toksikoekologi 10

–          Occupation with potential exposure to Pb inorganic – pekerja pada :

 

  • Industri karoseri
  • Industri baterai
  • Industri kabel
  • Industri cat
  • Industri lampu
  • Industri elektronik
  • Industri pipa besi
  • Industri tabung TV
  • Tukang patri
  • Industri kaleng
  • Industri keramik
  • Industri tinta
  • Industri bunga palsu
  • Industri pestisida
  • Industri pencelupan
  • Industri kran
  • Polisi lalu lintas
  • Dll

 

–          Absorbsi ke dalam tubuh – Pb anorganik  – melalui inhalasi dan oral : pb organik melalui kulit

–          Penimbunan dalam paru2 :

  • Tergantung ukuran partikel → diameter partikel 1mikrometer →60%tertimbun dalam paru2 : diamater partikel 0,1 mikro meter → 40 % tertimbun dalam paru → sebagian masuk ke pembuluh darah

Absorbsi (penyerapan)

  • Pb  masuk lewat inhalasi →20-40% diabsorbsi dlm paru2 , dan 5-10% oleh sel mukosa saluran pencemaran
  • absorbsi Pb dalam sel mukosa saluran pernapasan dipengaruhi oleh : kelarutan (solubility), ukuran partikel (diamater),kebiasaan merokok dan adanya penyakit paru yang kronis
  • faktor makanan (dietery factors) defesiensi Ca, Fe , Protein →akan meningkat.

 

Distribusi Pb dalam tubuh :

  • ± 95% Pb dalam darah diikat oleh Hb
  • Pb dalam tubuh dapat dogolongkan menjadi :
    • Exchangeable fraction (golongan yang mudah berubah) → pb yang terdapat dalam darah keseimbangan dg Pb dalam jaringan lunak → kadarnya ini menunjukkan tingkat pemaparan sekarang
    • Stable fraction (golongan yang sulit berubah) → Pb yang terdapat dalam tulang dan gigi →ini menunjukkan tingkat masa lalu
    • Pb dalam tubuh ibu hamil dapat menembus plasenta →kadar Pb dalam darah janin(fetal blood) sama dg kadar Pb dalam darah ibunya (meternal blood)
    • Pb dpt menembus blood brain barrier , tetapi tidak terjadi penimbunan Pb dalam otak

Ekskresi / eliminasi :

  • ±75% Pb diekskresi lewat urin, ± 15% bersama fases, dan ±8%melalui rambut, kuku, keringat → waktu paruh sulit dipredeksi →beberapa tahun baru dapat menjadi nol dalam tubuh

 

 

Indikator biologis &body burden

  • Current exposure →kadar Pb dalam darah pada kondisi steady state (terjadi pada pemaparan terus menerus selama 2 bln)→menunjukkan tingkat pemaran sekarang→half life Pb dalam darah 2-4 minggu
  • Past exposure ataubody burden → kadar Pb dalam gigi susu , atau air seni setelahpengobatan dg Ca-EDTA

Efek pada Haematopoitic system

  • Mengambat sintesis Hb dalam sumsum tulang
  • Memperpendek umur Hb, karena Hb menjadi mudah pecah/ lisis→shg Pb sebagai hemolytic agent
  • Kedua hal diatas menyebabkan anemia berat
  • Gangguan metabolisme Fe dan sintesis globin dalam Hb
  • Gangguan aktivitas beberapa jenis enzym yang ada hubungannya dengan sistem darah :

–          Delta – aminolevulinate dehydratase (ALAD)

–          Haem synthetase atau ferrochelatase

–          Coproporphyrinogen decarboxylase

→ dari ketiga hal menyebabkan meningkatnya ALA dan korproporpirin dalam urin, dan proporpirin dalam Hb

Efek pada gastrointestinal system :

  • Colon spasm/colic → kejang pada usus besar
  • Nause (mual)
  • Vomiting (muntah)
  • Anorexia (napsu makan turun)
  • Constipation (sembelit)

Efek pada ginjal

  • Nepharitis →radang ginjal
  • Hyperuricemia → kadar asam urat dalam darah tinggi
  • Glycosuria → ada gula dalam urin
  • Hyoperaminoaciduria → asam amino dalam urin tinggi
  • Kadar urea dalam darah meningkat

Laboratorium → darah

  • Kadar Hb < 13 g%
  • Pb dalam darah meningkat > 60-80 ug /100cc
  • Jumlah sel Hb menurun
  • Kadar FED (free Erythrocyte protoporphyrin) dan ZnPP (zinc protoporphyrin) darah menigkat

 

Laboratorium → urin

  • Pb dalam urin meningkat >0,5 mg/L
  • Pb dalam urin menigkat hingga > 2 mg/L dalam waktu 24 jam setelah pengobatan dg Ca – EDTA
  • Kadar corproporphyrin(CP) dalam urin meningkat hingga >80 mikrogram/100mikro gram kreatina
  • Kadar ALA dalam urin meningkat > 2 ug/100 ug kreatina

Diagnose keracunan Pb :

  • Riwayat pekerjaan →apakah ada pemaparan Pb?
  • Pemeriksaan klinis terhadap gejala-gejala keracunan Pb
  • Hasil pemeriksaan Lab →kadar Pb dalam darah atau urin yang meningkat

Non occupational exposure to Pb :

  • Foods → bread, meat, canned food and vegetables
  • Hobbies →ceramic , potteray
  • Lead toys
  • Artists using lead paint
  • Lead dust in shooting gallery dan
  • Fume from burning batteries or paintedfurniture.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s