INDUSTRI MINYAK KELAPA

Tanaman kelapa sawit mulai menghasilkan buah pada umur 30 bulan setelah tanam.

Buah pertama yang keluar belum dapat diolah di pabrik kelapa sawit (PKS) karena kandungan minyaknya rendah.

Buah kelapa sawit normal berukuran 18-20 g/butir.

Setiap tandan buah segar (TBS) berisi sekitar 2000 buah. TBS inilah yang akan diolah di PKS.

Pabrik kelapa sawit dalam konteks industri di Indonesia dipahami sebagai ekstraksi Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit dari tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

 

BAHAN BAKU MINYAK KELAPA SAWIT

ž  Minyak kelapa sawit (Palm Oil) berasal dari serabut kelapa sawit, sedangkan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil) berasal dari inti buah kelapa sawit.

ž  CPO atau minyak sawit mentah didapat dari hasil pengepresan serabut (fiber) kelapa sawit.

 

BAHAN PENUNJANG PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT

ž  H3PO4 atau Asam fosfat

ž  Bleaching Earth

ž  Air

KOMPONEN MINYAK KELAPA SAWIT

Beberapa komponen utama dari minyak kelapa sawit meliputi asam lemak bebas (free fatty acid), pigmen, gumi, dan produk-produk yang mudah teroksidasi.

Proses Pengolahan Kelapa Sawit

v  Penerimaan Tandan Buah Segar (TBS)

Buah yang masuk pertama-tama harus melalui jembatan timbang berfungsi untuk mengontrol proses (pengelolaan buah).

Selanjutnya dibawa ke loading ramp, untuk dilakukan sortasi panen yaitu untuk memastikan bahwa buah yang masuk dalam kondisi optimal untuk diekstrak minyaknya.

v  Perebusan (Sterilizer)

Tujuan perebusan :

  • Mematikan enzim yang dapat meningkatkan asam lemak bebas
  • Memudahkan pelepasan brondolan buah dari tandan
  • Melunakkan buah untuk memudahkan proses pengepresan dan pemecahan biji.

v  Penebahan/Perontokan Buah

Penebahan adalah pemisahan buah dari tandan kosong kelapa sawit.

Pemipilan dilakukan dalam drum putar dengan kecepatan putaran 23-25 rpm.

v  Pengadukan/Pelumatan (Digester)

  • Di dalam digester buah diaduk dan dilumat untuk memudahkan daging buah terpisah dari biji.
  • Pada proses ini panas yang dibutuhkan mencapai 90-95 C yang disuplai melalui uap panas yang diinjeksikan.
  • Setelah massa buah dari proses pengadukan/pelumatan selesai kemudian dimasukkan ke dalam alat pengepresan.

v  Pengepresan/Pengempaan (Pressing)

  • Pengepresan berfungsi untuk memisahkan minyak kasar (crude oil) dari daging buah (pericarp).
  • Proses pengepresan menggunakan screw press pada tekanan 50-60 bar dan menggunakan air pembilas screw press yang suhunya 90-95 C.
  • Hasil dari proses pengepresan adalah minyak kasar (crude oil), amplas serta biji.
  • Biji yang bercampur serat masuk ke alat cake brake conveyor untuk dipisah biji dari seratnya.
  • Minyak kasar dialirkan pada bagian proses klarifikasi (pemurnian)

v  PEMURNIAN

Proses pemurnian dibagi menjadi 2 yaitu:

  • Pemurnian secara fisika : tanpa asam sulfat
  • Pemurnian secara kimia : dengan asam sulfat

PERBANDINGAN PEMURNIAN KIMIA DAN FISIKA

Kriteria Chemical Refining Physical Refining
Energi Proses

  • Steam
  • Power
  • Fuel

Proses Kimiawi

  • Asam fosfat
  • BE
  • Asam sulfat

Lain-lain

  • Maintenance
  • Hot wash wate
Tinggi

Tinggi

Rendah

Tinggi

Rendah

Ya

Tinggi

Ya

Rendah

Rendah

Tinggi

Rendah

Tinggi

Tidak

Rendah

Tidak

v  UNIT PEMURNIAN (PHYSICAL REFINING PLANT)

Proses pemurnian fisik dilakukan secara kontinu dan terdiri dari proses bleaching (pemucatan) dan proses deodorization (penghilangan bau)

v  UNIT BLEACHING

Bagian bleaching terdiri atas degumming dan adsorptive cleaning with BE (Bleaching Earth).

v  UNIT DEODORIZATION

Bagian deodorization terdiri atas:

  1. Deacidification
  2. Deodorization
  3. Dekomposisi termal dari karoten

Tahapan Pemurnian Crude Palm Oil

Tahapan

Kotoran yang Dihilangkan

De-gumming

Fosfolipid, logam, pigmen

Bleaching

Pigmen, produk oksidasi

Filtration

Tanah pemucat (BE), gumi

Deodorization

Asam lemak, mono dan digliserida, produk oksidasi, hasil dekomposisi pigmen

Polishing

Endapan yang tidak larut

STANDAR MUTU MINYAK KELAPA SAWIT

  • murni

titik lebur angka penyabunan dan bilangan yodium.

  • Berdasarkan ukuran

kadar ALB, air,kotoran,logam besi, logam tembaga,peroksida,dan ukuran pemucatan

Kebutuhan mutu minyak kelapa sawit

  • Industri dan non pangan

Asli,Murni,Segar,higienis

  • pangan

Kadar  kualitas asam lemak = 1,7-2,1%

Rasa,Aroma,kejernihan,kemurnian

KOMPOSISI KIMIA MINYAK KELAPA SAWIT 

fatty acids, esterified, glycerol, vitamin  K, magnesium.

Manfaat lain Proses industri  minyak kelapa sawit :

a. Sebagai bahan bakar alternatif Biodisel

b. Sebagai nutrisi pakanan ternak

c. Sebagai bahan pupuk kompos

d. Sebagai bahan dasar industri lainnya

e. Sebagai obat karena kandungan minyak nabati berprospek tinggi

f. Sebagai bahan pembuat particle board

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s