Saya SALAH JURUSAN, Kemudian Harus Bagaimana ?

Selamat Sore Astra Communitiers,

Pada hari jumat, tanggal 7 Desember 2012 kemarin. Saya mendapatkan kesempatan untuk sharing pada salah satu universitas swasta di Jakarta. Di situ saya sharing tentang “be the best you can be”. Seperti biasa, setelah sesi sharing selesai, maka masuklah pada bagian tanya jawab. Ada hal yang menarik di pada sesi tanya jawab ini. Dari 8 pertanyaan yang diajukan oleh para peserta, 3 pertanyaan bertanya tentang topik yang kurang lebih sama, yaitu : merasa salah memilih jurusan, sedangkan perkuliahan yang dijalani sudah cukup lama (rata-rata sudah lebih dari 4 semester). Ybs mengalami dilema, apakah melanjutkan kuliah yang tidak disukai tersebut, karena tidak ingin mengecewakan orang tua. Atau pindah ke jurusan yang disukainya, dimana pasti hal tersebut juga akan membebani orang tua ybs dengan biaya kuliah baru. Jurusan penanya tersebut, ada yang dari fakultas kedokteran.
Penulis tertarik untuk menyampaikan pandangan penulis tentang hal ini. Karena sangat boleh jadi masih terdapat beberapa rekan lain yang memiliki kecemasan yang sama. 

Banyak motivator mengatakan, kalau minat kita tidak di bidang/jurusan tersebut, maka kita tidak akan dapat konsentrasi maksimal, memerlukan banyak dorongan untuk tetap menjaga energi pada tingkat tertentu atau akan merasa lebih cepat lelah. Idealnya adalah kuliah pada Universitas/Fakultas/Jurusan yang memang kita suka. Akan tetapi, bagaimana kalau kondisi ideal tersebut tidak kita miliki. Lalu keputusan apa yang seharusnya kita ambil ? Apakah mungkin saya nantinya bisa menyukai apa yang saat ini saya tidak sukai ?
Hal ini bukan keputusan yang mudah bagi sebagian besar orang. Apalagi bila ybs adalah anak pertama yang diharapkan dapat menjadi penopang ekonomi keluarga, atau anak yang diharapkan dapat meneruskan usaha/bisnis orang tua, atau anak yang seluruh biaya perkuliahannya ditanggung sepenuhnya oleh orang tua. Maka hal tersebut akan dapat menimbulkan ketidakenakan atau merasa “rugi” terhadap keputusan pindah jurusan. Akan tetapi apakah ybs akan meneruskan kuliah pada jurusan yang dianggapnya salah tersebut ? Memang bukan keputusan yang mudah untuk ybs.

Menurut penulis, apapun keputusan yang diambil oleh saudara yang merasa salah jurusan, yaitu : melanjutkan kuliah pada jurusan yang saudara anggap salah tersebut, atau pindah jurusan lain. Bisa benar kedua-dua nya asalkan saudara telah mempertimbangkan hal berikut :

1. Sadarilah dan jagalah seluruh keseimbangan peran sosial yang saudara emban, yaitu sebagai anak, sebagai kakak/adik, sebagai warga negara, sebagai umat, sebagai mahasiswa, dll. 
Apakah keputusan saudara untuk terus kuliah atau pindah jurusan akan mengganggu keberhasilan saudara dalam menjalankan peran sosial tadi.
Misalkan : 
– Saudara adalah sebagai satu-satunya anak dalam keluarga yang diharapkan mampu untuk meneruskan usaha keluarga, tanpa saudara maka perusahaan kemungkinan akan tutup. Memang saudara masuk jurusan bisnis atas permintaan orang tua, karena saudara adalah ahli waris satu-satunya yang dianggap mampu meneruskan bisnis keluarga ini. Apakah saudara akan tetap keluar dari jurusan tersebut, karena saudara tidak merasa terpanggil untuk mengelola bisnis orang tua, dan lebih memilih jurusan seni karena merasa lebih sesuai dengan “panggilan jiwa” saudara. 
– Saudara selama beberapa semester mendapatkan beasiswa dari pemerintah/negara, dan proses penerimaan beasiswa tersebut melewati proses seleksi yang ketat, saudara terpilih dari 100 orang yang mengajukan beasiswa. Apakah saudara tetap akan keluar dari jurusan tersebut ? Sementara kalau saudara tidak menerima beasiswa tersebut sebelumnya, maka akan ada orang lain yang memang benar-benar membutuhkan beasiswa tersebut dapat kuliah.

2. Coba renungkan baik-baik, apa tujuan hidup yang ingin saudara capai dalam hidup ini. Apakah jurusan tersebut akan membuat saudara bisa mencapai tujuan hidup saudara tersebut ?

3. Perasaan salah jurusan (ketidakcocokan) tersebut, apakah karena semua hal yang diajarkan oleh jurusan tersebut tidak saudara suka, atau karena sebagian materi perkuliahannya tidak saudara suka dan ada sebagian materi yang saudara suka; Atau karena kekurangan informasi saat masuk kuliah dahulu, sehingga setelah saudara kuliah beberapa semester maka baru saudara sadari bahwa hal yang saudara sukai tersebut ada justru pada jurusan lain. 

Saya ingin sampaikan kepada saudara sekalian, setelah saudara lulus kuliah nanti dan bekerja. Maka tidak semua yang saudara kerjakan di perusahaan, akan sama 100% dengan apa yang saudara pelajari di bangku kuliah. Bila saudara dapat menerapkan 50% saja dari teori dan ilmu yang saudara dapatkan di bangku kuliah,maka sudah sangat beruntung. Seringkali hanya 20%-30% saja teori/ilmu di bangku kuliah yang dapat kita terapkan di perusahaan. 
Oleh karena itu. Saran saya, identifikasi seluruh mata kuliah atau materi yang saudara pelajari pada jurusan saudara saat ini. Mana yang paling saudara sukai. Bangun minat dan kompetensi pada materi/mata kuliah tersebut.
Bila dimungkinkan, maka pada mata kuliah (materi) tertentu yang saudara suka, ambil sertifikasi-sertifikasi dari institusi yang kredibilitasnya diakui oleh berbagai pihak. Sehingga saudara memiliki kompetensi teknis yang baik pada bidang yang saudara suka tersebut. Sehingga saat saudara lulus nanti, saudara sudah memiliki kompetensi teknis spesifik dengan tingkat penguasaan yang baik.
Sedangkan untuk mata kuliah yang tidak saudara suka. Belajar lah yang serius, kerjakan setiap tugas baik-baik, belajar sungguh-sungguh, sehingga saudara tidak mengulang untuk mata kuliah yang saudara tidak suka tersebut. Agar saudara secepat-cepatnya dapat keluar dari jurusan (bangku kuliah).

Jadi jangan cepat memutuskan untuk pindah jurusan, hitung baik-baik untung ruginya. Baik dari sisi waktu, biaya dan tenaga. Terutama dari sisi waktu harus dipertimbangkan baik-baik. Karena waktu tidak dapat diputar ulang.

Apabila saudara memutuskan untuk pindah jurusan. Maka pastikan jangan sampai terulang kesalahan dalam membuat pilihan jurusan.

Apapun keputusan saudara. Pindah jurusan atau tetap pada jurusan yang sekarang. Bisa benar kedua-duanya dan bisa salah kedua-duanya. Itu sangat bergantung pada, apa tujuan hidup saudara. Perlu saudara ketahui, seenak-enaknya suatu jurusan atau posisi pada suatu perusahaan, pasti akan ada bagian tidak enaknya. Justru di situ dinamikanya kuliah/bekerja. Bagaimana kita bisa menyelesaikan setiap tugas (yang kita suka maupun tidak suka), dengan hasil yang baik.

Demikian Astra Communitiers. Have a great week…

sumber :

https://www.facebook.com/groups/astra.community/permalink/452734784794329/

One thought on “Saya SALAH JURUSAN, Kemudian Harus Bagaimana ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s