13. APLIKASI TEKNIK NUKLIR DALAM BIDANG Pertambangan

B. Pertambangan ??!

1.  Sebelum sampai kepada pembahasan aplikasi teknologi nuklir da-lam bidang pertambangan, terlebih dahulu akan disajikan secara singkat teknik pertambangan ( eksplorasi dan eksploitasi ) yang telah dilakukan selama ini atau teknik penambangan cara lama atau secara konvensional.

2. Hal ini perlu disampaikan agar dapat diketahui perbedaan antara teknik penambangan cara lama atau secara konvensional  dan teknik penambangan terkini dengan menggunakan aplikasi teknik nuklir.

A.  Penambangan dengan cara lama

Menurut Guru besar Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM dalam bukunya bahan galian Industri menyatakan bahwa untuk dapat melakukan eksplorasi awal dengan penambangan cara lama atau secara konvensional maka diperlukan pekerjaan sebagai berikut  :

A.1.  Pemboran Inti

Pemboran inti dilakukan secara vertikal ke dalam tanah untuk mendapatkan contoh bahan tambang atau bahan mineral yang ada, di samping untuk mengetahui ketebalan lapisan.  Untuk dapat melakukan pemboran inti dengan kedalaman maksimal maka diperlukan peta geologi dan peta topografi dengan skala yang memadai. Pemboran inti dapat dilaksanakan dengan cara  :

1.  Memakai  Bor Auger yang digerakkan secara manual dengan tenaga manu-sia.  Alat Bor ini digunakan untuk mengebor batuan lunak dan pengeboran  yang tidak terlalu dalam.  

2.  Memakai bor inti yang digerakkan dengan mesin dan dipakai untuk melakukan pengeboran batuan lunak dan batuan keras yang mempu-nyai kedalaman yang cukup. Pemakaian bor ini memerlukan keahlian khusus sehingga tenaga yang berpengalaman saja yang dapat mengoperasikan alat bor ini.

A.2. Pembuatan Sumur Uji ( Test Pit )

Pembuatan sumur uji atau test pit dimaksudkan untuk mendapat-kan variasi data bahan galian ( mineral ) secara vertikal yang terdapat dibawah permukaan tanah. Pembuatan sumur uji  ( test pit ) lebih dangkal daripada pembuatan pemboran inti dan dikerjakan hanya dengan alat sederhana seperti linggis , gancu , ember , sekop dan cangkul. Oleh karena menggunakan alat sederhana maka pembuatan sumur uji pada umumnya dilakukan pada batuan lunak.  

A.3.  Analisis Laboratorium

Setelah contoh batuan ( sampel mineral ) diperoleh dari pengeboran inti maupun yang diperoleh dari pembuatan sumur uji ( test pit ), perlu dilakukan analisis laboratorium untuk mengetahui unsur-unsur mineral yang ada dan juga untuk menentukan kualitas cadangannya. Serangkaian analisis dilakukan terhadap contoh batuan ( sampel ) untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan analisis yang dilakukan antara lain : 

1.  Analisis kimia

2.  Analisis minerallogi – petrografi

3.  Analisis defraktometri sinar-X

4.  Analisis berat jenis

5.  Analisis kuat tekan bebas

6.  Analisis ketahanan batuan terhadap keausan

7.  Analisis ketahanan batuan terhadap pelapukan

8.  Analisis daya serap batuan terhadap air

Analisis-analisis tersebut di atas satu dan yang lainnya saling melengkapi, sehingga hasil analisisnya diharapkan dapat memberikan kepastian susunan unsur yang ada pada contoh batuan. Namun untuk melakukan analisis secara lengkap memerlukan waktu relatif lama , terlebih lagi apabila pengeboran dilakukan jauh dari laboratorium.  

B.  Pertambangan dengan aplikasi teknologi nuklir

Bagaimana cara memanfaatkan aplikasi teknologi nuklir dalam bidang per-tambangan, apakah diperlukan analisis yang lebih lama atau memerlukan peralatan yang lebih canggih ? Untuk mengetahui lebih lanjut, ikuti uraian berikut ini.

Aplikasi teknologi dalam bidang pertambangan sebenarnya mirip dengan aplikasi teknologi nuklir dalam bidang hidrologi. Khususnya dengan teknik logging , baik gamma-gamma logging, neutron-gamma logging , maupun neutron-neutron logging. Pengalaman di lapanganditambah dengan data kalibrasi yang bagus.

Alat bor teknik logging yang terdiri atas gamma – gamma logging, neutron – gamma loging, dan neutron – neutron logging. Masing-masing mempunyai keistimewaan berdasarkan mekanisme interaksi radiasi dengan batuan (mineral) yang kemudian ditangkap oleh detektor. Perlu diketahui bahwa mata bor, sumber radiasi, detektor, preamplifier, dan amplifier terpasang dalam satu sistem.

Sesudah sumber radiasi dipasangi perisai radiasi agar supaya radiasiyang datang dari sumber radiasi tidak langsung mengenai detektor nuklir. Sebab yang diharapkan yang tertangkap oleh detektor adalah radiasiyang berasal dari interaksi dengan batuan ( mineral ) yang terdapat dalam lapisan tanah. Alat bir ini bisa mencapai kedalaman ribuan meter dibawah permukaan tanah dan bisa digunakan di daratan maupun dilepas pantai ( di laut ). Berikut ini mekanisme deteksi radiasi yang menuju ke detektor nuklir alat bor teknik logging. 

Tabel  :  Mekanisme Deteksi Alat Bor Teknik Logging

No

Teknik Logging

Sumber Radiasi

Detektor

Mekanisme deteksi

Keterangan

1

Gamma – Gamma logging

Gamma

Sintilasi NAI(Tl)

Hamburan balik radiasi gamma oleh lapisan tanah / batuan ( mineral )

Kepadatan lapisan Tanah

2

Neutron – Gamma logging

Neutron

Neutron (BF3)

Aktivasi neutron lapisan tanah / batuan ( mineral )

Analisis aktivasi neutron unsur lapisan tanah (mineral)

3

Neutron – Neutron logging

Neutron

Neutron (BF3)

Hamburan balik radiasi neutron oleh lapisan tanah / batuan ( mineral )

Kadar air lapisan tanah

Dalam praktek pengeboran di lapangan , alat bor yang dibawa lebih dari satu macam, tergantung kelengkapan data peta geologi dan geografi yang ada. Akan tetapi yang jelas adalah aplikasi teknik nuklir pada bidang pertambangan seperti teknik logging diatas, memberi banyak keuntungandan kemudahan , terutama dalam hal kecepatan dalam memperoleh data hasil pengeboran bila dibandingkan dengan teknik pengeboran cara lama ( konvensional ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s