makalah biodiesel

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia dikenal dunia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, terutama minyak bumi dan gas alam. Hal ini yang menjadikan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam tersebut dalam jumlah yang besar untuk kesejahteraan masyarakatnya. Indonesia termasuk negara penyumbang minyak terbesar di dunia oleh karena itu hal ini dikhawatirkan berdampak kepada sumber daya alam tersebut, dimana kita ketahui SDA minyak bumi dan gas alam adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan lama-kelamaan akan habis di gali. Kemungkinan Indonesia kehilangan SDA tersebut sangat besar, sehingga menyebabkan kelangkaan bahan bakar yang sekarang ini saja sudah terasa dampaknya, dengan kelangkaan minyak tanah, dan harga minyak dunia yang semakin tinggi.

Permasalahan di atas menjadikan kita harus berpikir bagaimana caranya untuk mengganti SDA tersebut dengan sumber daya energi yang murah dan tepat guna? Sebagai jawaban dari permasalahan tersebut adalah bioenergi. Bioenergi sendiri merupakan sumber daya alternatif yang dapat digunakan berulang-ulang, untuk mengganti sumber daya fosil yang banyak digunakan di Indonesia saat ini.

Oleh karena itu pemerintah Indonesia mencari solusi bagaimana mensosialisasikan usaha bioenergi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas kepada para wirausahaan, dan dapat membuka lapangan pekerjaan, bagi kesejahteraan hidup?, dan dapat menemukan bioenergi alternatif

Bioenergi ini sangat cocok diterapkan kepada masyarakat pedesaan yang umumnya masih menggunakan BBM fosil sebagai bahan bakar “pengepul dapur” mereka, dengan dilakukannya pengadaan bioenergi di pedasaan diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM fosil yang sekarang mulai langka, dan harganya yang terus melonjak.

 

1.2. Tujuan

– Menemukan bentuk bioenergi yang tepat, sebagai pengganti bahan bakar minyak, dan ramah lingkungan.

– Menemukan bioenergi yang dapat dikelola oleh masyarakat tingkat dasar (ground level), khususnya pedesaan.

 

1.3 Rumusan Masalah

– Memecahakan masalah pemerintah dalam mencari energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang ramah lingkungan, yang dapat dikelola kalangan masyarakat tingkat dasar (ground level), agar dapat terlepas dari ketergantungan bahan bakar fosil yang lama-kelamaan akan habis.

 

 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

 

Pemanasan global (global warming) telah menjadi masalah yang sangat mengancam bagi kehidupan manusia di muka bumi yang salah satunya disebabkan emisi gas efek rumah kaca akibat pemakaian bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam yang juga merupakan sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu, telah menyebabkan tuntutan ke pencarian sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan bersifat dapat diperbaharui (renewable energy).

Menurut Departemen energi dan sumber daya mineral menyebutkan bahwa cadangan minyak bumi Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun ke depan, sementara cadangan gas bumi masih mencukupi untuk 61 tahun ke depan, sedangkan cadangan batubara habis dalam jangka waktu 147 tahun lagi. Beranjak dari asumsi di atas banyak kalangan yang memastikan bahwa Indonesia akan mengalami krisis energi apabila tidak ditemukannya sumber energi alternatif.

Apabila kita lihat, kebutuhan BBM dari tahun ke tahun semakin meningkat, sementara cadangan minyak kita semakin menipis. Menurut Hikman Manaf (Staf ahli Mentri ESDM) cadangan minyak bumi Indonesia saat ini diperkirakan sekitar 9 miliar barel dengan tingkat produksi mencapai 500 juta barel per tahun. Jika tidak ditemukan cadangan baru, maka minyak bumi akan habis 18 tahun lagi.

Krisis energi ini akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup rakyat Indonesia, yang kita ketahui bahwa warga Indonesia bergantung hidup dengan menggunakan sumber daya alam tersebut, terutama di daerah pedesaan, selain harga minyak tanah yang terus meningkat, yang membuat para warga desa yang membutuhkannya akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan minyak, karena kemampuan daya beli mereka yang termasuk dalam ekonomi kelas bawah.

Untuk mengatasi masalah BBM dengan semakin menipisnya cadangan minyak nasional tersebut, perlu dilakukan langlah-langkah upaya-upaya diversifikasi energi. Khususnya, upaya untuk memproduksikan jenis energi terbarukan (renewable) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti bioetanol dan biodiesel. Jenis energi ini diketahui sangat ramah lingkungan dan sekaligus akan dapat menciptakan lapangan kerja di pedesaan dalam jumlah yang besar karena bahan bakunya dapat berasal dari singkong, tebu, jagung, kelapa, biji jarak, kelapa sawit, bunga matahari, dan sebagainya. Kedua jenis bioenergi ini tepat dikembangkan karena disamping mampu menggerakan sektor agribisnis, juga mampu mempekerjakan petani di pedesaan.

Selain dari bahan bakar minyak yang mulai langka, warga pedesaan memiliki alternatif lain sebagai pengganti bahan bakar rumah tangga mereka adalah kayu bakar yang notabenenya diambil dari hutan yang ada di sekitar mereka, walaupun kayu bakar yang mereka ambil banyak yang berasal dari pohon-pohon yang telah mati tapi tidak jarang mereka juga mengambil dari pohon-pohon yang masih dalam kategori pohon yang mampu berproduksi. Hal ini lama-kelamaan dapat menyebabkan terjadinya degradasi vegetasi jenis tertentu dalam hutan, dan jika mereka mengambil kayu dari pohon-pohon yang telah mati, itu juga menyebabkan hilangnya tempat tinggal bagi beberapa jenis serangga yang memanfaatkan pohon mati sebagai sarangnya dan ini dapat mengganggu populasi beberapa serangga untuk bertahan hidup di alam bebas.

Sumber energi alternatif yang sangat menguntungkan bagi kita adalah sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable energy) yang bukan berasal dari fosil, karena dapat digunakan secara berulang-ulang dan dapat di produksi dalam skala rumah tangga maupun industri, jadi dapat membantu kalangan masyarakat tingkat dasar (ground level), dalam mensejahterakan kehidupan mereka.

 

2.1. Pemanfaatan Bioenergi

Bioenergi adalah bahan bakar alternatif terbarukan yang prosfektif untuk dikembangkan, tidak hanya karena harga minyak bumi dunia yang semakin melonjak naik seperti sekarang ini, tetapi juga karena terbatasnya produksi minyak bumi Indonesia. Terlebih lagi dengan kondisi perenergian Indonesia saat ini, sehingga pengembangan bioenergi semakin mendesak untuk segera dilaksanakan. Ketersediaan energi fosil yang diramalkan tidak akan berlangsung lama lagi memerlukan solusi yang tepat, yakni dengan mencari sumber energi alternatif. Sekarang ini tersedia beberapa jenis energi pengganti minyak bumi yang ditawarkan, antara lain tenaga baterai (fuel cells), panas bumi (geo-thermal), tenaga laut (ocean power), tenaga matahari (solar power), tenaga angin (wind power), batu bara, nuklir, gas, fusi, dan biofuel. Diantara jenis-jenis energi alteranatif tersebut, bioenergi dirasa cocok untuk mengatasi masalah energi karena beberapa kelebihannya.

Kelebihan bioenergi, selain bisa diperbaharui, adalah bersifat ramah lingkungan, dapat terurai, mampu mengeliminasi efek rumah kaca, dan kontinuitas bahan bakunya terjamin. Bioenergi dapat diperoleh dengan cara yang cukup sederhana, yaitu melalui budidaya tanaman penghasil biofuel dan memelihara ternak.

Salah satu energi yang dapat diperbaharui (renewable energy) adalah penggunaan kembali minyak jelantah sebagai bahan biodiesel, yang dapat mendampingi solar, bahkan dapat mengganti solar sebagai bahan bakar mesin diesel yang banyak digunakan dalam proses kehidupan sehari-hari dan industri, maka dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan hasil pembakaran dari biodiesel lebih baik dibandingkan hasil pembakaran dari solar, sehingga lebih ramah lingkungan[1].

 

2.2. Biodiesel

Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.

Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.[2]

Biodiesel adalah bahan bakar dari minyak nabati yang memiliki sifat seperti minyak diesel atau solar. Sebelum biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar, biodiesel ini harus diproses lagi untuk menurunkan kekentalannya. Selain itu tangki bensin juga harus dilakukan perubahan agar biodiesel ini dapat berfungsi dengan baik sebagai bahan bakar pada kendaraan tersebut.  Namun jika kendaraan sudah bermesin diesel, maka bahan bakar biodiesel ini sudah dapat langsung digunakan.[3]

Secara sederhana biodiesel didefinisikan sebagai bentuk bahan bakar diesel yang menyebabkan lebih sedikit kerusakan lingkungan dibandingkan bahan bakar diesel standar. Biodiesel biasanya dibuat dari minyak nabati melalui proses kimia yang disebut transesterifikasi.

Semua kendaraan keluaran baru dapat menggunakan biodiesel. Dalam kebanyakan kasus biodiesel tidak digunakan dalam bentuk murni (B100) melainkan dicampur dengan diesel standar. Hal ini terutama karena diesel standar lebih baik daripada biodiesel murni saat berurusan dengan suhu rendah dan juga diduga memiliki dampak yang lebih baik pada daya tahan mesin.[4]

Biodiesel adalah bahan bakar yang terdiri atas mono-alkil ester dari fatty acid rantai panjang, yang diperoleh dari minyak tumbuhan atau lemak binatang (Soerawidjaja,2005; National Biodiesel Board – NBB, 2003).

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang diformulasikan khusus untuk mesin diesel dengan berbagai kelebihan antara lain tidak perlu modifikasi mesin, mudah digunakan, ramah lingkungan, tercampurkan dengan minyak diesel (solar), memiliki cetane number tinggi, memiliki daya pelumas yang tinggi, biodegradable, non toksik, serta bebas dari sulfur dan bahan aromatik (Soerawidjaja, 2005;  NBB, 2003).

Tabel 1 Karakteristik biodiesel dari berbagai biji-biji dengan diesel minyak.

KARAKTER

SAWIT

KELAPA

KAPUK

JARAK KEPYAR

KACANG-KACANGAN

DIESEL

Densitas

0,92 – 0,95

0,92 – 0,94

0,93

0,92

0,92 – 0,98

0,80 – 0,86

Visco. 20OC (cst)

88,6

51,9

293

150 – 160

2 – 8

H. value (MJ/kg)

39,5

37,5

37

18.822

45,2

Flame point C

314

270 – 300

150

> 55

Cetane Number

42

53,9

> 45

Melting point C

25 – 30

22 – 26

17

Water cont.

0,1

< 0,25

< 0,25

< 0,2

Sulfur cont.

< 0,3

 

2.2.1 Kualifikasi biodiesel

Standar mutu Biodiesel telah dikeluarkan dalam bentuk SNI No. 04-7182-2006, melalui keputusan Kepala Badan standardisasi Nasional (BSN) Nomor 73/KEP/BSN/2/2006 tanggal 15 Maret 2006. Standar mutu biodiesel tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 2 Syarat Mutu Biodiesel  SNI 04-7182-2006

 

 

Sumber : Dadan Nugraha. Analisis life …, FT UI., 3008.

 

2.2.2 Kelebihan dan Kekurangan Biodiesel

Biodiesel ini mempunyai banyak keunggulan jika dibandingkan dengan bahan bakar jenis lainnya. Biodiesel tidak beracun dan tidak menyebabkan efek rumah kaca sehingga biodiesel ini ramah lingkungan dan juga bisa mengurangi resiko terkena kanker. Biodiesel dapat terurai (bio degradable) dan dapat diperbarui (renewable). Biodiesel juga dapat memperpanjang umur mesin kendaraan.[3]

Mengenai perbandingan tingkat emisi CO2 dari biodiesel dan diesel standar, biodiesel muncul sebagai pemenang dengan menghasilkan sampai 75% lebih sedikit emisi CO2 dibandingkan dengan diesel standar. Artinya dengan menggunakan lebih banyak biodiesel daripada diesel standar, kita dapat mengurangi dampak perubahan iklim.

Menggunakan biodiesel sebagai pengganti diesel standar tidak hanya akan membantu lingkungan, tetapi juga akan membantu meningkatkan kemandirian energi dan keamanan energi negara. Kelemahan dari penggunaan biodiesel lebih karena biodiesel sebagian besar masih diproduksi dari tanaman pangan yang dalam skenario terburuk menyebabkan peningkatan harga pangan dan bahkan meningkatkan kelaparan di dunia. Inilah alasan utama mengapa para ilmuwan melihat berbagai bahan baku biodiesel potensial lainnya, contohnya adalah rumput dan alga.[4]

2.2.3 Pembuatan Biodiesel

Biodiesel dapat dibuat dari berbagai minyak hayati (minyak nabati atau lemak hewani) melalui proses esterifikasi gliserida atau dikenal dengan proses alkoholisis. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut (Ma, F., 1999; Hariyadi, dkk,2005).

 

Gambar 1 Reaksi Pembuatan Biodiesel (Esterifikasi)

Terdapat tiga rute dasar dalam proses alkoholisis untuk menghasilkan biodiesel, atau alkil ester (Ma, F, 1999). Ketiga rute dasar tersebut yaitu:

1. Transesterifikasi minyak dengan alkohol melalui katalisis basa.

2.Esterifikasi minyak dengan methanol melalui katalisis asam secara langsung.

3.Konversi dari minyak ke fatty acid, kemudian dari fatty acid ke alkyl ester, melalui katalisis asam.[5]

Hampir seluruh minyak nabati dapat diolah menjadi biodiesel. Minyak nabati yang dapat diolah menjadi biodiesel dapat dihasilkan oleh berbagai macam jenis tumbuhan seperti kedelai, kanola, inti sawit, kelapa, jarak pagar, bunga matahari, biji kapuk, jagung dan ratusan tanaman penghasil minyak lainnya. Namun bahan utama pembuatan biodiesel yang sering digunakan adalah minyak jarak pagar karena minyak ini bukan merupakan minyak untuk pangan karena minyak jarak ini memiliki sifat sangat beracun.[3]

Pada skala kecil dapat dilakukan dengan bahan minyak goreng 1 liter yang baru atau bekas. Methanol sebanyak 200 ml atau 0.2 liter. Soda api atau NaOH 3,5 gram untuk minyak goreng bersih, jika minyak bekas diperlukan 4,5 gram atau mungkin lebih. Kelebihan ini diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas atau FFA yang banyak pada minyak goreng bekas. Dapat pula mempergunakan KOH namun mempunyai harga lebih mahal dan diperlukan 1,4 kali lebih banyak dari soda. Proses pembuatan; Soda api dilarutkan dalam Methanol dan kemudian dimasukan kedalam minyak dipanaskan sekitar 55 oC, diaduk dengan cepat selama 15-20 menit kemudian dibiarkan dalam keadaan dingin semalam. Maka akan diperoleh biodiesel pada bagian atas dengan warna jernih kekuningan dan sedikit bagian bawah campuran antara sabun dari FFA, sisa methanol yang tidak bereaksi dan glyserin sekitar 79 ml. Biodiesel yang merupakan cairan kekuningan pada bagian atas dipisahkan dengan mudah dengan menuang dan menyingkirkan bagian bawah dari cairan. Untuk skala besar produk bagian bawah dapat dimurnikan untuk memperoleh gliserin yang berharga mahal, juga sabun dan sisa methanol yang tidak bereaksi.[2]

2.2.4 Minyak Jarak

Minyak jarak adalah minyak nabati yang diperoleh dari ekstraksi biji tanaman jarak (Ricinus communis). Dalam bidang farmasi dikenal pula sebagai minyak kastroli.

Minyak ini serba guna dan memiliki karakter yang khas secara fisik. Pada suhu ruang minyak jarak berfasa cair dan tetap stabil pada suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Minyak jarak diproduksi secara alami dan merupakan trigliserida yang mengadung 90% asam ricinoleat. Minyak jarak juga merupakan sumber utama asam sebasat, suatu asam dikarboksilat.

Pemanfaatan minyak jarak dan turunannya (derivat) sangat luas dalam berbagai industri: sabun, pelumas, minyak rem dan hidraulik, cat, pewarna, plastik tahan dingin, pelindung (coating), tinta, malam dan semir, nilon, farmasi (1% dari total produk dunia), dan parfum.

 

Jarak Jatrova Kering

PRES KONTINYU

 

Ampas Bungkil

 

EKSTRAKSI SOLVEN

 

Ampas Bungkil

 

EVAPORASI

 

Solven

 

Minyak Jarak

 

Minyak Jarak

 

Minyak Jarak Jatrova

(90 – 100%)

Racun ricin merupakan produk sampingan dari proses pengolahan minyak jarak.[3]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Pembuatan minyak jarak

 

2.3 Penyediaan Energi Dalam Perekonomian Indonesia

Penyediaan energi (Energy Supply) pada masa depan merupakan permasalahan yang senantiasa menjadi perhatian semua bangsa karena kesejahteraan manusia dalam kehidupan modern sangat terkait dengan jumlah dan mutu energi yang dimanfaatkan. Bagi Indonesia yang merupakan salah satu negara sedang berkembang, penyediaan energi merupakan faktor yang sangat penting dalam mendorong pembangunan. Seiring dengan meningkatnya pembangunan diberbagai sektor, pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan energi akan terus meningkat.

Dalam memenuhi kebutuhan energi, penyedian energi nasional dipasok dari produksi domestik dan impor. Pasokan energi dari produksi domestik sangat tergantung teknologi dan infrastruktur energi. Infrastruktur energi terdiri dari infrastruktur konversi energi (berupa kilang minyak, gas dan pembangkit listrik), infrastruktur transmisi dan distribusi energi (pipa minyak, pipa gas, jaringan transmisi dan distribusi listrik), dan infrastruktur fisik (pelabuhan, jalan darat, angkutan sungai dan kereta api). Kenyataannya saat ini Indonesia memiliki keterbatasan dalam hal tersebut. Teknologi ekplorasi dan infrastruktur energi membutuhkan modal yang besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Untuk itu diperlukan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan investasi di bidang energi. Dengan keterbatasan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan energi domestik dapat dilakukan impor minyak dari negara lainnya. Impor minyak sangat tergantung dengan berapa besar kebutuhan akan energi, harga minyak dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.[1]

Menurut laporan Departemen Energi AS (DOE) [1] yang diterbitkan Oktober 2005, sejak tahun 2004 Indonesia sebenarnya sudah menjadi net-importer minyak bumi. Grafik 1 berikut menggambarkan keadaan ini. Ada dua sisi penting yang menyebabkan terjadinya situasi net-importer ini, yaitu sisi demand dan supply.

 

Grafik 1. Produksi dan Konsumsi Minyak Indonesia

 

Dari sisi demand, salah satu penyebabnya adalah terlalu besarnya ketergantungan penyediaan energi Indonesia pada bahan bakar minyak. Selain itu, besarnya elastisitas energi (terhadap pembentukan GDP) ikut mempercepat peningkatan konsumsi energi Indonesia.

Dari sisi supply banyaknya sumur-sumur minyak tua dan semakin kurangnya kegiatan eksplorasi menyebabkan semakin berkurangnya produksi minyak Indonesia. Penurunan kapasitas produksi ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1995, dengan penurunan tercepat terjadi sekitar tahun 2002.[2]

2.4 Peramalan

Berikut merupakan data impor energi di Indonesia:

Grafik 2. Data Impor bahan bakar minyak dan LPG (dalam juta barrel) dari tahun 2000 sampai 2010[3]

Garis biru merupakan data impor bahan bakar minyak. Dimana terlihat bahwa terjadi tren kenaikan impor dari tahun ke tahun. Hal ini karena terjadi peningkatan permintaan yang semakin tinggi yang tidak diimbangi dengan produksi. Jumlah produksi bahan bakar minyak tidak bertambah malah makin sedikit. Hal ini karena ketersediaan bahan bakar minyak di alam Indonesia mulai menipis. Sehingga membuat Indonesia harus mengimpor bahan bakar minyak dari luar negeri untuk mengamankan ketersediaan energi dalam negeri. Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka jumlah impor bahan bakar minyak oleh indonesia semakin banyak.

Bila diasumsikan bahan bakar minyak adalah solar semua dan solar bisa digantikan dengan biodeisel. Maka jumlah permintaan biodeisel untuk menggantikan solar yang harus diimpor pada 5 tahun mendatang dan tahun 2025 ada berapa?

Ini adalah sebuah pertanyaan yang ada dibenak produsen biodiesel sebagai sebuah potensi dalam kapasitas pembuatan biodiesel. Bagaimana peramalan akan permintaan biodiesel yang akan datang? Karena perkiraan industri setidaknya balik modal tercepat 5 tahun mendatang.

Jawab :

Langkah pertama – Masukkan data dalam grafik dan buat tren garisnya

Tulis data yang ada.

No.tahun

Tahun

Impor bahan bakar minyak(juta barrel minyak)

1

2000

95,6

2

2001

94,03

3

2002

112,68

4

2003

113,9

5

2004

161,52

6

2005

172,76

7

2006

137,83

8

2007

155,86

9

2008

159,27

10

2009

140,98

11

2010

165,15

Disini untuk sumbu x digunakan nomor urut dari tahun sehingga x = tahun-1999. Hal ini dilakukan agar akurasi dari rumus peramalan semakin tinggi. + 70% plotkan ke grafik excel dan tampilkan rumus hubungan antara sumbu x dan sumbu y pada tren garis linier, power, dan polinomial 3. Sehingga didapatkan hasil sebagai berikut :

 

Langkah 2 – Menghitung MSE dari tiap rumus tren

Dari rumus hubungan sumbu x dengan sumbu y yang telah didapat di atas, kemudian digunakan untuk menetukan nilai y’(nilai sumbu y yang dicari menggunakan rumus di grafik excel) pada +30% data yang tersisa. Kemudian dicari nilai (y-y’)­­­2 dan dirata-rata sebagai nilai dari MSE.

Untuk tren linier:

Nilai x pada tahun 2008, x=2008-1999=9.

Nilai y = 159,27

Menggunakan rumus tren linier y’=10,341x + 83,986.

Sehingga, y’= 10,347*9+83,986

                  y’ = 177,055

Dengan cara yang sama maka didapatkan hasil untuk ketiga tren garis di atas adalah sebagai berikut:

     Linier

No.tahun

Y

Y’

(Y-Y’)^2

9

159,2700

177,0550

316,3062

10

140,9800

187,3960

2154,4451

11

165,1500

197,7370

1061,9126

   

MSE=

1177,5546

Power

No.tahun

Y

Y’

(Y-Y’)^2

9

159,2700

163,9586

21,9828

10

140,9800

187,3960

2154,4451

11

165,1500

197,7370

1061,9126

   

MSE=

1079,4468

Polinomial 3

No.tahun

Y

Y’

(Y-Y’)^2

9

159,2700

110,4656

2381,8695

10

140,9800

46,3500

8954,8369

11

165,1500

-50,6876

46585,8696

   

MSE=

19307,5253

 

Langkah 3 – Pemilihan rumus peramalan

Terdapat tiga rumus untuk meramal. Hal ini akan berkemungkinan memberikan hasil yang berbeda untuk prediksi di tahun yang sama dan akan membingungkan dalam hal peramalan. Maka dari itu maka dicari rumus peramalan yang paling baik. Rumus yang paling baik mempunyai nilai (1-R2) + (|MSE-MSE’|/MSE’) yang paling kecil. Nilai R2 didapatkan dari grafik 1. Nilai MSE’ merupakan rata-rata dari ketiga nilai MSE tiap tren lain.

Untuk tren linier:

R2 = 0, 6820

MSE =1177,5546

Nilai MSE’ :

     MSE’=  = 7188,1756

(1-R2) = ( 1- 0, 6820 ) = 0,3180

|MSE-MSE’|/MSE’ =  = 0,8362

Sehingga,

nilai (1-R2) + (|MSE-MSE’|/MSE’) = 0,3180 + 0,8362 = 1,1542

Dengan cara yang sama maka didapatkan hasil sebagai berikut :

Pemilihan Rumus

no

Model

R2

MSE

1-R2

|MSE-MSE’|/MSE’

total

1

linier

0,6820

1177,5546

0,3180

0,8362

1,1542

2

power

0,7308

1079,4468

0,2692

0,8498

1,1190

3

polinomial 3

0,8094

19307,5253

0,1906

1,6860

1,8766

 

 

MSE’=

7188,1756

 

 

 

Setelah didapatkan hasil seperti di atas ternyata rumus tren power mempunyai nilai (1-R2) + (|MSE-MSE’|/MSE’) paling kecil, sehingga untuk selanjutnya peramalan data menggunakan rumus dari tren power.

Langkah 4 – Penentuan Standar deviasi

Dalam hal peramalan tentu pada data asli tentu ada yang berada di atas ataupun di bawah dari garis tren. Maka perlu diperhitungkan seberapa kemungkinan melesetnya prediksi dengan kanyataan. Dalam kenyataan ada beberapa faktor yang membuat data-data yang ada meleset dari tren. Meskipun faktor-faktor tersebut bisa dimasukkan ke dalam perhitungan ramalan tetapi tetap saja ada kemungkinan untuk meleset. Dalam hal ini, digunakan fungsi random di excel untuk menetukan secara acak kemungkinan yang ada sebagai variabel random. Setelah itu menentukan logika untuk variable multiply. Logikanya adalah bila nilai random kurang dari sama dengan 0,5 maka nilai multiply adalah -(0,5-random). Namun, bila nilai random lebih dari 0,5 maka nilai multiply adalah (random-0,5). Lalu menentukan nilai (Sd-Sdsesungguhnya) adalan nilai multiply dikali MSE untuk tren power. Hal ini dilakukan seratus kali lalu dicari jumlah nilai Σ (Sd-Sdsesungguhnya).

 

Langkah 5 – Peramalan

Untuk peramalan sudah ditentukan mengunakan rumus dari tren power dalam mencari y’.

Untuk peramalan tahun 2018 (5 tahun mendatang):

x = 2018 – 1999 = 19

y’ =  86,716 x 0,2899

     =  86,716*190,2899

     = 203,615

Standar Deviasi = 96,514

Sehingga,

Hasil akhir prediksi = y’ + sd = 203,615 + 96,514 = 300,130

Dengan cara yang sama maka didapatkan hasil sebagai berikut :

Prediksi

Tahun

x

y’

Standar Dev

Hasil akhir

2018

19

203,615

96,514

300,130

2025

26

222,998

96,514

319,512

Nilai sd yang bisa dipakai agar yakin bila nilai sd sekitar 0,27% dari data yang diramal.

Problem ketika menggunakan cara ini adalah karena menggunakan formula ‘rand()’ pada excel. Ketika ada perubahan pada excel maka nilai dari langkah ke 4 akan otomatis berubah. Sehingga nilai standar deviasi akan ikut berubah secara otomatis. Namun, perubahan nilainya cukup signifikan sehingga hasilnya bisa naik turun secara banyak. Sehingga bila hasil akhir berubah banyak maka dapat menggunakan nilai y’ saja atau bisa menggunakan hasil akhir ketika nilai dari standar deviasi terkecil terhadap nol.

 

 

 

 

BAB III
PEMBAHASAN HASIL STUDI

 

Dalam kasus ini ancaman Indonesia kehilangan SDA terutama BBM fosil sangat besar, mengingat terus meningkatnya kebutuhan BBM dari tahun ketahun, dan semakin menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia, maka perlu diadakannya pengalihan sumber energi kepada sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable energy), salah satunya dengan menggunakan biodiesel.

Dari penelusuran literatur yang telah dilakukan didapatkan bahwa bioenergi yang baik dijadikan sebagai energi yang dapat diperbaharui (renewable energi) adalah minyak jarak, mengapa minyak jarak?. Alasan kami memilih minyak jarak karena biji jarak mengandung kadar lemak yang cukup tinggi yaitu sekitar 47% sehingga biji jarak sangat potensial digunakan sebagai sumber minyak. Di samping itu biji jarak bukanlah tanaman pangan sehingga produksi besar-besaran dari biji jarak tidak akan mengganggu harga dari komoditas bahan pangan.

Minyak jarak (biodiesel) ini jika dibandingkan dengan solar memiliki perbedaan antara lain:

1. Biodiesel memiliki bilangan kualitas pembakaran yang lebih tinggi daripada solar yang ada di pasaran.

2. Biodiesel adalah bahan bakar beroksigen. Karenanya, penggunaannya akan mengurangi emisi CO dan jelaga hitam pada gas buang atau lebih ramah lingkungan.

3. Titik kilat tinggi, yakni temperatur tertinggi yang dapat menyebabkan uap biodiesel dapat menyala. Sehingga, biodiesel lebih aman dari bahaya kebakaran.

4. Tidak mengandung belerang dan benzena yang mempunyai sifat karsinogen, serta dapat diuraikan secara alami. Sehingga ramah lingkungan.

5. Dilihat dari segi pelumasan mesin, biodiesel lebih baik daripada solar sehingga pemakaian biodiesel dapat memperpanjang umur pakai mesin.

6. Dapat dengan mudah dicampur dengan solar biasa dalam berbagai komposisi dan tidak memerlukan modifikasi mesin apapun.

Karena mudah dan murahnya biaya proses pembuatan biodiesel ini, maka dapat dilakukan sosialisasi pembuatan biodiesel kepada semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali, sehingga dapat menciptakan sumber daya baru, dan dapat pula dilakukan oleh kalangan wirausahawan sebagai salah satu proyek mereka, yang memiliki prospek yang cerah kedepannya untuk menghadapi krisis global, terutama krisis bahan bakar yang sedang melanda dunia dan dapat juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat tingkat dasar.

Program pengolahan biodiesel minyak jarak ini diharapkan mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah, agar usaha ini juga dapat membantu meringankan beban negara untuk mengatasi permasalahn krisis minyak di dunia, sebagai salah satu bioenergi yang dapat diperbaharui diharapkan adanya kerjasama dari perusahaan energi yang ada di Indonesia, misalkan PT. Pertamina yang notabenenya adalah sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia. Diharapkan dengan adanya kerjasama dari pihak yang terkait dapat menciptakan suatu peluang bisnis yang saling menguntungkan, baik untuk negara maupun kesejahteraan rakyat Indonesia, dan menghasilkan produk BBM yang ramah lingkungan, dan murah harganya.

Peluang bisnis biodiesel ini juga sangat prosfektif digalakan di Indonesia terutama pada masyarakat kalangan bawah (ground level), jadi dapat mengurangi angka pengangguran, dan jika mereka dapat mengelola dengan baik maka kemungkinan mereka untuk mendapatakan pengahsilan dari hasil produksi biodiesel ini dapat mensejahterakan hidup mereka, dan bagi Indonesia sendiri adalah menurunnya angka kemiskinan.

 

 

BAB IV
PENUTUP

 

4.1 Kesimpulan

Dari hasil penelusuran beberapa literatur dan pembahasan yang kami lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa:

– Bioenergi yang baik sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) fosil, adalah minyak jelantah yang dapat dijadikan biodiesel sebagai pengganti solar dalam kehidupan sehari-hari maupun industri dan biodiesel minyak jelantah ini juga ramah lingkungan karena hasil emisi yang dikeluarkan jauh lebih rendah daripada solar.

– Dengan pengembangan usaha pembuatan biodiesel minyak jarak ini akan memunculkan wirausahawan yang berkompeten di dalam pelestarian lingkungan hidup dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

– Usaha pengolahan biodiesel ini mudah dan murah sehingga semua kalangan masyarakat dapat menekuninya, mulai dari kalangan bawah (ground level) hingga menengah keatas.

 

4.2 Saran

Dalam sosisalisasi pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel, ada baiknya ada pilot biodiesel yang dapat memantau perkembangan usaha yang dilakuakan di daerah yang telah disosialisasi tentang sumber daya ini.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Biodiesel. Diunduh 26 Maret 2013 : 14.15.

[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_jarak. Diunduh 26 Maret 2013 : 14.30.

[7] SNI 04-7182-2006 : Biodiesel. Diunduh 28 Maret 2013 : 14.10.

 

Anonim. 2010. Minyak Jelantah. www. id.wikipedia.org. Diakses tanggal 5 Oktober 2010: Samarinda.

Atmojo, S. W. 2005. Bioenergi, BBM Alternatif Ramah Lingkungan. Artikel Solo Pos

Firdaus, I.U. 2010. Usulan Teknis Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah. PT. Nawapanca Engineering: Bandung.

Hambali, E, dkk. 2005. Teknologi Bioenergi. Agro Media: Jakarta.

Kelompok Ilmiah Pelajar. 2009. Cara Membuat Biodiesel Dari Minyak Jelantah. Bandung.

Ridhotulloh, D. M. 2008. Jangan Buang Minyak Jelantah. http://www.inilah.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2010: Samarinda.

Wawicaksono. 2007. Bahan Bakar Minyak Jelantah, Kabar Gembira Buat Lingkungan Hidup. http://www.beritahabitat.net. Diakses tanggal 5 Oktober 2010: Samarinda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s