CURRICULUM VITAE Untuk Melamar Pekerjaan

Selamat Sore Astra Communitiers,

Saya mendapatkan beberapa kali pertanyaan dari rekan-rekan mahasiswa maupun teman-teman sarjana baru tentang bagaimana sebaiknya membuat CV (curriculum vitae).
Pada kesempatan ini, saya akan mencoba berbagi informasi kepada saudara sekalian, tentang seberapa CV itu dimanfaatkan oleh perusahaan (bagian recruitment) untuk mendapatkan calon karyawan.
Pada proses pencarian calon karyawan, perusahaan umumnya menyampaikan kebutuhan akan tambahan tenaga kerja baru tersebut melalui pemberitaan/pewartaan pada media-media massa. Seperti : surat kabar, majalah, selebaran/poster/brosur, radio atau sekarang ini melalui internet. 
Akibat dari pewartaan tersebut, maka akan banyak calon yang mengetahui adanya kebutuhan akan tenaga kerja baru tersebut. Untuk calon karyawan yang tertarik dengan posisi yang ditawarkan, mereka akan mengirimkan surat lamaran dan CV. Biasanya ada ketimpangan dalam jumlah posisi yang ditawarkan dengan jumlah calon karyawan yang melamar. Karena perbandingan yang tidak berimbang tersebut, maka perusahaan (dalam hal ini penanggung jawab recruitment) harus memilih, calon-calon mana saja yang diperkirakan akan dapat bekerja/berkontribusi dengan baik saat masuk nanti. 
Pemilihan oleh perusahaan terhadap calon tersebut, diawali dengan melakukan analisa terhadap surat lamaran & CV yang masuk. Bila pada tahap ini, si calon dianggap tidak cocok, maka sudah pasti calon tersebut tidak akan dapat memasuki/mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Tiga hal yang umumnya dilihat oleh perusahaan dalam memilih calon karyawan, yaitu :
1. Minat
2. Potensi 
3. Kompetensi
Perusahaan (dalam hal ini penanggung jawab recruitment) harus mampu memperkirakan; apakah minat, potensi dan kompetensi (soft & hard) calon, sesuai dengan kebutuhan yang tersedia. 
Umumnya penanggung jawab recruitment akan menyimpulkan ketiga hal di atas tadi melalui, pendidikan formal & non formal, pelatihan-pelatihan yang pernah diikuti, kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti, aktivitas di luar kampus, pencapaian (achievement) yang didapat, kerja praktek, dll.

Untuk setiap lowongan pekerjaan yang diiklankan oleh perusahaan-perusahaan di lingkungan Astra, biasanya akan didapat surat lamaran antara 300-500 surat lamaran per posisi yang diiklankan. Setiap kali memasang iklan, secara rata-rata perusahaan akan menerima antara 1.500 s/d 3.000 lamaran masuk. Apabila diperlukan waktu 3 menit bagi penanggung jawab recruitment untuk membaca surat lamaran & CV calon, maka diperkirakan akan memerlukan waktu 4.500 s/d 9.000 menit; atau 75 s/d 150 jam; atau 10 s/d 20 hari kerja. 
Saudara dapat bayangkan betapa jenuhnya penanggung jawab recruitment tersebut menjalankan tugasnya. Ybs melakukan hal sama sepanjang hari, selama 10 hari. Walaupun ybs dituntut untuk dapat menjalankan tugasnya secara profesional. Akan tetapi besar kemungkinan konsentrasi dan daya kritis penanggung jawab tersebut akan menurun, sejalan dengan peningkatan jam kerja, karena faktor kelelahan. Ada beberapa faktor yang yang berpengaruh pada hasil kerja penanggung jawab recruitment ini, yaitu : Kompetensi teknis, faktor kelelahan dan minat (karena jenuh). Itu semua akan sangat berpengaruh terhadap hasil (siapa yang diloloskan dan yang tidak). Hal tersebut sepertinya tidak fair untuk pencari kerja, akan tetapi saudara tidak dapat berbuat apa-apa. Saudara hanya bisa berharap, surat lamaran & CV saudara dibaca/periksa oleh petugas recruitment yang memiliki kompetensi yang baik, yang bertanggung jawab secara moral dan belum lelah dalam menjalankan tugasnya. 

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut di atas, saat perusahaan melakukan pemilihan terhadap calon yang mengajukan diri untuk mengisi lowongan yang tersedia. Maka sebagai pencari kerja, Saudara dapat melakukan beberapa hal, untuk memperbesar kemungkinan penanggung jawab recruitment tidak salah memahami saudara dan membuat saudara dapat masuk ke tahap selanjutnya.
Tantangan saudara saat menulis CV & Surat Lamaran adalah, bagaimana agar dalam waktu kurang lebih 3 menit, pembaca dapat memahami/mampu memperkirakan MINAT, POTENSI dan KOMPETENSI saudara. Kesimpulan tersebut di dapat melalui informasi pedidikan formal – Non formal, pelatihan, kegiatan organisasi (kampus & non kampus) dan pencapaian (achievement).

Beberapa tips yang mungkin dapat membantu saudara dalam menuliskan CV, antara lain :
1. Kenali perusahaan target yang saudara tuju. Dan identifikasi kualifikasi (soft & hard competencies) yang dibutuhkan oleh posisi yang saudara lamar. Sesuaikan informasi yang saudara tuliskan pada CV saudara tersebut dengan kebutuhan perusahaan
2. Upayakan seluruh informasi yang saudara sajikan pada CV dan surat lamaran, dapat dibaca secara nyaman (tidak terburu-buru) dalam waktu 3 menitan. Selesai saudara menuliskan CV dan lamaran tersebut, minta rekan/teman saudara untuk membaca. Tanyakan kepada rekan saudara tersebut, apakah lamaran dan CV tersebut cukup menggambarkan minat, potensi dan kompetensi saudara. Sedapat mungkin menyertakan informasi tentang pencapaian (achievement), dan menyertakan pelatihan-pelatihan yang relevan dengan posisi yang dilamar. 
Upayakan untuk memasukkan hanya informasi yang relevan dengan posisi yang saudara lamar. Bila saudara menganggap semua informasi penting, maka saudara harus membuat prioritas, untuk memenggal/tidak menyertakan informasi yang tidak sangat penting. Menurut saya, Idealnya surat lamaran dan CV tidak lebih dari 4 lembar.
3. Usahakan untuk membuat surat lamaran tersebut menjadi “personal”, dengan menuliskan nama lengkap HRD Departemen Head dari perusahaan yang dituju. Tetapi hati-hati, jangan sampai salah menuliskan nama dan jabatan ybs.
4. Buatlah pasfoto saudara seformil mungkin. Hati-hati dengan hiasan atau aksesories yang saudara kenakan saat pengambilan gambar pasfoto, agar tidak terkesan tidak serius atau kekanakan. 
5. Apabila saudara menyertakan lampiran (copy), upayakan lampiran tersebut tidak lebih dari 5 lembar. Informasikan bahwa saudara bersedia mengirimkan/menunjukkan lampiran lainnya bila memang diminta oleh perusahaan.
6. “Contact”; upayakan untuk tetap mempertahankan nomor telpon, alamat email dan alamat rumah yang tertera pada CV, selama saudara masih dalam proses mencari pekerjaan. Dan secara rutin, dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama (per 2 hari) untuk memeriksa inbox email saudara. Usahakan untuk menyertakan nomor telpon cadangan/darurat (orang yang dapat menghubungi saudara secara cepat dan mudah)
7. Pergunakan bahasa indonesia baku atau bahasa inggris dengan penulisan dan tata bahasa yang benar. Selesai saudara menuliskan lamaran tersebut, mintalah rekan saudara untuk membaca dan memberikan masukan tentang tata bahasanya.

Beberapa perusahaan, sekarang ini sudah mulai menggunakan mesin pencari saat memilih calon yang akan dipanggil untuk proses seleksi lanjutan. Dimana mesin pencari tersebut menggunakan “kata kunci” dalam proses pemilahan calon yang akan dilanjutkan proses seleksinya. Sehingga tips menuliskan CV ini, beberapa waktu mendatang kemungkinan akan menjadi tidak efektif. Saran saya kepada saudara sekalian adalah, terus kenali perusahaan-perusahaan yang saudara sasar/target tersebut. Kenali mekanisme teknis perusahaan tersebut melakukan proses seleksi. Sehingga saudara dapat menyiapkan diri lebih baik, dan dapat meningkatkan peluang saudara untuk lanjut ke tahapan proses berikut.

Sebenarnya ada satu hal yang jauh lebih efektif untuk meningkatkan peluang saudara lanjut ke tahapan seleksi berikutnya. Yaitu “networking” dengan perusahaan target saudara.
Hal tersebut dapat saudara bangun saat saudara melakukan kunjungan belajar ke perusahaan tersebut (study tour) atau saat saudara melakukan kegiatan pemagangan (internship). Jadi saudara harus mengupayakan agar melakukan study tour atau magang pada perusahaan yang memang saudara targetkan akan masuki. 
Akan tetapi saudara tidak dapat hanya mengandalkan “kenal/tahu” nomor pejabat yang dapat dihubungi saja. Tetapi saudara harus dapat menunjukkan kualifikasi (minat, potensi dan kompetensi) saudara saat saudara melakukan kunjungan belajar atau saat saudara melakukan pemagangan. Karena apabila saudara dikenal oleh pihak perusahaan, tetapi perusahaan mempersepsi saudara tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan, maka “kenal” tersebut menjadi tidak ada gunanya. Karena saudara tetap tidak akan dilanjutkan ke proses berikut.

Demikian Astra Communitiers, mudah-mudahan sharing tentang CV ini dapat membuat saudara terpacu untuk menambah kompetensi teknis dan non teknis. Agar pada akhirnya peluang saudara diterima pada perusahaan idaman menjadi lebih besar.

sumber :

https://www.facebook.com/groups/astra.community/permalink/458728007528340/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s