toksikoekologi 8

Keracunan Hg

Sumber :

                Berbagai macam industri banyak yang menggunakan Hg, seperti industri plastik, industri sabun dan industri kosmetika ada yang menggunakan merkuri sebagai bahan campuran antiseptiknya. Amalgam yang digunakan dokter gigi untuk menambal gigi juga mengandung Hg. Kegiatan dalam bidang pertanian juga memberikan Hg ke lingkungan, yaitu dari fungisida yang mengdung Hg.

Toksikologi :

                Gejala dan akibat keracunan Hg adalah sakit kepala, sukar menelan, penglihatan jadi kabur, daya dengar menurun. Selain itu, orang yang keracunan Hg akan merasa tebal pada tangan dan kaki, mulut terasa tersumbatoleh logam, gusi membengkak dan disertai diare. Wanita hamil yang keracunan Hg akan melahirkan bayi yang cacat.

Contoh kasus :

                Kasus wabah keracuanan Hg terbesar ernah terjadi di Minamata – jepang pada tahun 1953-1960. Kasus ini sangat terkenal karena selama 7 tahun banyak warga kota yang sebagian besar adalah nelayan menjadi korban :100 orang cacat, 119 bayi lahir cacat, 43 meninggal. Penyebabnya adalah limbah pabrik plastik yang dibuang ke air lingkungan (laut). Walaupun kadar Hg yang dibuang ke lingkungan sangat kecil, tapi karena proses “Biological Magnification” kadar merkuri dalam ikan berlipat kali menjadi 27-102 ppm. Sudah barang tentu akan menjadi lebih besar lagi bila dimakan oleh manusia. Kasus seruapa juga terjadi dikota nigata, Jepang pada tahun 1965.

 

Keracunan As

Sumber :

                Industri cat, industri obat pembasmi tikus (rodentisida), pabrik insektisida, pabrik herbesidadan industri obat.

Keterangan umum :

                Dalam jumlah proporsional As dijumpai dalam pemakaian obat, neosalversan untuk mengobati panyakit syphilis(penyakit kelamin), obat penyakit frambusia, penyakit sampar / patek, obat-obat jenis solarson, optarson, arsentriferrol, liquo arsenicallis.

Senyawa arsen lainnya banyak dijumpai antara lain :

Arsin, AsH3 (arsenicum lekas uap), arsen trioxide (As2o3), arsen putih (As2S2, As2S3, dsb)

 

 

 

Penyakit menular :

Penyebab penyakit menular adalah adanya mikroba/ kuman/ bakteri/ protozoa/ metazoa/ virus berbahaya dilingkungan sekitar kita. Lingkungan kumuh,pembuangan sampah/ limbah tidak pada tempatnya merupakan pemicu timbulnya penyakit menular.

Sampah/limbah (mengandung protein/gugus amin) :

– pabrik roti                         – pabrik makanan             – rumah pemotongan hewan

– restauran                          – rumah tangga                 – rumah sakit

– hotel/asrama                  – pasar/toko                       – pengalengan ikan, dll

# air merupakan tempat berkembang biaknya mikroorganisme, termasuk bakteri patogen

# air yang telah tercemar tidakdapat digunakan sebagai air pembersih (apalagi untuk air minum),sedangkan air bersih tidak mencakupi, sehingga kebersihan manusia dan lingkungan tidak terjamin kebersihannya, sehingga manusia mudah terserang penyakit.

Jenis mikroba :

# virus                   # protozoa

# bakteri              # metazoa

Jenis penyakit yang disebabkan oleh mikroba :

Tabel : penyakit menular melalui air

No

Jenis mikroba

penyakit

 

Virus :

 

1.

Rota virus

Diare, terutama pada anak-anak

2.

Virus hepatitis A

Hepatitis A

3.

Virus poliomyelitis

 

 

 

 

 

 

 

5.

Escherichia coli

Diare, dysentri

6.

Salmonella typhi

Typhus abdominale

7.

Salmonella paratyphi

paratyphus

8.

Shigella dysenteriane

Dysentri

 

Protozoa :

 

9.

Entaamoeba histolytica

Dysenteri amuba

10.

Balantisia coli

Balantidiasis

11.

Giardi lambia

Giardiasis

 

Metazoa :

 

12.

Ascaris lumbriciodes

Ascaris

13.

Clonorchia sintesis

Clonorchiasis

14.

Diphyllobothirium latum

Diphyllobothariasis

15.

Taenia saginata/solium

Taeniasis

16.

schistosoma

schistomiasis

Sebagaian dari penyakit tersebut akan dibahas secara garis besar sbb :

Penyakit hepatitis A :

Hepatitis A = dapat menular langsung dari penderita.

Sumber : makanan, susu, masakan daging, buah-buahan mentah tidak dicuci bersih. Air sungai yang telah tercemar, air PAM(ledeng) walau sudah diberi Chlor karena virus hepatitis A tidak mati oleh Chlor.

Gejala : masa inkubasi 1-2 bulan sejak terinfeksi –deman-rasa mual dan muntah-hati penderita membengkak, lama-lama mengeras-bola mata menguning – menjalar ke permukaan-corosis hati-badan kurus-perut membesar buncit-kematian.

Kuratif : jaga gizi penderita

Pencegahan : jaga kebersihan diri dan lingkungan

Penyakit polliomyeletis

Sumber : lingkungan kumuh, kebersihan tidak terjaga dengan baik.

Gejala : masa inkubasi 1-3 minggu setelah terinfeksi virus polio –demam – seperti influenza – kelumpuhan.

Kuratif : jaga gizi yang baik

Preventif : kebersihan diri dan lingkungan

Penyakit cholera :

Sumber : lingkungan kumuh, lalat, makan dan minuman yang telah terkombinasi bakteri kolera. Masa inkubasi sangat cepat.

Gejala : sakit perut karena menyerang usus halus, muntah-muntah, buang air besar(mutaber)-dehidrasi-kolaps-angka kematian tinggi 50%

Kratif : penanganan segera, bawa ke rumah sakit,antibiotik

Preventif : kebersihan diri dan lingkungan, vaksinasi.

Penyakit typhus abdominalis

Sumber : ada pembawa (carier) bakteri, sementara waktu bersembunyi diginjal, kantung kemih,  batu kantung empedu- dapat bertahan lama di dalam tubuh manusia.

Gelaja:demam-sakit perut (menyerang usus halus) – bedrest(istirahat/tidur)-angka kematian rendah, 10% menurun jadi 3%.

Kuratif : jaga gizi, makan halus, antibiotik

Preventif : kebersihan diri dan lingkungan, jaga gizi, cukup istirahat, vaksinasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s