toksikoekologi 3

Toksikoekologi udara

 

Toksikoekologi Adalah ilmu yang mempelajari tentang jenisa racun yang ada di lingkungan akibat adanya kemungkinan pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan dapat berasal dari kegiatan dan pemanfaatan iptek dalam bidang industri dan segala kegiatan yang  mendukung, seperti transportasi, pembangkit listrik, pemakaian zat zat kimia.

Pencemaran dapat meliputi pencemaran udara, perairan, udara, daratan. Oleh karena itu toksikoekologi terbagi menjadi :

  1. Toksikoekologi udara
  2. Toksikoekologi daratan
  3. Toksikoekologi perairan

Toksikoekologi udara adalah ilmu yang mempelajari tentang jenis racun yang terdapat di udara akibat pemanfaatan iptek dalam bidang industri dan pendukungnya seperti pembangkit tenaga listrik, transportasi, dan pemakaian zat kimia.

Pembakaran bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) dan pemakaian zat kimia dapat menghasilkan bahan pencemar.

Komponen utama

COx

NOx

SOx

HC

Partikel

Transportasi

70,50

8,89

0,88

18,34

1,33

Pemakaian zat kimia       : H­2S, CS2, Cl2, NH3

 

CO

Sifat: tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, di udara 0,1 ppm. Pada daerah padat lalu lintas 10 – 15 ppm. Cair pada suhu -1920C masuk lewat paru paru, terus ke perdaran darah.

Hemoglobin + O2  ->  O2Hb oksihemoglobin

Hemoglobin + CO  -> COHb  Karboksihemoglobin

Dalam keadaan normal darah mengangkat O2 dalam bentuk oksihemglobin, untuk dibagikan ke sel sel dalam tubuh manusia dan hemoglobin mengambil CO2 hasil pembakaran dalam bentuk karbodioksihemoglobin (CO2Hb)

CO

Waktu Kontak

Akibat

100 ppm

Sebentar

Aman

30 ppm

8 jam

Pusing dan mual

1000 ppm

1 jam

Pusing, kulit  kemerah merahan.

1300 ppm

1 jam

Pusing hebat, kulit merah tua

71300 ppm

 

Kematian

 

O2 lebih stabil dibanding CO, sehingga CO lebih mudah berikatan dengan Hb. Ikatan CO 140 kali lebih kuat .

Olahragawan relatif mempunyai daya tahan lebih baik terhadap CO, penderita anemia dan anak anak mudah keracunan gas CO2

Pertolongan orang yang terkena keracunan gas CO adalah dibawa ke ruangan yang berudara segar, agar O2 banyak masuk ke dalam paru paru.

COHb + O2  ->  O2Hb + CO

Dalam keadaan normal, darah sebenarnya sudah mengandung COHb  sebanyak 0,5% yang berasal dari metabolisme dalam tubuh bila konsentasi CO di udara kurang dari 100 ppm.

Hubungan % COHb dalam darah adalah , %COHb = 0,16 x (konsentrasi CO di udara) + 0,5.

Konsentrasi CO dalam udara akan meningkat bila ada orang merokok. Asap rokok akan mengeluarkan CO sebanyak 20.000 ppm. Kemudian encersekitar 4000 ppm selama dihisap. Hal ini menyebabkan kandungan COHb dalam darah sekitar 6,9% beresiko tinggi terkena serangan jantung.

Pengaruh konsentrasi CO di udara terhadap konsentrasi COHb dalam darah dan gangguan pada tuuh manusia dalam waktu lama :

Kons. CO dalam udara (ppm)

Kons COHb dalam darah (%)

Gangguan pada tubuh

3

0,48

Tidak ada

5

1,3

Belum terasa

10

2,1

Sistem syarafa central

20

3,7

Panca indera

40

6,9

Fungsi jantung

60

10,1

Sakit kepala

80

13,3

Sulit bernafas

100

16,5

Pingsan sampai tewas

 

Konsentrasi CO = 100ppm tak ada pengaruh bagi tumbuhan

Konsentrasi CO = 2000ppm dan kontak selama lebih dari 24 jam, mempengaruhi kemampuan fiksasi nitrogen oleh bakteri bebas yang ada pada lingkungan. Terutama yang berada pada akar tanaman.

 

Nitrogen Oksida (NOx)

Sifat NO:

–          Tidak berwarna dan tidak berbau

–          Berbahaya hanya pada konsentrasi tinggi

–          Konsentrasi tinggi menyebabkan gangguan pada syaraf, kejang kejang berlangsung menjadi lumpuh.

–          NO lebih berbahaya lagi bila teroksidasi menjadi NO2

Sifat NO2 :

–          Berwarna coklat kemerahan dan berbau sangat menyngat

–          Berbahaya (4xNO), terutama paru paru

NOx bisa menimbulkan PAN (Peroxy Acetil Nytartes) menyebabkan iritasi pada mata. Campuran PAN dengan senyawa kimia lainya menimbulkan Photo Chemistry Smog yang mengganggu lingkungan.

NOx bisa ,engganggu tanaman, berupa bintik bintik pada permukaan daun, sampai dengan nekrosis jaringan daun. Fotosintesis terganggu. NO sebanyak 10 ppm sudah dapat menurunkan fotosintesis sampai 60 – 70 %

 

SOx (belerang oksida)

 

Berasal dari pembakarana bahan bakar fosil, terutama batubara. SO2 lebih banyak daripada SO3, tapi bila bertemu dengan udara SO2 akan berubah menjadi SO3.

2SO2 + O2 -> 2 SO3

Karena di udara banyak uap air, maka akan terbentuk asam sulfit dan asam sulfat.

SO2 + H2O -> H2SO3

SO3 + H2O -> H2SO4

Konsentrasi SOx

Akibat bagi tubuh

1 -2 ppm

Iritasi, menyerang selaput lendir (hidung, tenggorokan, saluran pernapasan, paru paru)

6 ppm

Bahaya bagi anak anak , orang tua penderita sakit nafas kronis, sakit kardiovaskuler, spasme (kejang otot pernafasan), berlanjut menjadi paralysis cilia (kelumpuhan sistem pernafasan).

6 – 12 ppm

Hiperplasia, metaplasia, kalau berlanjut menjadi kanker.

Selain berdampak pada manusia, SOx juga dapat merusak bangunan gedung, pabrik, jembatan, benda benda seni. Kerusakan disebabkan karena bahan cat yang digunakan mengandung PbO yang bereaksi dengan SOx menjadi PbS.

 

HidroKarbon

 

Berupa gas, cairan, padatan (partikel) atau campuran dari ketiga tiganya yang sangat mengganggu kesehatan lingkungan. Hidrokarbon dapat berupa :

  1. Hidrokarbon gas akan bercampur dengan behan pencemar lainya.
  2. Hidrokarbon cair akan membentuk kabut minyak (droplet)
  3. Hidrokarbon partikel akan membentuk kabut hitam.

HC + NOx -> PAN

PAN + CO + Ozon -> kabut fotokimia

Senyawa lain yang membentuk kabut fotokimia adalah Peroxy Propionil Nitrate (PPN) dan Peroxy Btiril Nitrates (PBN) yang lebih berbahaya daripada kabut fotokimia PAN.

Hidrokabon partikel dan cairan dapat membentuk senyawa baru yang disebut Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) dan PAH ini bersifat cocarciogenic (perangsang timbulnya kanker). Rokok juga sumber toksik udara yang sangat berbahaya.

Contoh toksisitas senyawa hidrocarbon, misalnya benzena dan toluena :

Senyawa hidrocarbon

Konsentrasi

Pengaruh teradap tubuh

Benzena

100 ppm

Iritasi terhadap mukosa

3000 ppm

Lemas (0,5 – 1 jam)

7500 ppm

Paralysis (0,5 – 1 jam)

20.000 ppm

Tewas (5 – 10 menit)

Toluena

200 ppm

Pusing, lemah, pandangan kabur setelah 8 jam

600 ppm

Gangguan syaraf dan dapat diikuti tewas setelah kontak dalam waktu lama.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s