10. APLIKASI TEKNIK NUKLIR DALAM BIDANG FARMASI

Bidang Farmasi ???!

1. Aplikasi teknologi nuklir dalam bidang farmasi saat ini sudah sangat maju dan hal ini erat kaitannya dengan bidang kedokteran nuklir. Radioisotop yang digunakan dalam bidang farmasi dari tahun ke tahun terus bertambah.

2. Sampai saat ini jumlah radioisotop yang digunakan dalam sediaan radiofarmaka kurang lebih sebanyak 200 macam. Sediaan radiofarmaka sebanyak itusudah hampir mendekati titik jenuh karena pemakaiannya dalam bidang kedokteran nuklir sudah banyak sekali dan sediaan radiofarmaka tersebut akan bertambah manakala didapat penemuan baru aplikasi teknologi nuklir dalam bidang farmasi atau kedokteran nuklir.

3. Sediaan radiofarmaka adalah istilah yang digunakan pada zat radioaktif yang digunakan dalam bidang farmasi dan juga kedokteran nuklir.

4. Sediaan radiofarmaka adalah istilah yang digunakan pada zat radioaktif yang digunakan dalam farmasi dan juga kedokteran nuklir.

5. Istilah sediaan radiofarmaka tidak termasuk zat radioaktif yang digunakan dalam bidang radiologi. Pengertian lebih lanjut dari sediaan radiofarmaka adalah zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia baik secara langsung ( Oral / Diminum ) atau secara parental / Disuntik, serta tidak berada dalam wadah yang tertutup ( sealed source ). Sediaan radiofarmaka  yang masuk ke dalam tubuh manusia akan ikut mengalami perubahan metabolisme yang terjadi di dalam tubuh.

6. Selain hal tersebut di atas, pengertian sediaan radiofarmaka akan lebih lengkap bila disertai keterangan lain yang disyaratkan dalam pembuatan sediaan farmasi pada umumnya, seperti bagaimana pengaruh serta tingkat toksisitasnya di dalam tubuh manusia.

7. Bagaimana pengaruh sterilitas sediaan radiofarmaka dan lain sebagainya , juga perlu ditambahkan sebagai keterangan tambahan pada sediaan radiofarmaka. Mengingat bahwa sediaan radiofarmaka  akan dimasukkan kedalam tubuh manusia

8. Beberapa hal yang harus diperhatikan demi keselamatan dalam pemakaiannya, antara lain :

a. Dosis radiasi maksimum yang diijinkan ( Maximum Permissible Dose ( MPD ) ).

b. Waktu optimum yang diperlukan untuk memulai penatahan / pengukuran.

c. Dosis pemakaian ( administered dose ) yang tepat dari setiap sediaan radiofarmaka berdasarkan waktu dan MPD

d. Ketepatan pemilihan sediaan radiofarmaka yang akan digunakan berdasarkan pertimbangan biologis, peluruhan fisika ( physical decay ), dan kementakan / Kebolehjadian keberhasilan pema-kaian sediaan radiofarmaka secara statistik.

e. Pertimbangan medis antara pemakaian sediaan radiofarmaka dan penanganan medis.

f. Masalah-masalah lain yang mungkin timbul dari pemakaian  sediaan radiofarmaka.

9. Contoh sediaan radiofarmaka dapat dilihat pada penjelasan aplikasi teknologi nuklir dalam bidang kedokteran yang telah dibahas di muka. Namun demikian, sebenarnya sediaan radiofarmaka secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi : 

A. Sediaan radiofarmaka isotop primer, Contoh :

1. I-131 dalam bentuk larutan NaI131

2. P-32 dalam bentuk larutan H3P32O4 atau NaH2P32O4

3. S-35 dalam bentuk larutan H2S35O4

  

B. Sediaan radiofarmaka senyawa bertanda, contoh :

1. Hipuran I-131

2. Emas koloid Au-198

3. Rose bengal  I-131

4. RISHA  I-131

5. Asam oleat  I-131

6. Tc-99m dan derivatnya

10. Dengan adanya sediaan radiofarmaka maka banyak sekali persoalan dalam bidang kedokteran yang tidak bisa diatasi dengan cara konvensional, tapi saat ini bisa diatasi dengan metode kedokteran nuklir yang menggunakan sediaan radiofarmaka. Contoh persoalan yang dimaksud  adalah sebagai berikut :

A. Uji Fungsi Ginjal

1. Sebelum dikenal aplikasi teknologi nuklir dalam bidang kedokteran melalui kedokteran nuklir yang memanfaatkan sediaan radiofarmaka, keadaan ginjal hanya bisa “ dilihat “ berdasarkan hasil foto (rountgen) radiologi terhadap ginjal. Berdasarkan foto rountgen ginjal bisa diketahui kalau ada penyumbatan karena batu ginjal.

2. Akan tetapi bagaimana fungsi ginjal tidak bisa diketahui melalui foto rountgen tersebut. Fungsi ginjal hanya bisa diketahui melalui radiofarmaka Hipuran I-131 yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, hasil pencacahan radiasi yang dipancarkan dari ginjal kiri dan ginjal kanan kemudian direkam. Hasiil rekaman ginjal kiri dan ginjal kanan dapat digunakan untuk menganalisis fungsi Ginjal.

B. Uji Fungsi Kelenjar Gondok ( Thyroid Uptake )

1. Kelenjar gondok ( gland thyroid ) yang sangat berperan pada pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh dan otak manusia selama ini hanya bisa diketahui keadaan fisiknya dengan peradaban dari luar saja.

2. Kelenjar gondok ( gland thyroid ) yang tidak normal biasanya akan berusaha sebisanya untuk menangkap iodium yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga akan tumbuh membesar. Keadaan kelenjar gondok yang membesar ini dapat dilihat dan diraba dari luar.

3. Bila kelenjar gondok sudah membesar , berarti fungsi untuk menangkap iodium tidak berfungsi lagi. Untuk melihat apakah kelenjar gondok berfungsi baik atau tidak ( sebelum membesar ), dapat dilakukan dengan memasukkan radiofarmaka I-131 ke dalam tubuh manusia.

4. Setelah beberapa saat dilakukan pencacahan radiasi di sekitar kelenjar gondok ( gland thyroid ). Rekaman hasil pencacahan 

6.  Untuk melihat betapa luas dan pentingnya pemakaian radiofarmaka dalam bidang kedokteran berikut ini dapat dilihat betapa macam sediaan radiofarmaka dan pemakaiannya.

Tabel  : Sediaan radiofarmaka dan pemakaiannya

No

Sediaan radiofarmaka

Pemakaiannya

Dosis,  μCi

1

Serum Albumin

Macroagregat I131

Penelusuran hati

Penelusuran limpa

300-  1.000

300  –  1.000

2

Natrium fosfat  P32

Menentukan Tumor pada Mata

250  –  500

3

Natrium kromat Cr51

Sel darah merah

Penelusuran limpa

25    –  100

150  –  300

4

Natrium Flouride

Penelusuran Tulang

2.000  –  4.000

5

Natrium Pertachnetat Tc99m

Penelusuran Otak

Penelusuran Thyroid

5.000  –  15.000

1.000  –  3.000

Tabel  :  Sediaan radiofarmaka dan sediaannya (lanjutan)

No

Sediaan Radiofarmaka

Pemakaiannya Untuk

Dosis ,  μCi

6

Asam Oleat  I131

Absorbsi pada ternak

25  –  50

7

Rose Benganl  I131

Uji fungsi hati

Penelusuran hati

10    –  25

100  –  150

8

Selenometheonin  Se75

Penelusuran Pada Pankreas

250

9

Strontium klorida atau

Nitrat  Sr85

Penelusuran Tulang

50  –  100

10

Strotium Sitrat  Cr87

Mempelajari kanker Tulang

20  –  50

11

Serum Albumin  Tc99m

Penelusuran Pool Darah Jantung

Penelusuran Plasenta

2.000  –  5.000

500  –  1.000

12

Serum Albumin Agregat Tc99m

Penelusuran Paru-paru

1.000  –  3.000

13

Technitium-S-Serum Albumin Tc99m koloidal

Penelusuran hati dan Paru-paru

1.000  –  3.000

Tabel  :  Sediaan radiofarmaka dan sediaannya (lanjutan)

No

Sediaan Radiofarmaka

Pemakaiannya Untuk

Dosis , μCi

14

Xenon  Xe133

Mempelajari Pulmonari

3.000  –  5.000

15

Krom Fosfat Koloidal P32

Pengobatan efusi peritoneal

Pengobatan efusi Pleural

9        –  12

6  –  9

16

Emas koloidal  Au198

Pengobatan efusi Pleural

Pengobatan efusi Peritoneal

35    –  75

50  –  150

17

Natrium Iodida  I131

Hyperthyroidisme

Penyakit Jantung

Kanker Thyroid

2        –  10

25    –  50

100  –  150

18

Natrium Fosfat

Policitemia Vera

Leukumia Kronis

Kanker Tulang metastase

3        –  8

1        –  2

10  –  15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s