keluarga kecil idaman part 1

Ngomong ngomong masalah suami idaman. Setiap orang pastinya punya kriteria sendiri – sendiri. Tapi ada beberapa kasus dimana suami yang didapat malah kebalikan dari kriteria yang kita inginkan. Contohnya ya : mrs. A kakak dari sahabat saya, dia ga suka dengan pria perokok dan pastinya salah satu kriteria suami idamannya bukanlah seorang perokok. Eh nyatanya sekarang yang menjadi suaminya adalah seorang perokok berat. Hehe

Sebenarnya perlu ga sih kita punya kriteria? Nanti kalau yang nyantol di hati ga sesuai kriteria gimana dong? Kalo menurut saya, kriteria itu perlu. Hanya saja tak harus saklek. Misalnya saya. Kriteria suami yang saya inginkan adalah : yang pertama dan paling utama adalah dia yang tidak meninggalkan solat 5 waktu, kenaapa? Karena bagi saya orang yang baik solatnya maka baik pula amalan yang lain, dia tak akan mudah terombang ambing dengan lingkungannya karena dia mempunyai pegangan yang kuat. Syukur syukur pemahaman agama nya lebih baik dari saya, sehingga dia bisa membimbing saya dengan lemah lembut menuju surga Allah.hehe..Selain itu dia haruslah orang yang benar mencintai saya dengan tulus, setia, sayang kepada keluarga saya terutama dia yang bisa menganggap mama saya bukan sebagai mertua tapi orang tuanya sendiri, bukan perokok,pekerja keras tapi bukan seorang yang workaholic, seorang yang kuat tapi ada kalanya membutuhkan penguatan juga dari saya. Orang yang mempunyai visi ke depan tapi juga ga ngoyo, bisa memanjakan saya.

Banyak juga ya? Tapi untuk mendapatkan suami idaman ada baiknya dan mungkin memang seharusnya kita juga harus memantaskan diri. Ibaratnya ada harga yang harus dibayar untuk barang kualitas bagus.hehe

Menjadi seorang istri apakah menyenangkan? Ingin menjadi istri yang bagaimana?

Saya sebagai seorang istri inginnya tetap bisa berkarir, tapi pulangnya sebelum suami pulang.hehe

Jadi ketika suami pulang, saya sudah menyambutnya dalam keadaan wangi dan cantik. Begitu suami pulang, membukakan sepatunya, mencuci kakinya, mengobrol sambil minum teh dan makan camilan kesukaannya sembari memijatnya. Setelah itu menyiapkan handuk untuk suami mandi sore lalu saya menyiapkan makan malam. Dan kemudian kami solat magrib jamaah berdua, selesai solat saya mencium tangannya dan dia mencium kening saya. Oohh romantisnya..ngomong – ngomong cium kening nih. Saya pengen ada waktu waktu dimana dia harus mencium kening saya.hehe..yaitu : habis solat, mau berangkat ke kantor dan sebelum tidur, ciuman ciuman di waktu lain sangat diperbolehkan.haha..karena memang di rumah saya ciuman dan pelukan itu biasa antara saya dan orangtua saya. Dan saya rasa itu bagus untuk selalu menjaga cinta diantara kita.haseeekkk,,,setelah solat kita makan malam bareng dan setelah makan dia membantu saya untuk mencuci piring. Lalu kita ngobrol lagi sambil bersantai sebelum tidur. Inginnya ketika di rumah, tak ada pekerjaan kantor yang dibawa masuk ke rumah, tapi ya ini nanti fleksibel lah. Lalu jam 10 an kita sudah beranjak tidur. Bangun jam 3 pagi untuk solat tahajud dan mengaji sampai subuh.hehe..setelah subuh saya menyiapkan sarapan dan baju untuk suami, setelah makanan siap saya sempatkan untuk olahraga selama 1 jam. Jaga body dong biar suami seneng.lalu kami berangkat ke kantor bersama

Ada waktu dimana kita hang out bareng. Misal malam minggu kita keluar berdua sekedar makan dan jalan – jalan,lalu minggu pagi dimana kita olahraga bareng. Untuk masalah rumah seperti menyetrika, mencuci, membersihkan rumah. Saya inginnya pakai pembantu dimana saat kita berangkat kantor dia datang dan pulang sebelum saya pulang dari kantor. Tapi untuk masalah masak, tetep saya yang harus membuatkan makanan untuk keluarga saya.

Saya juga ingin diantara dua keluarga kami saling diterima dengan baik dan disayang layaknya keluarga sendiri. Kenapa saya bilang seperti ini? Karena ada beberapa kasus pernikahan dimana sang istri tidak bisa diterima di keluarga suami maupun sebaliknya. Kalau kasusnya seperti itu kan runyam. Apalagi saya anak tunggal. Mau kemana ibu saya kalau tidak ke saya. Jadi sayang kepada orangtua saya adalah syarat mutlak, sayapun akan melakukan hal yang sama kepada keluarga dari pihak suami saya. Pengennya sih suami saya tidak punya banyak saudara kandung/tiri.hehe..kenapa?karena menurut saya agak ribet. Mungkin karena saya anak tunggal yang tak biasa dengan banyak orang di keluarga. Cukup 2 atau maksimal 3 lah..hihi

Cukup sekian untuk keluarga kecil idaman part 1 nya. Dan akan bersambung ke part yang selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s