangkan air diperoleh dari sungai Kalimalang, Bekasi yang mempunyai debit air cukup besar dengan fluktuasi antara musim hujan dan musim kemarau relatif kecil.

2.    Faktor Penunjang

Kebijakan Pemerintah

Sesuai  dengan  kebijakan  pemerintah  tentang kebijakan  pengembangan industri, daerah Bekasi telah dijadikan sebagai daerah kawasan industri.

 

Sehingga   faktor-faktor   lain   seperti   iklim,   karakteristik   lingkungan, dampak sosial serta hukum tentu sudah diperhitungkan. Dari pertimbangan faktor-faktor utama dan penunjang di atas maka lokasi.

 

  1. Proses

Nitrasi

Nitrasi diartikan sebagai reaksi terbentuknya senyawa nitro atau masuknya gugus nitro pada suatu senyawa. Ikatan gugus NO2 pada senyawa nitro dapat berupa :

1.-C-NO2         : disebut senyawa nitro

      contoh : parafin     +  HNO3    → Nitroparafin     +  H20

2.-O-NO2         : disebut senyawa nitrat

      contoh :  gliserol  +   3HNO3  →glseril trinitrat      + 3H2O

3.-N-NO2         : disebut senyawa nitriamin

      contoh : guanidine   +  HNO3  → nitroguanidine     +  H2O

 

Reaksi pembentukan sentawa nitro dapat berupa :

1. Reaksi substitusi terhadap:

    a. hidrogen  (-H)

        CH4  +   HNO3  →H3CNO2   +   H2O

    b. klorida    (-Cl)

        RCl    +   AgNO3  →AgCl   +   RNO2

    c. sulfonat

2. Reaksi adisi ikatan rangkap

Kegunaan prose nitrasi antara lain pada bidang industri :

1. Bahan peledak yang beruoa senyawa nitrat misalnya : gliseril trinitrat dan selulosa nitrat

2. Sebagai senyawa antara untuk pembuatan amina yang disentesa dengan proses reduksi senyawa nitro. Misalnya Nitrobenzena direduksi menjadi anilin yang merupakan bahan baku zat warna.

3. Bahan pengoksidasi misalnya : Nitrobenzena

 

Zat yang dapat dinitrasi

1. Parafin

     Umumnya reaksi dilaksanakan pada fasa gas, reaksi berlansung melalui mekanisme radikal bebas. Hasil dari nitrasi parafin adalah Nitroparafin. Haasil samping berupa alkohol, aldehid, olefin. Proses dilaksanakan pada suhu 350-450 derajat celcius

2. Olefin

     Nitrasi olefin berlansung secara adisi. Reaksi pada umumnya berlansung pada fase gas. Hasil nitrasi adalah Nitroalkohol. Apabila nitrasi berlanjut, maka menghasilkan produk bermacam-macam, karena senyawa nitroalkohol memiliki gugus -OH dan NO2

3. Aromatik dan turunannya

    Umumnya berlansung pada fase cair. Senyawa aromatik yang biasa di nitrasi dalam industri adalah benzena beserta turunannya, naftalen, dan turunannya.

4. Alkohol

    Nitrasi berlansung fase cair.

5. Senyawa nitrogen

Senyawa penitrasi ( pengolah )

1 Asam nitrat  : HNO3

   Pemakaian dapat berbentuk :

   a. cair berasap ( ada NO2 bebas )

   b. cair pekat

   c. cair encer

   d. gas/uap

2. Asam nitrat dengan pengikat air

     Zat pengolah golongan ini digunakan untuk nitrasi fase cair. Pengikat air yang digunakan dapa berupa asm sulfat, asam phospat, dan anhidrida asam.

     contoh pengikat air : asam sulfat, asm phosfat, dan anhidrida asetat.

3.NO2, N2O4

    zat dipakai untuk fase gas.

Dasar pembuatan nitrogliserin adalah proses nitrasi dengan bahan baku gliserin dan asam nitrat dengan katalisator asam sulfat. Untuk menyempurnakan reaksi, salah satu reaktan diberikan berlebih. Ada beberapa macam proses pembuatan nitrogliserin, diantaranya:

1.  Schmid-Meissner Continous Process

Prosesnya meliputi  nitrasi,  pemisahan, dan  pemurnian nitrogen secara netralisasi dan pencucian. Nitratornya berbentuk tangki berpengaduk, dilengkapi pipa-pipa pendingin vertikal. Sebagai medium pendingin dipakai brine yang masuk pada suhu 5 oC. Asam campuran masuk dari bagian bawah nitrator dan gliserin masuk dari  bagian atas  sedangkan hasilnya keluar secara overflow ke separator. Suhu nitrator dijaga jangan lebih dari 18 oC dan tekanan atmosfer. Nitrogliserin yang telah terpisah dicampur  dengan  larutan  pencampur  yang  panas,  berupa  soda  dan ammonia dan kemudian diemulsi dengan udara. Pemisahan nitrogliserin dan sisa asam berdasarkan pembentukan dua lapisan dan perbedaan densitas. Sisa asam yang densitasnya lebih kecil berada pada lapisan atas dan nitrogliserin pada lapisan bawah. Sisa asam yang keluar dari separator akan direcovery, sedangkan nitrogliserin dicuci dalam menara atau kolom pencuci yang berisi baffle. Di dalam kolom pencuci, campuran dibuat emulsi dengan memakai air yang dingin dan menginjeksikan udara bertekanan. Emulsi mengalir dari atas kolom ke intermediate separator, kemudian dialirkan ke dasar kolom pencuci II. Emulsi mengalir dari puncak  menara  II  menuju  separator  II,  Kemudian cairan  dialirkan  ke menara III dan separator III sampai stability yang telah diinginkan telah tercapai.

2.  Nitro Nobel Injector Process

Menimbulkan kevakuman, hingga gliserin akan tertarik masuk. Pencampuran kedua zat ini sangat cepat dan akan membentuk emulsi. Gliserin yang terisap ke injector pada suhu 48 oC segera bereaksi dengan asam. Reaksi berlangsung pada suhu 45-50 oC. Emulsi yang diperoleh segera didinginkan sampai suhu 15 oC lalu keluar secara gravitasi menuju centrifuge,  di   sini   nitrogliserin  akan  dipisahkan  dari   asam   bekas, kemudian asam bekas dapat di-recycle atau didenitrisi. Campuran yang mengandung nitrogliserin diemulsikan dengan water jet untuk membentuk campuran  non-explosive, lalu  dinetralkan dengan  Na2CO3,  dan  dicuci. Nitrogliserin yang telah stabil dilewatkan melalui injector untuk membentuk non-explosive water emulsion demi keamanan dalam penyimpanan.

3.  Biazzi Continous Process

Biazzi continous adalah proses terbaru dalam produksi nitrogliserin. Perlengkapan terdiri dari nitrator, separator, dan pencuci berpengaduk. Sebagian unit alatnya terbuat dari stainless steel, untuk mencegah penimbunan nitrogliserin. Prosesnya meliputi nitrasi, pemisahan, dan pemurnian nitroglisern dengan cara pencucian. Nitratornya berupa vessel berbentuk silinder  kecil  yang dilengkapi dengan  stainless steel  vessel dengan   koil   pendingin,  dimana   brine   pada   suhu   (-2) – (-5) oC disirkulasikan selama nitrasi untuk menjaga reaksi pada suhu 15 oC dan tekanan atmosfer (1 atm).

Kemudian hasil nitrator masuk ke separator I untuk memisahkan nitrogliserin dari asam sisa berdasarkan berat jenis dan kelarutan,  kemudian  sisa  asam  dinetralkan  dengan  larutan  natrium karbonat 2 %. Di dalam tangki pencuci nitrogliserin dibuat emulsi dengan air dan dicuci untuk melarutkan garam-garam hasil netralisasi, lalu dialirkan ke separator II untuk memisahkan garam-garam hasil netralisasi dengan nitrogliserin sampai tercapai standar stabilitas (faktor keamanan).

Selanjutnya nitrogliserin yang dihasilkan disimpan dalam tangki penyimpan (Kirk and Othmer, 1996). Dari beberapa proses pembuatan nitrogliserin, dipilih proses Biazzi secara kontinyu berdasarkan:

1)   Proses Biazzi lebih effisien dibandingkan dengan proses yang lain (untuk kapasitas yang sama, ukuran alat lebih kecil)

2)   Proses    Biazzi    merupakan    proses    terbaru    dalam    pembuatan nitrogliserin,

3)   Dibandingkan  dengan  proses  Nitro  nobel  injector,  proses  Biazzi produksinya lebih cepat,

4)   Proses  Biazzi  lebih  aman,  karena  jumlah  nitrogliserin  yang  lebih sedikit dalam sistem pada waktu tertentu,

5)   Reaktor  bekerja  pada  tekanan  atmosfer  dan  suhu  15ºC  dengan konversi 99,43 %.

 

Bahan Baku

Jenis                     Gliserin, Asam Nitrat

Spesifikasi

a.  Gliserin

Sifat fisis:

Rumus molekul              : C3H5(OH)3

Berat molekul                : 92 g/gmol

Bentuk                           : cair

Warna                            : tidak berwarna

Titik didih                      : 290 ºC

Densitas                           : 1,26 g/cm3

Suhu kritis                     : 450ºC

Tekanan kritis                : 39,48 atm

∆Hf (25 ºC)                  : -582,80 kJ/mol

Cp (25 ºC)                     : 260,94 J/mol.K

Sifat kimia:

Nitrasi

Jika gliserin  direaksikan  dengan  asam nitrat dapat menghasilkan nitrogliserin.

C3H5(OH)3    + 3 HNO3                        C3H5(ONO2) 3   + 3 H2O

b.  Asam Nitrat

Sifat fisis:

Rumus molekul              : HNO3

Berat molekul                : 63 g/gmol

Bentuk                           : cair

 

Titik didih                      : 122 ºC

Densitas                         : 1,41 g/cm3

Suhu kritis                     :247ºC

 Tekanan kritis               : 68 atm

∆Hf  (25 ºC)                  : -135,10 kJ/mol

Cp (25 ºC)                     : 110,68 J/mol.K Sifat kimia:

a)  Nitrasi

Asam nitrat direaksikan dengan gliserin membentuk nitrogliserin.

C3H5(OH)3    + 3 HNO3            C3H5(ONO2)3   + 3 H2O

b)  Asam nitrat dapat terbentuk dari amonia

 

4 NH3  + 5 O2                4 NO + 6 H2O                   (1.3)

2 NO + O2                     2 NO2                               (1.4)

3 NO2 + H2O                  2 HNO3  + NO                  (1.5)

 

c) Amonia direaksikan dengan natrium bisulfat menghasilkan natrium nitrat dan asam sulfat

HNO3  + NaSO4              NaNO3  + H2SO4               (1.6)   

d)  Logam-logam mulia Au dan Pt tidak dapat bereaksi dengan HNO3.

e)  HNO3  terhadap logam

Disini   terbentuk   oksida   bukan   logam   dengan   martabat yang tertinggi, yang kemudian berubah menjadi logam.

6 HNO3               SO3      

 S + 3 O               SO3                                               (1.8)

 SO3    + H2O             H2SO4                                    (1.9)

6 HNO3  + S             H2SO4  +  6 NO2 + 2 H2O       (1.10)

 

f)   Campuran HNO3  dan HCl dalam perbandingan 1 : 3 disebut aqua  regia.   Logam-logam     mulia   tidak   dapat   bereaksi dengan HCl atau HNO3   dapat larut dalam aqua regia.

 

  1. Kebutuhan

Gliserin              : 2507,7093 kg/jam

Asam Nitrat       : 51049 kg/jam

 

Untuk  memenuhi  kebutuhan  bahan  baku  gliserin  diperoleh  dari  PT. Priscolin di Bekasi, asam nitrat diperoleh dari PT. Multi Nitrotama Kimia di Cikampek, asam sulfat diperoleh dari PT. Indonesian Acid Industry di Bekasi,   natrium   karbonat   diperoleh   dari   PT.   Samarth   Chemicals Indonesia di Jakarta, dan etanol diperoleh dari PT. JR. Malabar Korea Indonesia di Jakarta.

 

Produk

Spesifikasi         Nitrogliserin 99 % wt.

Nitrogliserin                   : 99 % wt.

Wujud                            : cairan

Kenampakan                  : jernih

Kemurnian                     : Nitrogliserin  min. 99 % Berat

  H2O 1 % berat

Density                            : 1,26 g/cm3

 

Daerah Pemasaran

Industri-industri  yang  menjadi  target  pemasaran  produk  nitrogliserin adalah :

         Industri farmasi karena nitrogliserin merupakan salah satu bahan kimia yang bisa digunakan sebagai obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi frekuensi serangan angina pektoris.

 

III.  DIAGRAM ALIR PROSES DAN PENERACAAN

3.1. Gambar Flowsheet, instrumen dan kondisi operasinya. (Terlampir)

 

3.2 Spesifikasi Alat Utama

 

1.  TANGKI PENYIMPANAN GLISERIN

 

 

 

Nama              : Tangki Penyimpanan Gliserin

Fungsi             : Menyimpan bahan baku gliserin selama 7 hari

Bahan             : Carbon steel (SA-283C)

Banyaknya Gliserin yang disimpan      = 425550,6608 kg

Volume Tangki                                  = 13209,5159 ft3

Dimensi Tangki :

D

 

H

= 7,8107 m

 

=7,8107 m

= 25,6255 ft

 

Tinggi Shell

 

Tebal Shell

 

= 25,6255 ft

= 5/16 in, ¼ in, 3/16 in

Tinggi Tutup

 

= 8,7368 m

 

Diameter pipa pengisian :

 

D nominal

12

In

ID

12.09

In

OD

12.75

In

Schedule

30

 

Flow area per pipe

115

in2

 

Diameter pipa pengeluaran :

D nominal

1/8

In

ID

0.269

In

OD

0.405

In

Schedule

40

 

 

Flow area per pipe

 

0.058

in2

 

 

2. REAKTOR Gambar alat :

 

 

 

Nama              : Reaktor

Kode              : R-01

Fungsi            : mereaksikan asam nitrat dan gliserin menghasilkan nitrogliserin dan air dengan katalis asam sulfat

Jenis               : RATB atau CSTR

Bahan             : Stainless Steel SA-167 (type 304)

 

Spesifikasi Reaktor

Diameter Shell              : 1,0377 m

Tinggi reaktor total       : 3,7128 m

Jenis pengaduk              : Turbin dengan 6 blade disk standar Jenis motor                  : variable-speed belt (33-200rpm) Daya motor                   : 930 Hp

Tebal shell                     : 3/16 in

Tebal head                     : 3/16 in

Dimensi koil                  : 1,25 in          sebanyak 174 lilitan

Beban pendingin           : 6642655,1824 kj/jam

 

 

3. POMPA Gambar Alat :

 

 

 

 

Nama                 : Pompa

Kode                  : P-01

Fungsi               : Memompa bahan baku asam sulfat dari tangki penampung H2SO4 ke

Mixer 01

Tipe                     : centrifugal, single stage

Bahan konstruksi : stainless steel (SA-213) Type 304

Kapasitas pompa : 0,0706 ft3/s = 7,1933 m3/jam

 

Dimensi

Pipa yang digunakan    :

D nominal                  : 1,5 in

ID                               : 15,25 in = 1,2708 ft OD                              : 16     in = 1,3333 ft Schedule                     : 30

Flow area per pipe      : 183   in2 = 1,2710ft2

Tenaga

Tenaga pompa                  : 1,9234 HP Tenaga motor                   : 2,3745 HP

 

4. COOLER Gambar Alat :

 

 

 

 

 

 

 

Nama                             : Cooler

Kode                             : C-03

Fungsi                            : Mendinginkan output mixer ke netralizer dari suhu 300C

menjadi 180C dengan pendingin air pada suhu 100C

Tipe                               : Heat Exchanger tipe Double Pipe

Luas transfer panas       : 3,6452 ft2

Faktor kekotoran           : 0,003 hr.ft2.oF/Btu

 

Spesifikasi dirancang

a) Annulus (IPS : 2in)

OD : 2,38 in

ID : 2,067 in

b) Inner pipe (IPS : 1 ¼ in)

OD : 1,66 in

ID : 1,38 in

c) Luas Penampang : 3,6363 ft2

d) Panjang pipa    : 12 ft

 

  1. DEKANTER

Gambar Alat :

 

 

Nama            : Dekanter

Kode             : D-01

Fungsi       :  untuk  memisahkan  produkreaktor  menjadi  fase  organic  dan  fase anorganik

Tipe              : Continuous Gravity Decanter Silinder Vertical

Bahan           : stainless steel SA-167 (type 304)

 

Spesifikasi

Pipa pengeluaran atas :

A                   = 0,0039 m2

OD               = 2,875 in ID                 = 2,469 in Tinggi           = 1,55 m

 

 

3.2. Utilitas

 

AIR

Air aporizsebagai pelarut

297,7137 m3/jam

Air untuk sanitasi

1,675 m3/jam

Total kebutuhan Air

2978,812 m3/hari

Didapat dari sumber

Sungai Kalimalang, Bekasi, JawaBarat

ETHYLEN GLYCOL

Kebutuhan untuk refrigerant

210,2122 m3/jam

LISTRIK

Kebutuhan listrik

1468,3976 kW

Dipenuhi dari

Generator : 1174,7181 kW

 

PLN         :  293,679   kW

BAHAN BAKAR

Jenis

Solar

Kebutuhan

Solar    : 67,81 kg/jam

Sumber dari

PT. Pertamina

 

IV. PERHITUNGAN EKONOMI

 

Physical Plant Cost (PPC)

Rp  18.494.756.587,48

Fixed Capital

Rp 125.541.093.466,69

Working Capital

Rp  80.888.586.346,29

Total Capital Investment

Rp 131.860.841.347,47

ANALISIS KELAYAKAN

Return on Investment (ROI)

Before tax : 56,602 % after tax : 39,621 %

Pay Out Time (POT)

Before tax :0,732Tahun after tax:1,015Tahun

Break Event Point (BEP)

27,175 %

Shut Down Point (SDP)

40,709 %

Discounted Cash Flow (DCF)

31,871 %

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://kimiaringgostar.blogspot.com/2012/05/nitrasi.html

http://salsabila-ravina.blogspot.com/2013/01/reaksi-nitrasi.html 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s