sekelumit cerita menjelang senja-tega

Berbicara tentang “tega” saya rasa setiap orang bisa berbuat “tega”

Ketika seorang gadis disakiti oleh lelaki yang dicintainya dan kemudian dia berpikir “kok tega ya dia berbuat seperti itu ke aku” disisi lain ada juga lelaki yang juga berkata “ kok tega ya dia menghancurkan hati aku” (tanpa ikatan yang pasti)

Lelaki bisa berbuat tega, gadispun juga ada.

Ketika seorang suami dikhianatin pernikahannya, sang istri melalaikan keluarga dan kewajibannya. “Kok tega ya?” Di dunia yang sama ada juga pria yang begitu memuja wanita, sehingga walaupun ia sudah mempunyai wanita halal yang menjaga harta dan kehormatannya. Ia masih memuja wanita lain. “Kok tega ya?” (bahkan telah ada janji dihadapan Tuhan)

Seorang istri bisa, suamipun begitu

Ketika ada seorang ibu yang membuang bayinya di tempat sampah.” Dimana perasaannya? tega-teganya” di waktu yang sama tak sedikit anak yang melupakan jasa orang tuanya. Menelantarkan mereka di usia senja. “Tega banget kan?” (malahan yang ini ada darah yang mengalir dalam tubuhnya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s