INDUSTRI SUSU

Berdasarkan SNI 3752-2009, yang dimaksud susu bubuk adalah produk susu yang diperoleh dengan cara mengurangi sebagian besar air melalui proses pengeringan susu segar dan atau susu rekombinasi yang telah dipasteurisasi, dengan atau tanpa penambahan vitamin, mineral, dan bahan tambahan pangan yang diizinkan

Manfaat dan Spesifikasi

Susu bubuk/susu kering dianggap tidak mudah rusak dikarenakan sedikitnya kandungan air. Sehingga sangat bermanfaat saat:

Karena biaya transportasi dan penyimpanannya sangat murah (karena tidak membutuhkan pendingin). Seperti makanan – makanan kering lainnya, susu kering dianggap tidak mudah rusak dikarenakan sedikitnya kandungan air (bakteri sangat cepat berkembangbiak pada makanan yang basah atau minuman)

Keuntungan menggunakan susu bubuk adalah biaya yang digunakan untuk ongkos produksi dan perawatan relative murah karena berat jenisnya ringan. Selain itu, kandungan air yang sedikit menjadikan susu bubuk ini bisa tahan lama dan tidak mudah basi.

Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu

–          susu bubuk berlemak (full cream milk prowder),

–          susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) dan

–          susu bubuk tanpa lemak (skim milkprowder) (SNI 01-2970-1999).

Secara umum  prosesnya:

a)      Penerimaan Susu Segar

b)      Standarisasi

c)       Clarifier / Penyaringan

d)      Evaporasi

e)      Pasteurisasi

f)       Sterilisasi

g)      Homogenisasi

h)      Spray drying

i)        SUSU BUBUK

  1. Penerimaan susu segar dan Standarisasi

Susu segar peternak dikumpulkan dalam milk can ke pengumpul

Pengumpul mengangkut ke KUD

Pabrik hanya menerima susu dari jam 08.00-16.00

Dilakukan pengujian terhadap: Uji bakteriologis, Uji fisis,Uji organoleptis

Susu segar yang telah dinyatakan release dan segera dipompa dari mobil tangki ke balance tank untuk menyeimbangkan aliran dan mengukur volumenya

  1. Penyaringan dan Pendinginan

¢  Susu disaring dengan menggunakan duplex filter

¢  Tujuannya agar benda-benda asing tertinggal di filter

¢  Susu yang telah disaring masuk plate cooler

¢   reaksi enzimatis terhambat serta reaksi kimia yang menyebabkan kerusakan dapat dicegah.

  1. Evaporasi
  • Total solid bahan meningkat 10% (dari 40  menjadi 50 %)
  • Tujuannya  agar proses pengeringan selanjutnya lebih efisien.
  • Evaporator dilengkapi dengan densitymeter 
  • Dari evaporator dialirkan kemudian cairan dipompa menuju concentrate tank
  • Penyimpanan pada concentrate tank disertai dengan proses pengadukan pada kecepatan 400 rpm untuk mencegah pengendapan dan pemisahan partikel susu.
  1. Pasteurisasi
  • tujuannya untuk membunuh semua mikroba pathogen yang dapat merusak susu serta menyebabkan penyakit
  • memperpanjang daya simpan produk dengan cara menginaktivasi enzim yang terdapat dalam susu
  • dilakukan secara kontinyu menggunakan suhu tinggi dalam waktu singkat(83oC, 15 detik)
  1. Sterilisasi

¢  Tujuannya menurunkan jumlah total sel mikroba dan spora agar susu dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa pendinginan

¢  menggunakan sistem Ultra High Temperature (UHT) dengan cara menyemprotkan atau menginjeksikan steam (Direct Steam Injection/ DSI ) ke dalam campuran susu yang bergerak dalam suatu tabung sterilisasi

¢   Proses DSI terdiri dari dua tahap, yaitu

  1.  DSI I, susu dipanaskan pada suhu 85 oC selama 4 detik
  2. DSI II susu dipanaskan pada suhu 120 oC selama 1 detik.

¢  Sterilisasi dilakukan dengan dua tahap untuk mencegah denaturasi dan menghindari terjadinya browning

  1. Homogenasi

¢  Suatu perlakuan untuk menyeragamkan ukuran globula lemak yang semula bervariasi dari 4-8 mikron menjadi 2 mikron

¢  Tujuannya untuk menghindari pemecahan lemak dan terbentuknya lapisan krim (creaming) bila susu didiamkan

¢  Proses homogenisasi dilakukan dalam dua tahap.

  1. tahap pertama digunakan tekanan 200 bar
  2. tahap kedua digunakan tekanan 80 bar.

¢  Tahap kedua dimaksudkan untuk memecah globula lemak yang belum pecah pada tahap pertama serta untuk mencegah penggabungan kembali globula lemak hasil pemecahan pada tahap pertama

  1. Spray drying
  • Mengeringkan susu kental yang telah dikabutkan sehingga menjadi susu bubuk yang kering dan halus
  • Atomizer  menghasilkan droplet dari cairan yang akan dikeringkan
  • Chamber  merupakan ruang kontak antara droplet cairan yang dihasilkan oleh atomizer dengan udara panas untuk pengeringan
  • Heater berfungsi sebagai pemanas udara yang akan digunakan sebagai pengering
  • Bubuk yang dihasilkan akan dipompa menuju Cyclone.
  • Bag Filter  berfungsi untuk menyaring atau memisahkan udara setelah digunakan pengeringan dengan bubuk yang terbawa setelah proses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s