14. APLIKASI TEKNIK NUKLIR DALAM BIDANG Penelitian

Bidang Penelitian ??!

1. Aplikasi teknologi nuklir banyak dijumpai dan dimanfaatan dalam bidang penelitian. Hal ini disebabkan karena aplikasi teknologi nuklir memiliki sifat yang sangat khas yang tidak bisa diperoleh dengan cara lain. Sifat yang sangat khas ini berasal dari radiasi nuklir yang mempunyai keistimewaan antara lain sebagai berikut  : 

a.  Pendeteksiannya sangat peka walaupun keberadaan-nya hanya dalam orde beberapa mikrogram, bahkan hanya dalam orde beberapa atom saja masih bisa dideteksi.

b.   Tidak  terpengaruh oleh adanya perubahan secara fi-sika maupun secara kimia

c.   Radiasi dapat menenbus bahan yang diteliti.

2.  Berdasarkan sifat yang sangat khas tersebut, aplikasi teknologi nuklir banyak dimanfaatkan dalam berbagai macam penelitian. Sebagai contoh dapat diikuti beberapa macam penelitian yang meliputi berbagai bidang kegiatan. Contoh penelitian yang dimaksud antara lain adalah sebagai berikut  :

a.  Meneliti ketebalan pipa karena faktor usia

b.  Meneliti kandungan logam berat dalam rokok

c.  Meneliti daya absorbsi uang kertas untuk membedakan uang asli dan uang palsu

d.  Meneliti efisiensi daya cuci sabun dan deterjen

e.  Meneliti daya pencemaran lingkungan terhadap manusia

f.   Meneliti tanaman perindang penyerap logam berat

g.  Meneliti absorpsi fosfor oleh ikan

h.  Meneliti adanya jatuhan debu radioaktif

i.   Meneliti asupan mineral pada Janin

A.  Meneliti Ketebalan Pipa Karena faktor usia

Persoalan  :

Pipa banyak digunakan dalam berbagai macam kegiatan industri untuk mengangkut fluida ( zat cair ataupun gas ) dan kadang-kadang juga zat padat yang diangkut dengan teknik fluida. Akibatwaktu pemakaian yang cukup lama , ketebalan pipa bisa berubah menjadi lebih tebal karena adanya pengendapan ataupun menjadi lebih tipis karena tergerus aliran atau karena korosi. Untuk mengetahui perubahan ketebalan pipa ini tanpa menghentikan proses, dapat dilakukan dengan bantuan teknologi nuklir.

Penebalan dinding pipa atau penipisan dinding pipa harus diper-hatikan dengan baik karena hal itu dapat menimbulkan masalah yang dapat mengganggu proses industri. Kecelakaan industri bisa juga terjadi akibat adanya perubahan ketebalan pipa. 

Dinding pipa yang mengalami penebalan menyebabkan tekanan fluida menjadi tinggi. Tekanan yang tinggi ini dapat mengakibatkan pipa yang sudah tua pecah ! Kalau pipa mengalami penipisan karena korosi juga dapat menyebabkan pipa pecah.  Oleh karena itu pipa harus dijaga dalam keadaan baik dengan jalan mengganti pipa yang sudah tidak memenuhi syarat dengan pipa baru.

Penyelesaian  :

1.  Perubahan ketebalan pipa dapat diteliti tanpa menghentikan pro-ses yang sedang berjalan dengan uji tak merusak atau Non Destructive Test  (  NDT ).

2.  Sebagai sumber radiasi dapat digunakan sumber radiasi gamma dan detektor yang digunakan bisa detektor Geiger Muller atau detektor NaI(Tl)

3.  Susunan peralatan dan gambar tampang lintang pipa adalah se-bagai berikut

4.  Catat hasil cacah pendeteksian pipa yang sudah dipakai ( lama ) dan pipa yang masih baru.

5.  Persamaan yang dipakai adalah  :

                        AL   =   A0   eνt                        AL  =  Cacah pada pipa lama

                        AB   =   A0   eνt                       AB  =  Cacah pada pipa baru

                                                            A0  =  Cacah awal sumber radiasi

 6.  Perbedaan AL dan AB menunjukkan adanya penebalan atau peni pisan pipa.

7.  Kesimpulan dapat diambil dari hasil pengamatan perbedaan  AL dan AB.

Catatan  :

a.  Usahakan berkas radiasinya tidak menyebar dengan mema-kai Kolimator

b.  Sumber radiasi dan detektor terletak dalam satu garis mele-wati pusat penampang pipa.

B. Meneliti Kandungan Logam Berat Pada Rokok

Semua orang sudah tahu bahwa merokok berdampak buruk pada kesehatan, karena dapat menimbulkan kanker , serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan , dan janin. Dampak buruk tersebut antara lain disebabkan oleh adanya nikotin yang menyebabkan kecanduan dan ketergantungan pada rokok.

Asap rokok dan ter menyebabkan rambut cilia yang ada pada daerah bronchus tidak berfungsi dengan baik, karena menjadi lengket dan tidak dapat menolak partikel halus yang masuk ke paru-paru. Cilia yang lengket menyebabkan partikel halus menempel padanya dan menyebabkan produksi lendir berlebihan , sehingga menjadi batuk. Kalau hal ini dibiarkan terus maka akan menjadi COCARCINOGENIK dan akhirnya menjadi kanker.

Selain dari itu , rokok ternyata juga mengandung logam berat yang dapat mengakibatkan terjadinya racun di tubuh manusia.

Logam-logam berat ternyata sangat berbahaya bagi tubuh manusia , karena pada umumnya logam berat dalam lever route  yang dapat menimbulkan gangguan dan penyakit internal, terutama gangguan pada lever.

Orang yang merokok pada umumnya mempunyai kesehatan yang lebih buruk daripada orang yang tidak merokok. Usia harapan hidup orang yang merokok juga lebih pendek daripada orang tidak mero-kok. Disamping itu seorang perokok  secara psikologis adalah orang yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya dan cenderung egois.  Logam berat apa saja yang terkandung dalam rokok , menarik sekali untuk diteliti  ???

Logam berat yang diduga terdapat di dalam rokok dapat berasal dari tembakau. Logam berat yang ada dlam tembakau,  memang pernah diteliti orang dan ini ada kaitannya dengan kondisi tanah tempat tembakau ditanam. Sedang logam berat di dalam rokok selain berasal dari tembakau, ada kemungkinan juga berasal dari saus yang digunakan pada rokok.

Saus tersebut antara lain berasal dari cengkih, klembak , dan sari (esence) aroma buah. Ada kemungkinan juga logam berat berasal dari kertas pembungkus, filter, dan dari cat yang digunakan pada merek rokok.

Penyelesaian :

1.  Untuk analisis kandungan logam berat yang terdapat di dalam rokok dapat menggunakan tenik Analisis Aktivasi Neutron.

2.   Pilih rokok yang akan diaktivasi, rokok kretek merek X.

3.   Sebatang rokok dimasukkan dalam vial polyethylene dan ditutup yang rapat

4.   Masukkan vial yang berisi rokok ke dalam reaktor untuk diradiasi

5.    Atur fluks neutron sebesar 1011 neutron/cm2/detik

6.   Lakukan analisis kualitatif terhadap “ rokok radioaktif “ dengan menggunakan sistem spektrometri gamma.

Detektor yang digunakan bisa memakai detektor yang diguna-kan bisa memakai  detektor sintilasi NaI(Tl), Ge(Li) , atau Si(Li).

7.  Kalibrasi energi gamma ikut menentukan ketelitian hasil anali-sis.

8.  Analisis kuantitatif dengan meradiasi sampel standar yang sudah diketahui kandungan logam beratnya.

9.  Ingat pada setiap analisis aktivasi neutron, unsur yang dicari selalu “ berjalan mundur “ dari hasil analisis kualitatif.

10. Kesimpulan tergantung pada hasil analisis kualitatif maupun analisis kuantitatif.

Catatan  :

a.  Bila diperlukan data logam berat per berat rokok, perlu dila- kukan analisis kualitatif.

b.  Untuk keperluan tersebut , harus ada berbagai logam berat standard.

C.  Meneliti Daya Absorbsi Uang Kertas

Persoalan  :

Teknik pencetakan uang kertas saat ini sudah sangat maju sehing ga usaha untuk memalsukkannya semakin sulit. Tetapi para pemalsu uang tidak kurang akal untuk meniru seperti aslinya , sehingga sulit untuk dibedakan uang yang asli dan uang yang palsu. Tanda pengaman pada uang yang asli sering juga terdapat pada uang yang palsu, walaupun tidak sesempurna yang ada pada uang yang asli.

Apabila uang kertas asli dan uang kertas palsu sulit dibedakan dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang, maka ada cara lain untuk membedakannya, yaitu dengan melihat daya absorbsi uang kertas asli dan uang kertas yang palsu terhadap zat radioaktif. Daya absorbsi uang kertas asli dan uang kertas palsu pasti akan berbeda manakala kedua uang kertas tersebut menggunakan bahan baku kertas yang tidak sama.

Daya absorbsi uang kertas bisa dilihat dengan mencelupkannya ke dalam larutan zat radioaktif, kemudian setelah agak kering diletakkan / ditempelkan kepermukaan kertas film. Kertas film yang telah terpapar radiasi yang terabsorbsi pada uang kertas akan “ merekam “ gambar dan keadaan yang ada pada uang kertas yang dianalisis. Hasil rekaman pada kertas film dapat dipakai untuk menganalisis kebenaran atau keaslian uang kertas tersebut.

Penyelesaian  :

1. Siapkan larutan radioaktif yang berumur paro pendek secukup-nya , Misalkan I131 atau P32.

2.  Siapkan  uang  kertas  yang asli beberapa lembar sebagai stan-dard dengan gambar yang sama dengan uang palsu.

3.  Siapkan larutan developer untuk pemrosesan film

4.  Celupkan uang kertas yang asli dan uang kertas yang palsu ke dalam larutan zat radioaktif.

5.  Diamkan beberapa saat agar larutan zat radioaktif terabsorbsi ke dalam uang kertas

6.  Angkat dan tiriskan uang kertas sampai agak kering, kemudian letakkan / tempelkan pada permukaan kertas film. Penger-jaannya dilakukan di dalam kamar gelap.

7.  Cuci dengan developer yang sudah disiapkan untuk mempro-ses film. Ingat, pengerjaannya harus dilakukan di dalam kamar gelap.

8.  Bandingkan gambar hasil rekaman film antara uang yang asli dan uang yang palsu.

9.  Kesimpulan dapat diambil dari hasil perbandingan rekaman film uang yang asli dan uang yang palsu.

Catatan  :

a.  Usahakan jangan sampai ada zat radioaktif tercecer.

b.  Teknik pencucian film perlu dikuasai dengan baik

D.  Meneliti Efisiensi Daya Cuci Sabun dan Deterjen

Persoalan  :

Saat ini banyak beredar sabun cuci konvensional dan sabun cuci deterjen untuk keperluan pembersih lantai , alat-alat rumah tangga , dan pakaian. Sabun cuci konvensional dibuat dari asam lemak nabati ( stearat, palmitat, atau oleat ) dan direaksikan dengan basa ( NaOH ) yang menghasilkan sabun natron ( Sabun Keras ). Bila asam lemak direaksikan dengan basa ( KOH ) maka akan menghasilkan Sabun Lunak. 

Sedangkan sabun cuci deterjen dibuat dari senyawa petrokimia  misalkan : Dodecylbenzensulfonat. Sabun cuci konvensional tidak bisa bekerja pada kondisi air sadah, sedangkan sabun cuci  deterjen bisa bekerja pada kondisi air sadah.  Sabun cuci dan deterjen dengan berbagai macam merek mengiklankan dirinya sebagai bahan pencuci terbaik, tetapi sabun cuci yang manakah yang mempunyai efisiensi daya cuci terbaik, masih perlu diteliti.

Persoalan bisa disederhanakan dengan memilih sabun cuci kon-vensional dari berbagai macam merek , kemudian diteliti sabun cuci manakahyang paling effisien daya cucinya.  Atau sesama sabun cuci deterjen, diteliti sabun cuci deterjen manakah yang paling effisien daya cucinya. Sabun cucikonvensional terbaik dibandingkan dengan sabun cuci terbaik, salah satu tentu akan memiliki effisiensi daya cuci yang lebih baik dan hasil akhir inilah yang akan menentukan manakah di antara sabun cuci konvensio-nal dan sabun cuci deterjen yang terbaik effisiensi daya cucinya.

Penelitian tersebut  di atas bisa dilaksanakan dengan bantuan aplikasi teknologi nuklir , yaitumemakai teknik perunut atau tracer technique. Sebagai perunut dipilih radioisotop yang berumur pendek dan mudah diterima lingkungan atau environmental receivable , yaitu P32 ( Fosfor ). Fosfor adalah salah satu unsur yang ada di dalam tanah dan diperlukan oleh tanaman. Bahan pengotor buatan ( Artificial Dirt ) yang dengan bahan perunut P32 dioleskan pada kain.

Kain yang sudah “ kotor “ ini kemudian di cuci dengan sabun cuci konvensional atau sabun cici deterjen. Waktu pencucian antara sabun cuci konvensional maupun kain yang dicuci dengan sabun cuci deterjen. Effisiensi day cuci sabun akan ditunjukkan oleh cacah P32 yang sedikit pada kain, menunjukkan P32 dalam kain kotoran banyak yang terangkat oleh sabun dan ini berarti effisiensi daya cuci sabun baik.

Penyelesaian  :

a.  Siapkan peralatan sebagai berikut  :  Detektor Geger Muller dan pirantinya , bahan perunut P-32, sabun cuci konvensional , sabun cuci deterjen , bahan pengotor buatan ( misalkan : lumpur tanah ) dan kain bersih.

b.  Buat bahan pengontor buatan ( lumpur tanah ) yang ditambah bahan perunut P-32.

c.  Aduk bahan pengotor buatan dan bahan perunut P-32 sampai homogen.

4.  Oleskan bahan pengotor yang sudah tercampur P-32 dengan be-rat tertentu pada kain ( ukuran kain juga tertentu ).

5.  Cucilah kain yang sudah diberi bahan pengotor buatan dengan sabun cuci konvensional memakai mesin cuci dengan waktu tertentu.

6.  Ulangi pekerjaan No. 5 dengan sabun cuci deterjen.

7.  Setelah selesai pencucian , masing-masing kain yang dicuci dengan sabun cuci konvensiponal dan sabun cuci deterjendideteksi keberadaannya P-32 nya.

8.  Bandingkan kedua hasil pendeteksiannya.

9.  Kesimpulan diambil berdasarkan pengamatan dan pembandi-ngan kedua hasil pendeteksian.

Catatan :

1.  Air sabun diperlakukan sebagai limbah radioaktif cair.

2.  Jangan sampai air cucian terpecik ke lingkungan.

E. Meneliti Dampak Pencemaran Lingkungan Terha- dap Manusia

Pencemaran lingkungan dapat merupakan gabungan dari pencema ran udara , pencemaran air , dan pencemaran daratan yang kese-muanya dapat sampai kepada manusia. Dampak pencemaran ling-kungan sebagai suatu masalah besar yang pernah terjadi  :

1.  Di Jepang ( kasus Minamata , kasus Toyama );

2.  Di India ( kasus Bopal )                                     

3.  Amerika ( kasus Nebraska , kasus ohama )

Dampak lingkungan dari ketiga tempat tersebut memakan korban yang cukup banyak.

Kasus minamata adalah kasus pencemaran Teluk Minamata oleh logam berat Mercuri ( Hg ) yang berasal dari limbah industri yang dibuang ke lingkungan akhirnya bermuara di Teluk Minamata.

Penduduk disekitar Teluk Minamata, yang kebanyakan adalah para nelayan, banyak yang menjadi korban, karena mereka memakan ikan yang tercemat Hg hasil tangkapandari sekitar Teluk Minamata. Dampak keracunan  Hg  pada manusia antara lain, gangguan bica-ra, penyempitan bidang pandang , gangguan pendengaran , gang guan pada pancaindera , dan gangguan syaraf pada umumnya.

Kasus minamata dikawatirkan bisa terjadi di tempat lain yang memi liki tipologi geografis hampir sama dengan teluk Minamata , yaitu adanya pembuangan limbah industri ke lingkungan yang akhirnya bermuara ke laut ( teluk ).

Contoh : di Indonesia adalah Teluk Jakarta yang menerima buangan limbah Industri dari Sungai Ciliwung yang mana disekitar daerah aliran sungai banyak kegiatan Industri yang dikawatirkan limbah industrinya di buang ke sungai.

Contoh lain Teluk Siam ( Bangkok ) di Thailand yang menerima buangan limbah industri dari 5 ( lima ) sungai besar yang disekitarnya banyak kigiatan Industri.

Data analisis lingkungan menunjukkan bahwa telah terjadi pence-maran di Teluk Jakarta. Kadar Hg yang ada pada ikan kembung, ikan bawal, ikan tongkol , dan cumi-cumi sudah melewati ambang batas yang diijinkan.

Atas dasar kenyataan tersebut diatas ada pemikiran apakah dam-pak pencemaran lingkungan sudah sampai kepada manusia ?? Terutama para nelayan yang memakan ikan hasil tangkapan disekitar teluk Jakarta perlu di teliti apakah sudah mengalami akumulasi Hg di tubuhnya ? Banyak bagian tubuh manusia yang dapat dipakai sebagai indikator biologis adanya pencemaran lingkungan.

Dari berbagai laporan ilmiahyang dikeluarkan oleh IAEA ( Interna-tional Atomic Energy Agency ), ternyata rambut manusia dapat dipakai sebagai salah satu indikator biologis adanya pencemaran lingkungan. Rambut dapat mengakumulasi berbagai macam unsur yang masuk kedalam tubuh manusia , termasuk unsur-unsur yang bersifat racun seperti halnya Arsen , Hg, Pb, Cd dll

Rambut sebagai indikator biologis juga sangat mudah diambil seca ra langsung tanpa menimbulkan rasa sakit. Jadi rambut dapat diteli-ti sebagai indikator biologis atas adanya pencemaran lingkungan terhadap manusia.

Oleh karena keberadaan Hg dalam rambut dalam orde ppm, maka cara analisis konvensional akan sulit dilakukan.  Di samping itu dengan cara  kimia analisis akan memerlukan sample rambut cukup banyak , mungkin beberapa ons sampe orde kilogram per sampel. Analisis dalam orde ppm dapat dikerjakan dengan mudah dengan analisis aktivasi neutron. 

Penyelesaian  :

1.   Ambil sampel rambut ( manusia ) dari lokasi yang diduga menga lami pencemaran dan diperkirakan telah sampai kepada manu-sia.

2.   Beri catatan pada sampel rambut yang akan dianalisis.

3.   Bersihkan rambut dari kotoran yang ada , supaya tidak meng- ganggu analisis.

4.   Bungkus beberapa helai rambut ( orde miligram ) yang telah bersih dengan kertas foil aluminium dan masukkan ke dalam wadah polyethylene atau pirex dan tutup.

5.   Masukkan sampel rambut tersebut ke dalam reaktor untuk di-irradiasi dengan flux neutron 1011 neutron/cm2/detik.

6.   Setelah selesai di-irradiasi ( dalam waktu tertentu ), keluarkan untuk didingankan.

7.   Lakukan analisis kualitatif terhadap sampel rambut dengan spektrometri gamma.

8.   Lakukan analisis kuantitatif dengan membandingkan sumber standar.

9.   Kesimpulan dapat diambil berdasarkan akan ikut menentukan ketelitian analisis kualitatif.

Catatan  :

1.   Pembuatan larutan standar akan ikut menentukan ketelitian analisis kualitatif.

2.   Oleh karena sehelai rambut beratnya sangat ringan , perlu memakai timbangan elektron dengan orde miligram.

F. Meneliti Volume Darah

Persoalan  :

Berapakah volume darah mahluk hidup ( Manusia dan Hewan ) yang sebenarnya  ???  Volume darah manusia antara orang yang gemuk dan orang kurus berbeda, tergantung dar berat badannya.

Bagaimanakah  volume darah manusia sebagai fungsi berat badan ? Berat badan manusia telah diketahui, yaitu dengan menimbang berat badannya. Tapi dengan volume darah, bagaimana cara mengukurnya  ???

Apabila volume darah manusia bisa diukur dan berat badannya di-ketahui , maka dengan mudah bisa dibuat persamaan matematis volume darah sebagai fungsi berat badan.

Persoalan bagaimanakah meneliti volume darah mahluk hidup, mi-salkan pada tikus putih, sebenarnya secara mudah bisa dikerjakan dengan memotong vena hewan tersebut, lalu mengeluarkan darahnya ( disedot ) lalu diukur volumenya. Cara ini sama saja dengan membunuh hewan tersebut, karena pada saat tetes darah terakhir maka hewan tersebut telah mati. Padahal untuk keperluan penelitian lebih lanjut , mungkin hewan tersebut diharapkan tetap hidup !!! Bagaimana kalau perlakuan tersebut dikenakan pada manusia  ??? Siapa mau dijadikan kelinci percobaan.

Atas dasar pemikiran tersebut diatas, dicari cara meneliti volume darah mahluk hidup tanpa memotong vena , tanpa membunuhnya. Caranya adalah dengan metode pengenceran radioisotop. Dalam teori pengenceran radioisotop dikenal istilah aktivitas spesifik (specific activity), yaitu aktivitas radioisotop per satuan volume.

Dalam pengenceran radioisotop berlaku persamaan  :

            V  As  =  V’  As’

Dimana  :

V                     =  Volume mula-mula ( sebelum diencerkan )

As                    =  Aktivitas spesifik mula-mula

V’                    =  Volume setelah pengenceran

As’      =  Aktivitas spesific setelah pengenceran

Aktivitas specific diperoleh dengan mencacah radiasi pada volume tertentu , baik untuk aktivitas mula-mula, maupun aktivitas specific setelah pengenceran. Radioisotop yang dipilih adalah radioisotop yang dapat membentuk larutan garam, agar dapat disuntikan ke dalam tubuh hewan.

Larutan tersebut dikenal dengan larutan infus, dalam penelitian ini yang dipakai sebagai hewan adalah tikus putih. Radioisotop yang dipakai Cr-51 dalam bentuk larutan Na2Cr51O4.

Peralatan yang perlu disiapkan antara lain detektor dan counter-nya , sarung tangan, jarum suntik ( syringe ), planset, pipet ukur, tabung reaksi.

Penyelesaiannya

1.  Siapkan 2 ml larutan garam Na2Cr51O4 ke dalam planset yang akan digunakan sebagai kontrol.

2.  Siapkan 2 jarum suntik ( syringe ). Isi masing-masing dengan 0,5 ml larutan Na2Cr51O4 dan ukur berapa cacah radiasinya.

3.  Suntikan 0,5 mL larutan Na2Cr51O4 ke dalam tubuh tikus putih.    

4.  Keluarkan 0,5 mL larutan Na2Cr51O4  ke dalam planset  yang akan digunakansebagai kontrol.

5.  Diamkan tikus putih beberapa saat ( kira-kira 5 menit ) sampai larutan Na2Cr51O4  tercampur homogen di dalam darah tikus.

6.  Ambil darah tikus sebanyak 0,5 mL dengan jarum suntik (Syringe) dan kemudian dituangkan ke dalam planset.  

7.  Lakukan pengukuran cacah aktivitas spesifik 0,5 mL kontrol , misalkan sama dengan  R cpm.

8.  Lakukan pengukuran cacah aktivitas spesifik 0,5 mL darah tikus, misalkan sama dengan R’ cpm

9.  Hitung volume darah tikus sesuai persamaan  :

                                    V   As   =   V’   As’

                                    V’          =   (  V   As  ) / As’

                                    V’          =   [  ( 0,5 ) ( 0,5 R ) ] / ( 0,5  R’ )

                        V’          =   0,5  R  /  R’  mL

10. Kesimpulan diambil dari hasil perhitungan dan pengamatan.

Catatan :

a. Perlakuan terhadap tikus sebaiknya tikus dalam keadaan ( di-buat ) pingsan dengan pembiusan memakai ether atau chlo-roform ( konsultasikan ke ahli Biologi )

b. Jangan sampai larutan radioisotop tercecer.

G.  Meneliti Tanaman Perindang Penyerap Logam Berat

Pencemaran lingkungan dewasa ini sudah sangat memprihatinkan terutama dikota-kota besar.  Pencemaran udara sangat terasa di daerah yang padat lalu lintasnya dan kawasan industri.  Pencema-ran ini terutama berasal dari gas buang hasil pembakaran kendara-an bermotor dan dari cerobong pabrik.

Komponen pencemar udara terdiri atas gas COx , NOx , SOx , HC dan partikel.  Dampak pencemaran lingkungan terutama gas buang terhadap manusia antara lain berupa gangguan saluran pernafasan , gangguan ginjal , gangguan fungsi reproduksi , mata pedih , dan sakit kepala.

Untuk mengurangi dampak pencemaran udara tersebut antara lain dengan menanam pohon perindang di tepi jalan , di halaman kantor , di halaman pabrik , dan juga di taman-taman. 

Selain sebagai pohon peneduh terhadap sengatan matahari , juga sebagai paru-paru kota penghasil oksigen, sebagai penyerap partikel logam berat yang berdampak buruk terhadap kesehatan.

Logam berat yang banyak dijumpai sebagai pencemar udara adalah Timbal ( Pb ). Timbal merupakan senyawa aditif dalam bensin sebagai anti knocking agar dalam pembakaran tidak terjadi suara berisik. Bahan aditif tersebut adalah tetrawtil lead  [ ( CH3-CH2 )4 Pb ] yang berfungsi meningkatkan angka oktan bensin.

Jenis pohon perindang jalan sangat banyak , misalnya pohon bungur ( Lagerstroemia Loudonii ) ,  pohon angsana ( Pterocarpus Indicus ) , pohon asam kranji ( Pithecelobium dulce ), semuanya dapat menjadi perindang , penyejuk dan penyegar udara yang telah tercemar. Jenis pohon perindang jalan yang dapat menyerap partikel logam berat sebagai pencemar udara. Proses penyerapan logamberat dan unsur pencemar lainnya adalah karena adanya proses fotosintesa , respirasi yang terjadi pada daun.

Dalam persoalan ini dipilih pohon-pohon yang ditaman di jalan-jalan utama kota besar. Ambil daunnya untuk dianalisis kemampu-an menyerap logam berat dengan proses aktivasi neutron.

Penyelesaian  :

1.  Ambil sampel daun dari beberapa pohon perindang yang ada dan ditanam sebagai pohon perindang jalan pada ruas jalan yang sama.  Misal daun pohon A , pohon B , pohon C.

2.  Lakukan preparasi sampel daun dengan memasukkannya ke dalam gelas beker ukuran 0,5 liter yang diberi aquades dan kocok dalam waktu yang sama untuk setiap jenis daun A , daun B , dan daun C.

3.  Air cucian daun ( daunnya dikeluarkan ) kemudian diuapkan  pelan-pelan dengan kompor listrik , sampai tersisa 10 mL.

4.  Masukkan air cucian yang tersisa 10 mL ke dalam wadah poly ethylene dan tutup rapat.

5.  Lakukan persiapan pembuatan larutan standar , misalnya de-ngan melarutkan garam Pb dengan berat tertentu ke dalam aquades dan ini digunakan sebagai larutan standar.

6.  Masukkan  10 mL larutan standar ke dalam wadah polyethelene dan tutup yang rapat.

7.  Sampel dan larutan standar secara bersama-sama di-irradiasi dengan neutron.

8.  Lakukan analisis kualititatif terhadap sampel daun dengan me-tode spektrometri gamma.

9.  Lakukan analisis kuantitatif dengan membandingkannya de-ngan sampel standar.

10.  Kesimpulan diambil dari hasil analisis sampel daun , daun ma-nakah yang dapat menyerap Pb paling banyak.

Catatan :

1.  Jangan lupa lakukan kalibrasi energgi dan efisiensi cermat

2.  Waktu tunda juga harus diperhitungkan.

H.  Meneliti Absorpsi Fosfor Oleh Ikan

Pola penanaman padi yang multi guna sudah sering dilakukan. Misalnya , pada waktu padi masih muda dan perlu banyak air , tanah persawahan itu dimanfaatkan juga sebagai kolam ikan. Pemeliharaan ikan pada persawahan secara bersamaan denganmenanam padi , dikenal dengan mina-padi.

Cara tanam mina-padi memang sangat menguntungkan , karena disamping menghasilkan panen padi , juga menghasilkan panen ikan yang merupakan sumber protein hewani yang sangat baik. Hanya tanah persawahan yang mempunyai sistem irigasi yang baik yang menerapkan pola tanam multi guna mina-padi , sementara sawah tadah hujan jelas tidak bisa menerapkan pola mina-padi ini.

Adapun jenis ikan yang dipelihara pada kolam persawahan mina-padi ini adalah ikan yang dapat cepat di panen sebelum masa panen padi , misalkan ikan tawas , tombro , karper dan nila.

Ikan yang dipelihara pada persawahan pola mina-padi pasti akan menyerap sisa pupuk fosfor yang tidak terserap oleh tanaman pa-di.  Fosfor yang masuk ke dalam tubuh ikan pasti ikan terakumula-si pada organ tubuh ikan. Permasalahan adalah ingin diketahui pada bagian tubuh ikan yang mana yang paling banyak akumulasi fosfornya.

Penyelesaian  :

1.  Siapkan akuarium kecil untuk memelihara ikan.

2.  Siapkan air dengan volume tertentu kemudian masukkan air tersebut ke dalam aquarium

3.  Tambahkan ke dalam aquarium larutan fosfor radioaktif , mi-salkan 10  μCi larutan P32 dalam bentuk  Na2HPO4.

4.  Masukkan beberapa ekor ikan yang biasa dipelihara pada ko-lam persawahan mina-padi ke aquarium.

5.  Berikan ikan ke dalam aquarium makanan seperlunya dan juga kondisinya agar tetap dapat hidup selama 2 (dua) hari

6.  Setelah 2 (dua) hari , ikan diambil untuk diteliti.

7.  Matikan ikan dan ambil organ tubuhnya yang akan diteliti, mi-salnya insang , hati , kepala , daging , tulang atau sirip dll.

8.  Timbang berat masing-masing organ tubuh , masukkan ma-sing- masing organ ke dalam wadah tertentu dan diberi label.

9.  Deteksi setiap organ tubuh ikan , catat berapa cacah radiasi P32 yang tertangkap detektor.

10. Kesimpulan dapat diambil dari pencatatan cacah radiasi P32.

Catatan  :

1.  Saat mematikan ikan jangan sampai mengeluarkan darah. Lakukan dengan pembiusan dengan ether atau chloroform

2.  Gunakan detektor GM dengan geometri yang sama pada saat pencacahan organ tubuh ikan

I.    Meneliti Adanya Jatuhan Debu Radioaktif ( Fall-out )

Persoalan  :

Ledakan bom atom ( Nuklir ) adalah suatu reaksi inti pembelahan yang menghasilkan neutron dengan jumlah sangat banyak  , kare na tak terkendali. Kalau reaksi inti pembelahan yang terjadi pada reaktor nuklir baik reaktor penelitian , reaktor produksi isotop , maupun reaktor daya ( PLTN ) , jumlah neutron yang dihasilkan bisa dikendalikan.

Ledakan bom atom ( nuklir ) dapat menimbulkan debu radioaktif yang dapat tersebar ke seluruh dunia. Debu radioaktif dari ledakan bom atom disebut juga sebagai Fallout.  Tinggi ledakan bom atom akan menentukan kapan debu radioaktif tersebut jatuh ke bumi  

Kekuatan ledakan bom atom selain ikut menentukan kapan debu radioaktif jatuh ke bumi, juga ikut menentukan macam dan jenis jatuhan. Pada saat terjadi ledakan bom atom , terjadi badai yang sangat kencang, sehingga debu radioaktif akan terlempar ke dalam lapisan atmosfer bumi.  Akibat ledakan tersebut akan dihasilkan banyak radioisotop , baik dari akibat ledakan bom itu sendiri, maupun dari peluruhan debu radioaktif. Tinggi sebaran debu radioaktif pada lapisan atmosfer bumi ikut menentukan waktu dan tempat atau letak jatuhan debu radioaktif tersebut sampai di bumi.   

Jatuhan debu radioaktif dibagi menjadi  :

1.  Jatuhan awal yang merupakan jatuhan lokal.

2.  Jatuhan tertunda yang masih dibagi lagi menjadi  :

a.  Jatuhan troposfir

b.  Jatuhan Stratosfir

Jatuhan awal yang merupakan jatuhan lokal terjadi bila ledakan bom atom hanya berkekuatan sekitar beberapa ribu kiloton. Pada jatuhan ini jatuhannya akan sampai ke bumi sekitar 24 jam dan dalam radius 50 km dari lokasi ledakan. Pada ledakan troposfir, debu radioaktif akan tersebar ke seluruh dunia dan jatuh dalam orde minggu.  Sedangkan ledakan stratosfir debu radioaktif dipengaruhi oleh cuaca , kecepatan angin , serta musim.

Jatuhan debu radioaktif bisa terjadi juga dalam skala kecil manakala terjadi suatu kecelakaan reaktor atom ( nuklir ). Pada kecelakaan ini ada kemungkinan debu radioaktif terlepas ke lingkungan seperti yang terjadi pada kecelakaan reaktor atom ( nuklir ) di chernobil ( Rusia ) pada tahun1976 yang lalu. Kecelakaan reaktor nuklir sebenarnya sangat jarang terjadi , karena reaktor nuklir pada umumnya menerapkan sistem pertahanan keselamatan berganda. Rektor atom yang dimiliki Rusia, seperti yang ada di Chernobyl, seharusnya memang sudah ditutup sesuai rekomendasi nya IAEA.

Debu radioaktif dari manapun asalnya , harus diketahui , karena berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu peneliti an kemungkinan adanya debu radioaktif perlu dilakukan , sekali-gus sebagai kontrol terhadap lingkungan.

Penyelesaian  :

1.  Siapkan kertas saring ( filter ) udara dan pasang pada pompa hisap udara dengan cermat.

2.  Lakukan penghisapan udara.

3.  Catat waktu penghisapan dan debit udara yang dihisap

4.  Hitung volume udara yang dihisap.

5.  Catat waktu , yaitu waktu selesai penghisapan sampai saat dimulainya pencacahan.

6. Pencacahan dengan detektor GM. Hasil pencacahan jangan lupa dikoreksi dengan waktu tunda dan effesiensi detektor.

7.  Kesimpulan diperoleh dari hasil pencacahan dibagi volume udara yang dihisap, yaitu Ci / m3 udara.

Catatan  :

1.  Bila digunakan detektor GM hanya diperoleh analisis radiasi Gross Beta di udara.

2.  Bila ingin diketahui unsur-unsur radioaktifnya , kertas saring dilarutkan dulu dengan pelarut yang sesuai dengan jenis filter (kertas saring) yang digunakan. Selanjutnya pendeteksian memakai detektor Na(Tl) atau Ge(Li) atau Si(Li) sesuai dengan prinsip spektrometri Gamma (  ɤ ).

3.  Analisis kualitatif dan analisis kuantitatif perlu dilakukan de-ngan terlebih dahulu melakukan kalibrasi energi sebagaimana seharusnya.

J.  Meneliti Asupan Mineral pada Janin

Persoalan  :

Pertumbuhan dan perkembangan bayi setelah lahir sangat dipe-ngaruhi oleh keadaan bayi saat dalam kandungan ( Janin ).

Pertumbuhan janin berkaitan erat dengan masalah gizi sang ibu. Oleh karena itu pengetahuan tentang pertumbuhan janin sangat penting dan perlu diketahui oleh setiap wanita yang mengingikan punya anak yang sehat dan dapat tumbuh dengan baik.

Pada usia kandungan sampai dengan trimester pertama , makanan yang banyak mengandung mineral K, Ca, Fe, Zn dan P akan sangat baik bagi pertumbuhan Janin, karena mineral-mineral tersebut sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tulang dan pembentukan otak serta susunan syaraf yang mulai terbentuk. Proses pertumbuhan tulang dan pembentukan otak dan susunanSyaraf pertama kali adalah dasar untuk pembentukan dan pertumbuhan selajutnya. Atas dasar ini maka asupan mineral oleh janin sampai usia kandungan 4 bulan sangat penting artinya bagi pertumbuhan dan perkembangan janin selanjutnya.

Untuk mengetahui asupan mineral pada janin dapat dilakukan secara tidak langsung dari ibunya, karena gizi dan jenis makanan apa yang dimakan oleh si ibu sebanding yang diasup Janin.

Melalui proses metabolisme dalam tubuh dan selajutnya melalui proses osmosis dan difusi dalam darah, mineral-mineral akan menembus plasenta dan diteruskan ke Janin. Permasalahannya sekarang adalah bagaimana mengetahui kandungan mineral yang dikomsumsi oleh wanita sejak awal mengandung sampai dengan usia kandungan 4 ( empat ) bulan. 

Untuk mengatasi permasalahan ini maka darah dapat dipakai sebagai sampel untuk mengetahui mineral-mineral yang pernah masuk ke tubuh manusia malalui makanan. Selain daripada itu, dicari organ tubuh manusia yang menjadi terminal akhir pengendapan mineral yang pernah masuk ke dalam tubuh. Organ tubuh yang dimaksud adalah juga sebagai perekam data mineral-mineral yang pernah masuk ke dalam tubuh.

Ternyata rambut manusia adalah organ tubuh yang dapat merekam mineral-mineral yang pernah masuk ke dalam tubuh manusia.

Rambut adalah suatu jaringan tempat berakhirnya metabolisme yang mampu mengakumulasi unsur kelumit yang masuk ke dalam tubuh. Selama fase pertumbuhan, sel matrik folikel rambut menun jukkan aktivitas motabolisme yang intens dengan laju pertumbu-han sekitar 0,4 mm per hari.

Dengan mengetahui kandungan mineral yang terdapat dalam darah dan juga yang terakumulasi pada rambut seorang wanita yang sedang mengandung , maka asupan mineral pada janin bisa diketahui. Proses selanjutnya adalah menganalisis darah dan rambut wanita yang sedang hamil dengan analisis aktivasi neutron.

Darah yang mengandung mineral-mineral yang masuk ke tubuh manusia melalui makanan dapat digunakan untuk melihat asupan mineral “ sesaat “. Misalkan analisis mineral darah tiap bulan, sejak wanita dinyatakan hamil. Sedangkan analisis mineral yang terakumulasi dalam rambut dapat dipakai untuk melihat asupan mineral dalam jangka waktu yang lama.

Penyelesaian  :

1.  Darah dan Rambut wanita yang sedang hamil diambil sampel.

2.  Pengambilan darah dan rambut dilakukan setiap bulan.

3.  Darah diambil kira-kira 2-3 mL dan tuangkan dalam tabung po lyethylene dan biarkan darah mengering dengan sendirinya atau bila perlu dibantu dengan lampu pengering.

4.  Rambut dari wanita yang sedang hamil diambil dengan gun-ting stainless steel yang telah disterilkan agar tidak menimbulkan kontaminasi.

5.  Pengambilan rambut sedapat mungkin yang mempunyai pan-jang  > 5cm dan diambil dekat kulit kepala.

6.  Rambut kemudian dicuci berturut-turut dengan memakai ace-ton , air , air , air , aceton , kemudian dikeringkan.

7.  Timbang rambut yang telah kering sekitar 50 mgram, lalu di-bungkus dengan kertas aluminium foil.

8.  Lakukan irradiasi darah yang sudah kering ( dalam tabung poly ethylene dan rambut ( dalam bungkus aluminium  foil ) di dalam reaktor nuklir dengan fluks neutron 1011 neutron / cm2 / detik.

9.  Siapkan detektor NaI(Tl) atau Ge(Li) atau Si(Li).

10. Analisis darah dan rambut yang di-irradiasi dengan spektrome-tri gamma untuk mendapatkan hasil kualitatif unsur kelumit yang terdapat pada darah dan rambut tersebut.

11. Kesimpulan asupan mineral pada janin dapat diambil dari hasil analisis darah dan rambut, apakah sesuai dengan hipotesis atau tidak.

Catatan :

a. Kalibrasi energi untuk spektrometri gamma memerlukan sum ber standard yang cukup banyak

b. Untuk analisis darah dapat dibandingkan ( cross check ) de ngan analisis darah konvensional menggunakan BGA ( Blood Gas Analysis )

c.  Rambut yang dianalisis bisa dibuat bervariasi berdasarkan fungsi jauh / letak dari akar rambut.

d.  Darah dan rambut yang dianalisis bisa berdasarkan fungsi kehamilan.

K.  Lain -Lain

Sesungguhnya contoh aplikasi teknologi nuklir pada beberapa bidang kegiatan masih banyak , namun contoh-contoh yang telah diurikan pada pembahasan sebelum ini kiranya sudah cukup dapat mewakili pemanfaatan teknologi nuklir dalam beberapa bidang. Walaupun demikian, keinginan untuk mengetahui lebih banyak lagi aplikasi teknologi nuklir tetap harus ditampung dan didukung, demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir itu sendiri.

Semakin banyak aplikasi teknologi nuklir yang bisa diperoleh maka hal itu akan berdampak pada tingkat kesejahteraan umat manusia.

Untuk menambah wawasan tentang aplikasi teknologi nuklir yang masih diperluas cakupannya , ada baiknya apabila melihat kembali pengetahuan dasar radiasi yang pada akhirnya menjurus kepada teknologi nuklir.

Selain daripada itu , harus diakuipula bahwa mendalami tentang kimia radiasi , radio kimia , elektro kimia , kimia fisika , fisika radiasi , fisika atom , fisika inti , dan teknologi polimer akan sangat membantu di dalam memecahkan persoalan aplikasi teknologi nuklir. Sedangkan pengetahuan dasar tentang radiasi yang perlu dikaji ulang antara lain  :

1.  Hubungan antara hamburan balik ( backscattering ) dan keteba lan suatu bahan terhadap radiasi beta ( β ).  Persoalan ini akan dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh nomor atom suatu bahan dikembangkan , cara ini mungkin bisa digunakan untuk mengetahui sifat-sifat suatu bahan.

2.  Waktu paro suatu bahan radioaktif. Persoalan waktu paro ini akan dapat digunakan untuk mengetahui unsur radioaktif    à

Yang belum diketahui waktu paronya dengan jalan membuat kurva antara aktivitas dan waktu. Apabila pengetahuan waktu paro digabungkan dengan energi radiasi suatu partikel zat radioaktif maka dapat dipastikan bahwa kemampuan untuk menganalisis dengan cara spektrometri gamma semakin bisa diandalkan.

3.  Absorpsi sinar gamma oleh suatu materi. Persoalan absorpsi sinar gamma  oleh suatu materiakan menghasilkan suatu ke-terangan tentang koeffisien atenuasi suatu bahan. Koefisien atenuasi suatu bahan terdiri atas koefisien atenuasi linier dan koefisien massa. Bertitik belakang dari pengertian ini maka dapat dibuat kurva aktivitas sebagai fungsi ketebalan suatu bahan. Dari kurva yang telah bisa ditentukan harga HVL ( half value layer ) maupun TVL ( tenth value layer ). Harga HVL dan juga TVL suatu bahan banyak dijumpai dan digunakan dalam bidang proteksi radiasi. 

4.  Masalah teknik gauging.  Persoalan dengan teknik gauging ba-nyak dijumpai dalam bidang industri , antara lain :

a.  Thickness gauging

b.  Depth gauging

c.  Density gauging

Pada masalah thickness gauging , materi yang dihadapi adalah zat padat tertentu yang bervariasi dalam hal ketebalannya.

Pada masalah depth gauging , materi yang dihadapi adalah zat cair tertentu yang bervariasi dalam hal kedalamannya atau juga ketebalannya.

Sedangkan pada density gauging , materi yang dihadapi adalah zat cair yang bervariasi dalam hal kepekatan larutan atau berat jenisnya.

Dari ketiga persoalan tersebut ada satu hal yang patut dicatat, yaitu masalah sumber radiasi yang digunakan harus terkolimina si , agar arah radiasinya mendekati garis lurus.

5.  Masalah pemisahan radioisotop.  Persoalan pemisahan radioiso top seringkali dihadapi dalam teknologi nuklir , terutama dalam bidang radiokimia.  Pada dasarnya pemisahan radioisotop ini dapat berupa  :

a.  Pemisahan radioisotop berdasarkan Electrodeposition.

b.  Pemisahan radioisotop berdasarkan pengendapan.

c.  Pemisahan radioisotop berdasarkan adsorption.

d.  Pemisahan radioisotop berdasarkan Solvent Extraction.

e.  Pemisahan radioisotop berdasarkan radiochromatography.

f.   Pemisahan radioisotop berdasarkan ion exchange.

g.  Pemisahan radioisotop berdasarkan electrophoresis.

Pemisahan radioisotop berdasarkan beberapa macam metode tersebut diatas sebenarnya termasuk ruang lingkup radiokimia , kimia analisa , maupun elektrokimia yang memerlukan pemba-hansan tersendiri.

Oleh karena itu bagi yang ingin mendalami permasalahan terse-but disarankan untuk mempelajari lebih jauh tentang radiokimia , kimia analisa , dan elektrokimia. Namun demikian untuk mem-berikan gambaran awal atas persoalan tersebut, berikut ini diberikan penjelasan secara garis besar.

a.  Pemisahan radioisotop berdasarkan electrodeposition ada-lah pemisahan yang memanfaatkan  2 (dua) buah elektrode yang dipasang dalam larutan elektrolit ( larutan radioisotop ). Akibat adanya arus listrik dengan arus searah pada kedua elektrode kation dan anion , maka larutan akan terpisah men jadi ion positif dan negatif. Masing-masing ion akan menuju ke elektrode yang sesuai dengan muatan listriknya. Salah satu ion adalah radioisotop yang akan dipisahkan :  Pemisa-han Pb-210 , Bi-210 atau Po-210 dari larutan elektrolitnya  

b.  Pemisahan radioisotop berdasarkan pengendapan , adalah pemisahan yang memanfaatkan perbedaan sifat kimia yang terjadi pada peluruhan zat radioaktif.

Ada kemingkinan pada proses peluruhan tersebut  , sifat kimia induk dan sifat kimia anaknya tidak sama , sehingga induk dan anaknya dapat dipisahkan dengan pengendapan memakai carrier , atau bisa juga dengan cara kimia konventional . Contoh adalah pemisahan Th-234 dari U-238  dan pemisahan Cs-137 dari Ba-137 .

c.  Pemisahan radioisotop berdasarkan adsorpsi , adalah pemisa-han berdasarkan peluruhan zat radioaktif dari induk , menjadi anak dan terus menjadi cucu yang anak turunannya mempu-nyai nomor atom yang berbeda , yang berarti akan mempunyai sifat kimia berbeda pula. Cara ini hampir mirip dengan cara pengendapan tersebut diatas , hanya saja dalam cara ini dipa-kai peristiwa adsorpsi terhadap salah satu anak turunnya.

Contoh pemisahan ini adalah pemisahan Tl-208  dari  Th-232 dan anak turun lainnya.

d.  Pemisahan radioisotop berdasarkan  solvent ekstraction ada-lah pemisahan berdasarkan peluruhan zat radioaktif dari induk menjadi anak turunannya yang mempunyai nomor atom yang berbeda yang memberikan kemungkinan perbedaan sifat kimia dan sifat fisika induknya. Misalkan perbedaan dalam hal titik leburnya , titik didih , kecepatan difusi , tekanan uap , dan kela rutan yang berbeda antara induk dan anak turunnya dapat dipi sahkan dengan cara solvent ekstraksi. Contoh pemisahan ini adalah pemisahan Th-234 dari induk U-238.

e.  Pemisahan radioisotop berdasarkan radiochromatography , adalah pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan migrasi ion-ion zat radioaktif dalam suatu medium tertentu. Dalam pemisahan ini diperlukan bantuan kertas kromatografi sebagai alat bantu untuk menangkap migrasi ion-ion yang mempunyai perbedaan kecepatan. Contoh pemisahan ini adalah pemi sahan campuran radioisotop RaD ( Pb-210 ) , RaE (Bi-210) dan RaF ( Po-210 ) nomor massa sama kecep. Migrasi berbeda.

f.  Pemisahan radioisotop berdasarkan ion exchange adalah pemi-sahan berdasarkan kemampuan menyerap resin penukar ion ter-hadap campuran kation-kation.  Setelah kation terserap dapat dikeluarkan lagi dengan suatu reagen.  Cara ini sudah barang tentu memerlukan kolom penukar ion yang memadai untuk memisahkan campuran kation.  Contoh pemisahan ini adalah Ba-137m dari induknya Cs-137.

g.  Pemisahan radioisotop berdasarkan ion exchange adalah pemi-sahan berdasarkan muatan yang ada pada partikel  yang dipaksa pindah tempat atau dipisahkan oleh dua elektrode yang berlainan muatan ( muatan positif dan muatan negatif ).  Cara ini mirip dengan cara radiochromatography , hanya saja dibantu dengan adanya 2 ( dua ) elektrode ( elektrode positif dan elektrode negatif ) untuk mempercepat terjadinya pemisahan. Elektrophoresis sering disebut juga dengan Ionography atau dengan sebutan elektrochromatography. Cara pemisahan ini dilakukan manakala pemisahan secara radiochromatography sulit dilakukan. Contoh  :  Pemisahan Sr-90 dari anak luruh Y-90. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s