toksikoekologi 5

Gas CS2 (karbon disulfide)

 

Gas CS2 senyawa yang berbau busuk dan suhu kamar mudah sekali menguap dan menyebar ke lingkungan. Gas CS2 lebih berat dari udara 2,63 kali berat udara. Gas CS2 murni berupa cairan berwarna kuning, kadang kadang tidak berwarna. Titik nyalanya 30derajat celcius. Dalam bentuk uap CS2 sangat korosif , sukar larut dalam air, tapi mudah larut dalam lemak / minyak, belerang, posfor, karet dan aeter.

Gas CS2 banyak digunakan pada insdustri industri (serat sintetis, rayon, karet, bahan insektisida (fumigasi) dan industri kimia lainya. Secara kimia CS2 akan menyerang syaraf.

Gejala keracunan:

  1. Pada sistem pernafasan :

Bila terhirup CS2 dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan keracunan yang akut, hilangnya tingkat kesadaran yang didahului bicara kacau (dellirium), gangguan jiwa (mania akut) dan akhirnya mati.

  1. Gejala keracunan akaut :
    1. Sakit kepala, pusing, rasa mual, muntah, sakit disekitar jantung.
    2. Kehilangan daya refleks, otot lumpuh (paralisis)
    3. Pingsan didahului bicara kacau akhirnya mati.
  2. Gejala kronis :

Keracunan pada tingkat ini lebih sering terjadi, karena menghisap CS2 konsentrasi rendah dalam waktu lama. Tanda tandanya :

  1. Mudah gugup (nervous) dan gagap.
  2. Sulit Tidur (insomnia), pusing pusing
  3. Perasaan sangat lelah, nafas pendek dan berat.
  4. Keracunan melalui kulit :

Terjadi karena kontak / terpercik CS2 pada kulit, dengan tanda tanda sbb:

  1. Kulit yang terkena memerah
  2. Timbul gelembung (erytheem) kecil kecil seperti kena air panas, berisi cairan dan merata.
  3. Kulit jadi kering, mudah terinfeksi dan terasa sakit.
  4. Keracunan pada mata:

Mata terkena uap / kabut CS2,tanda tandanya :

  1. Mata pedih dan sakit (iritasi)
  2. Daya penglihatan berkurang
  3. Tidak bisa membedakan warna.
  4. Keracunan melalui mulut, dengan gejala sbb:
    1. Hilangnya kesadaran, muka pucat
    2. Denyut nadi cepat dan lemah.
    3. Timbul kejang kejang (konvulsi)
    4. Rasa lelah, pusing, sakit kepala muntah dan diare.

 

 

Gas NH3 (ammonia)

 

Amonia dalam suhu kamar berupa gas dan tak berwarna, berbau merangsang, lebih ringan daripada udara. Amonia mudah larut dalam air, dapat bersifat basa misalnya amonia liquida. Penyimpanan harus hati hati, karena mudah meledak.

Amonia sering dipakai dalam industri bahan oranik sintetis, pembuatan obat obatan, industri petrokimia, bahan anti beku pada alat alat pendingin.

Amonia dapat mengiritasi selaput lendir dan paru paru menjadi bengkak (oedema paru paru) atau pneumonitis, laryngitis, tracheatis, untuk mendeteksi ada tidaknya gas amonia di sekitar kita, digunakan cara:

  1. Menggunakan indra penciuman, karena bau amonia sangat merangsang.
  2. Menggunakan kertas lakmus (indikator), lakmus merah yang lembab akan berubah menjadi kuning.
  3. Mencampurkan gas hidrogen chlorat ke dalam gas amonia, setelah bereaksi akan terjadi kabut putih.

Gejala dan akibat umum keracunan amonia :

  1. Ammonia dalam bentuk gas menyebabkan rangsangan (iritasi) dengan membentuk gelembung gelembun kecil berisi air pada selaput mata, selaput lendir alat pernafasan. Dalam keadaan pekat menyebabkan radang mata (conjunctivitis), radang pangkal tenggorokan (laryngitis), pulmonary oedema (pneumonitis), mati lemas, (suffocation) yang disebabkan kekejangan (spasm) dari katup pangkal tenggorokan.
  2. Kontak dengan kulit langsung dapat menimbulkan luka bakar kimia (chemical burn) dan kulit menjadi melepuh (vasication) yaitu selaput tanduk kulit terangkat ke atas.
  3. Apabila tertelan (larutan) amonia dapat menyebabkan gangguan psikologis, yaitu gangguan terhadap organ organ hati (hepar), ginjal (renal).

 

 

Clhoor (chlorine) (Cl)

 

Chloor pada suhu kamar berupa gas, warna hijau kekuning kuningan, beratnya 2,5 kali berat udara. Chloor tidak terdapat di alam, tapi terdapat dalam senyawaan senyawaan terutama dengan logam Na, Mg. Terbanyak dalam bentuk NaCl, Chloor tidak dapat terbakar, tapi mudah bereaksi dengan unsur lain karena Cl memang bersifat reaktif.

Chloor bersifat toksis terutama bila terhisap melalui pernafasan. Gas Cl berbau sangat khas dan bersifat merangsang dan mengiritasi selaput lendir pada mata, hidung, tenggorokan, tali suara dan paru paru.

Cara mendeteksi gas Chloor :

  1. Dengan indera, misalnya penciuman karena bau sangat tajam, dan melalui indera penglihatan, yaitu rasa pedih di mata.
  2. Menggunakan iindikator sederhana, yaitu kertas yang dibasahi dengan larutan joodkali, apabila terkena gas chloor akan berubah menjadi warna biru.
  3. Menggunakan kain/ busa yang diberei larutan amonia dan ditempelkan pada pipa pipa atau sambungan pipa yang dicurigai bocor. Gas Chloor yang keluar dari tempat yang bocor akan mengeluarkan kabut putih akibat bereaksi dengan amonia.

Chloor dijumpai dalam industri

  1. Dalam industri tekstil / kertas sebagai bahan pemutih dan pengelantang dasarnya pembentukan Asam Hypochlorite (HclO) yang mudah melepaskan O (efek oksidasi ) . Bahan bahan yang terbuat dari hewan, seperti wool, dan sutera, Chloor tidak boleh digunakan karena akan merusak serabut.
  2. Industri rayon, Cl dipakai juga sebagai pemutih.
  3. Perusahaan air minum , Cl dipakai juga dipakai sebagai disinfektan dengan kadar 0,2 – 2 ppm.
  4. Pabrik insektisida
  5. Dalam pabrik bahan peledak, penghasil fosgen yang dalam PD II.
  6. Dalam industri kimia, antara lain pembuat zat warna indigo.

Keracunan gas chloor dapat terjadi saat:

Keracunan akut, karena menghisap gas chloor konsentrasi tinggi. Sebenarnya Cl dalam konsnetrasi rendah (15ppm) sudah terdeteksi dari baunya dan ini sudah menyebabkan iritasi, Dalam konsentrasi tinggi (1000ppm) mangakibatkan kematian di tempat kejadian. Kematian mendadak karena kerusakan pada paru paru (pulmonary Oedema) dan kelumpuhan saraf pernafasan (respiratory paralysis)

Keracunan kronis karena menghisap gas Cl konsentrasi rendah tapi berulang ulang dalam jangka waktu yang lama yang berakibat pada hilangnya daya penciuman . Akibat lainya adalah luka pada hidung bagian dalam. Bila terkena pada kulit karena kontak langsung (biasanya Cl cair ) dapat terjadi luka bakar kimia berwarna kemerah merahan dan bengkak.

Gejala dan akibat keracunan gas Chloor :

  1. Tenggorokan terasa gatal ,pedih dan panas.
  2. Batuk terus menerus kadang kadang disertai darah.
  3. Bernafas terasa sakit.
  4. Muka kelihatan kemerah merahan.
  5. Mata terasa pedih.
  6. Terhentinya Pernafasan (asphyxia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s