toksikoekologi 4

Partikel:

 

                Sumber pencemar partikel selain pembakaran bahan baar osil , adalah kegiatan industri,

 

Ukuran partikel 1-5 µ.

Umumnya penyebab pneumokoniosis.

 

Ukuran partikel dan prosesnya:

Ukuran

Proses ke dalam tubuh

<1µ

1-3µ

3-5µ

Akan masuk dan keluar paru2

Masuk ke dalam kantung paru2 dan menempel pada alveoli

Masuk saluran pernafasan dan menempel pada bagian tengah,

Masuk saluran pernafasan dan menempel pada bagian atas

 

Proses industri sumber pencemar partikel:

Jenis industri

Jenis partikel

Besi dan baja

Fe2O3, Fe4O4, C, SiO2

Industri semen

SiO2, Al2O3, MgO, 3CaOSiO2

Pengolahan batu bara

C, HC, Fe2O3, Fe3O4, SiO2, Al2O3

Industri petrokimia

3Ca3(PO4)2, CaF2, HC, C

Industri kertas dan pulp

CaCO3, serat selulosa dan kayu

Pabrik Tepung

Debu tepung C6H12O6

Ind. Tekstil dan Asbes

Serat kapas dan serat asbes

Pabrik insektisida

Pb arsenat, Ca Arsenat

Ind. Elektronika

Pb, Fe, Sn, Zn, Ni, Cr, Ca

 

Berbagai penyakit dapat disebabkan oleh partikel :

Silikosis :

Penyebabnya adalah debu silika yang terhisap dan mengendap di paru paru (masa inkubasinya 2-4 tahun) tanda tandanya adalah : sesak nafas, mudah batuk, hipertropi jantung. Kondisi jadi lebih buruk lagi bila pekerja pernah atau sedang mengidap penyakit  TBC, bronkitis, asma, dan penyakit saluran pernafasan lainnya.

Asbestosis:

Penyebeabnya adalah debu atau serat asbes di udara (>2-3 serat/m3 udara). Asbes adalah campuran berbagai macam silikat, terutama Mg silikat. Akibat dan gejala : sesak nafas, batuk disertai dahak, ujung jari tampak membesar.

Bisinosis:

                Penyebab utamanya adalah serat kapas di udara (masa inkubasi 5 tahun). Akibat dan gejala : alergi yang ringan sampai yang berat, sesak nafas, dada terasa berat, terutama setiap hari senin (awal masuk kerja) . akibat bisa lebih buruk, apabila penderita sebelumnya pernah sakit salauran peeernafasan dan sakit bisinosis ini dapat diikuti sakit bronkitis kronis dan disertai emphysema.

 

Antrakosis :

Penyebab debu batubara di udara (masa inkubasi 2-4 tahun) akibatt dan gejala : sesak nafas yang berat diikuti emphysema. Penyakit ini ada 3 macam yaitu : antrakosis murni, silikonantrakosis, dan tubersilikonantrakosis.

 

Beriliosis :

Penyebab debu logam berilium, baik yang berupa logam murni, oksida, maupun dalam bentuk halogenida.

Akibat dan gejala : mudah lelah, berat badan menurun, demam, dan batuk kering dan sesak nafas. Peyakit ini bisa menyebabkan nasoparingitis, Bronkhitis dn pneumokoniosis pada umumnya.

 

 

KERACUNAN GAS

 

Selain gas buang yang berasal dari hasi pembakaran bahan bakar fosil (Cox, NOx, Sox, HC dan partikel), seringkali dalam udara tempat kerja tercemar oleh gas gas : H2S, CS2, Cl, NH3, gas gas tesebut berasal dari kegiatan industri.

GAS H2S (hydrogen sulfide):

Pada suhu kamar H2S berupa gas dan dapat menjadi cair pada suhu : -85 derajat celcius  sedangkan titik didihnya -60,3 derajat celcius. Gas H2S sukar larut dalam air. Gas H2S mudah dikenali karena baunya seperti telur busuk. Selain dari kegiatan industri, gas H2S juga didapatkan dari kegiatan gunung berapi.

Gas H2S terdapat pada kegiatan industri, misalnya pabrik kertas , pabrik benang tiruan, pabrik rayon, industri tekstil yaitu pada proses pencelupan (pewarnaan ). Sumber bahaya timbul akibat pembebasan asam sulfide di udara pada proses dekomposisi persenyawaan yang mengandung sulfur.

Gas H2S dalam konsentrasi rendah, sudah dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan,terutama karena gas H2S bersifat merangsang melalui penyerapan (absorbstion). Dala konsentrasi rendah gas H2S dapat mengakibatkan bengkak, rasa perih pada mata, gangguan pada sistem pernafasan, pusing, badan jadi lemah dan sakit pada otot otot.

Dalam konsentrasi tinggi mengakibatkan kelumpuhan (paralysis), mempengaruhi sistem syaraf sentral menyebabkan ketidak sadaran dan terhentinya pernafasan (mungkin asphyxia). Gas H2S dapat berinteraksi dengan darah , bergabung dengan hemoglobin yang mengakibatkan keadaan darah menjadi tidak normal dan menyebabkan gangguan pada sel sel syaraf pusat yang berakibat keumpuhan system pernafasan (asphyxia).

Gejala gejala keracunan H2S konsentrasi rendah :

  1. Rangsangan pada selaput lendir (mata, mulut, tenggorokan)
  2. Pusing-pusing , hilangnya daya penciuman (anosmia)
  3. Batuk terasa sakit, jalan sempoyongan sseperti orang mabuk,
  4. Easa mual ( nausea ) mau muntah, badan terasa lemah tak bertenaga (asthenia)
  5. Peradangan paru paru (pulmonary oedema)

Gejala Keracunan H2S konsentrasi tinggi :

  1. Pingsan (tidak sadarkan diri)
  2. Pernafasan sangatt dangkal dan lambat.
  3. Perrnafaasan terhenti (asphyxia)
  4. Kematian terjadi dalam waktu 30-50 menit.

Pertolongan keracunan gas H2S:

  1. Bila ringan -> pertolongan keracunan gas lazimnya
  2. Bila berat -> bawa ke dokter / rumah sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s