INDUSTRI PEMBUATAN GULA PASIR

  • Gula dihasilkan  dari tanaman tebu (Saccharum officianarum L.)à serat dan kulit batang (12,5 %), serta nira yang terdiri dari air, gula, mineral dan bahan-bahan non gula lainnya (87,5 %)
  • Pabrik gula berfungsi sebagai alat ekstraksi untuk mengeluarkan nira dari batang tebu dan mengolahnya menjadi gula kristal.

 

Proses Pabrik Gula Pasir

ü  Stasiun Pendahuluan

                a. Penerimaan Tebu : Pembongkaran dan penampungan tebu sementara sebelum tebu digiling dilakukan pada sebuah lapangan luas yang disebut cane yard.

                b. Penyiapan Tebu (Cane Preparation)  : Penyiapan tebu bertujuan untuk membuka sel-sel tebu dalam bentuk serpihan, meningkatkan kapasitas giling dan meningkatkan hasil pemerahan gula (pol extraction).

ü  Stasiun Gilingan : Kegiatan di milling station ini bertujuan untuk mengekstraksi pol (kadar sukrosa) dari tebu sebanyak-banyaknya dengan cara pemerahan dan pembilasan serta menghasilkan bahan bakar yang murah untuk keperluan energi di stasiun gilingan, proses dan listrik perusahaan.

ü  Stasiun Pemurnian :  Pada stasiun ini, nira mentah yang dihasilkan dari hasil penggilingan I dan II dimurnikan terlebih dahulu sebelum melalui proses selanjutnya.

a. Pemanasan Mixed Juice

Nira dipanaskan hingga suhu tidak lebih dari 750C.  Lalu ditambahkan susu kapur secara tiga tahap pada defekator hingga pH akhir mixed juice 8,5-9,0

b. Sulfitasi tahap pertama

Di dalam sulfitator ini, kelebihan susu kapur dalam limed juice akan bereaksi dengan gas SO2 secara counter current. Reaksi ini akan membentuk garam-garam kalsium sulfit yang mengendap dalam bentuk gumpalan-gumpalan yang besar.

c. Penyempurnaan Reaksi Sulfitasi

                Nira dari sulfitator lalu dialirkan ke final reaction tank. Tangki ini berfungsi untuk menyempurnakan reaksi antara kapur hidroksida dengan belerang dioksida dan komponen lainnya yang belum sempat bereaksi. Tangki juga dilengkapi dengan strirrer yang berfungsi sebagai pengaduk. Pengadukan ini dilakukan untuk menyempurnakan reaksi. Waktu reaksi yang dibutuhkan adalah sekitar 7 hingga 8 menit. Juice yang keluar dari final reaction tank diharapkan memiliki pH sekitar 7,10 – 7, 20.

d. Pemanasan Sulfited Juice

                Sulfited juice dari final reaction tank kemudian dialirkan ke sulfited juice heater (juice heater II). Alat ini berfungsi untuk memanaskan sulfited juice hingga mencapai suhu sedikit di atas titik didihnya atau sekitar 102 – 105 oC. Pemanasan ini bertujuan untuk mempercepat reaksi sisa-sisa zat lebih sempurna, selain itu dengan pemanasan sisa-sisa gas yang tidak bereaksi dapat keluar dari juice.

e. Pengeluaran Gas, Udara atau Vapour

 Sulfited juice yang telah  dipanaskan kemudian dipompa ke flash tank. Flash tank berfungsi sebagai tempat untuk mengeluarkan gasgas, udara atau vapour yang dapat mengganggu proses pengendapan kotoran-kotoran bukan gula yang akan diendapkan di clarifier. Gasgas tersebut antara lain CO 2, SO 2 dan NH.

f. Pemisahan Clear Juice (Nira Jernih)

Clarifier merupakan tempat untuk memisahkan antara clear juice dengan endapan kotoran (mud). Pemisahan ini didasarkan pada prinsip perbedaan berat jenis antara clear juice dengan mud. Pemisahan ini dapat dipercepat dengan penambahan flokulan.

g. Pemisahan Mud

                Mud yang akan dipisahkan dialirkan ke dalam RVF (Rotary Vacum Filter), yang berfungsi untuk memisahkan filtrat dan blotong.

h. Penampungan Clear Juice

Clear juice sebelum masuk ke clear juice tank terlebih dahulu disaring. Penyaringan ini bertujuan untuk memisahkan kotorankotoran yang masih terikut dan buih (foam).

i. Pemanasan Clear Juice

Clear juice heater berfungsi untuk menaikkan suhu clear juice dari suhu 96 – 98o C menjadi suhu sekitar 110 – 115o C. Penaikkan suhu ini bertujuan untuk meringankan beban kerja evaporator badan pertama.

ü  Stasiun Evaporasi (penguapan) : Nira jernih (clear juice) hasil pemurnian masih mengandung air yang sangat tinggi (kurang lebih 80 persen), sehingga kadar air ini harus diturunkan agar proses pemasakan dapat berjalan dengan lebih cepat. Derajat kekentalan nira yang harus dicapai di stasiun penguapan adalah 30 – 32  Be atau 60 – 64 % brix.

Sulfitasi tahap kedua

Raw syrup atau nira kental dari evaporator terakhir dengan pH sekitar 6,80 berwarna gelap serta memiliki viskositas tinggi.

ü  Stasiun Pemasakan (Boiling Station) : Pada stasiun pemasakan ini, dilakukan penjenuhan syrup (nira kental) sehingga terbentuk kristal-kristal gula. Penjenuhan dilakukan dengan menguapkan cairan yang masih ada, sehingga pada brix tertentu kristal akan keluar.

Kristalisasi (Crystallization)

Massecuite dari stasiun masakan dimasukkan ke crystallizer (palung pendingin) sebelum dimasukkan ke stasiun curing. Crystallizer ini berfungsi untuk melanjutkan penempelan sisa molekul yang ada dalam massecuite ke kristal yang telah ada dengan cara menurunkan titik jenuh dari larutan gula melalui pendinginan massecuite.

Pemisahan kristal gula (curing)

Massecuite dari crystallizer dialirkan ke stasiun curing (putaran). Di  stasiun ini, dilakukan pemisahan antara kristal gula dan molasses yang terdapat dalam massescuite. Pemisahan ini dilakukan dalam mesin sentrifugal.

ü  Pengemasan gula (packing): Gula A dari stasiun curing ditampung di sugar bin sebelum dikemas. Pada bagian bawah sugar bin ini terdapat timbangan gula yang bekerja secara otomatis. Kemasan karung yang digunakan terdiri dari plastik polyethilene dan karung luar terbuat dari polyprophylene.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s